5 CONTOH BUDAYA MEMBACA JEPANG YANG BISA KITA IKUTI | 5berita.com

5 BUDAYA MEMBACA MASYARAKAT JEPANG YANG BISA KITA CONTOH

Bukan rahasia lagi jika jepang adalah salah satu negara maju. Jepang negara maju yang mempunyai segudang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ilmu pengetahuan yang banyak mereka dapat dikarenakan jepang membudidayakan gerakan gemar membaca sejak mereka masih kecil.

Berikut 5 budaya membaca di jepang yang patut kita contoh :

 
1. ACARA TOKO BUKU SEKIGUCHI DI TELEVISI

ACARA TOKO BUKU SEKIGUCHI DI TELEVISI

Acara ini sangat membantu bagi penggemar buku yang sibuk dan tak sempat berlama-lama di toko buku. Penonton bisa melihat referensi yang divisualisasikan dalam layar TV dan memesan lewat internet atau telpon jika tertarik untuk membeli. Mirip sebuah “televisi shopping”, namun yang dipromosikan adalah buku.

2. BANYAKNYA TOKO BUKU

BANYAKNYA TOKO BUKU

Menurut data dari Bunkanews, jumlah toko buku di Jepang adalah sama dengan jumlah toko buku di Amerika Serikat. Amerika Serikat adalah dua puluh enam kali lebih luas dan berpenduduk dua kali lebih banyak daripada Jepang.

3. 10 MENIT MEMBACA SETIAP HARI DI SEKOLAH

10 MENIT MEMBACA SETIAP HARI DI SEKOLAH

Menurut Yoshiko Shimbun, sebuah harian nasional Jepang terbitan Tokyo, kebiasaan membaca di Jepang diawali dari sekolah. Para guru mewajibkan siswa-siswanya untuk membaca selama 10 menit sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Kebijakan ini telah berlangsung selama 30 tahun.

Para ahli pendidikan Jepang mengakui bahwa pola kebiasaan yang diterapkan ini terlalu bersifat behavioristik, di mana terdapat reward (penghargaan) dan punishment (hukuman) dalam pelaksanaan aturan tersebut. Namun, pembiasaan yang dilakukan dari tingkat sekolah dasar dinilai cukup efektif, karena dilakukan pada anak-anak sejak usia dini.

4. TACHIYOMI

TACHIYOMI

Apa itu tachiyomi? Tachiyomi adalah salah satu kegiatan membaca gratisan yang dilakukan sambil berdiri di toko buku. Di Jepang, banyak toko buku yang menyediakan buku-buku yang plastik pembungkusnya sudah terbuka, sehingga dapat dimanfaatkan oleh banyak orang untuk melakukan kegiatan tachiyomi ini.

Penjual toko buku ini pun banyak yang membiarkan begitu saja kegiatan tachiyomi ini. Ia tidak takut merasa rugi akibat banyaknya pembaca yang berniat membaca gratisan tersebut. Ia malah berprinsip, semakin ramai tachiyomi yang ada di tokonya maka semakin banyak kemungkinan orang tersebut membeli buku pada keesokan harinya atau hari lainnya.

5. MEMBACA DI TRANSPORTASI UMUM

MEMBACA DI TRANSPORTASI UMUM

Jika kebanyakan orang masa kini selalu sibuk dengan ponsel pintarnya saat berada di transportasi umum, maka kita akan disuguhi pemandangan yang berbeda saat berada di Jepang. Hampir kebanyakan orang di sana selalu membaca buku atau komik saat bepergian untuk mengusir rasa bosan.wobsподключить ноутбук к телевизору через hdmiукладка ламината цена за метр квадратныйимплантация цена