5 Bukti Nyata Kalau di Indonesia Nyawa Itu Sangat murah Harganya | 5berita.com
Aktivis Peduli Lingkungan Salim Kancil DIbunuh

5 Bukti Nyata Kalau di Indonesia Nyawa Itu Sangat murah Harganya

Berita Menarik, 5Berita.com – Indonesia bukan negara konflik, setidaknya meskipun pernah bergolak, kita sangat aman sekarang. Tak seperti Suriah di mana kita mungkin akan melihat peluru berdesingan di depan mata.

Meskipun begitu, di negara kita ini bisa dibilang nyawa punya harga yang murah. Hal tersebut karena sistem dan juga tabiat masyarakatnya yang sudah familiar dengan hal-hal yang tidak benar.

Jika tak percaya, coba lihat lagi sudah berapa banyak nyawa-nyawa yang melayang tanpa arti. Sebagian mereka adalah korban dari ketidakadilan dan juga kepentingan segelintir orang yang menganggap para korban ini semacam gangguan yang harus disingkirkan.

Tabiat masyarakat, ya, yang satu ini juga menjadi penyebab nyawa harganya murah di sini. Kecerobohan, ketidakpatuhan terhadap aturan, sampai mindset yang salah, jadi alasan kenapa hal tersebut bisa terjadi.

Tak percaya jika nyawa harganya murah di Indonesia? Berikut 5 Bukti Nyata Kalau di Indonesia Nyawa Itu Sangat murah Harganya.

1. Di Indonesia Jadi Orang Benar pun Akan Gampang Mati

Orang baik

Jadi Orang Benar pun Akan Gampang Mati

Menjadi penegak keadilan di tanah yang penuh dengan kepalsuan dan ketidakbenaran memang tantangannya besar. Sebut saja dua mantn pimpinan KPK yang awalnya menunjukkan performa luar biasa, namun berakhir dengan tragis dan sangat tak masuk akal.

Satunya terkena skandal dengan caddy, satunya lagi menjadi tersangka kasus yang sepertinya dimunculkan untuk tujuan tertentu. Menjadi penegak keadilan seperti mereka juga rawan mati. Sudah jelas jika keduanya biasa menerima banyak sekali teror pembunuhan. Bahkan tak hanya kepada diri sendiri, tapi juga keluarga.

2. Di Indonesia Cinta Ditolak Juga Berpotensi Mati

Bunuh Diri Gara Gara Cinta

Bunuh Diri Gara Gara Cinta

Bunuh diri karena cinta ditolak sudah jadi hal yang tak lagi mengejutkan di Indonesia. Bahkan para pelakunya sendiri kebanyakan mereka yang sudah tua-tua, padahal logisnya makin tua seseorang maka makin dewasa pikirannya. Ya, masalah sesimple itu ternyata bisa mengundang kematian di Indonesia.

Tak hanya bunuh diri, menjadi pelaku tindak pembunuhan juga bisa karena latar belakang asmara ini. Masih ingat kasus anak SMP yang menghajar pacarnya dengan palu gara-gara cemburu? Ya, jika yang masih hijau saja sudah bisa seperti itu, maka yang sudah tua pun pasti tak jauh dari itu.

3. Di Indonesia Masalah Ekonomi Juga Bisa Membuat Orang Memilih Mati

Bunuh Diri Karena Masalah Ekonomi

Bunuh Diri Karena Masalah Ekonomi

Semua orang ditakar Tuhan punya kemampuan dan masalahnya masing-masing. Jadi, jangan kira hanya yang miskin saja yang tak bisa tidur ketika malam. Mereka para CEO bahkan tak bisa tidur berhari-hari meskipun punya Mercy tumpuk delapan di rumahnya.

Sayangnya, beberapa orang kurang arif menyikapi masalah ekonomi sehingga lebih memilih mati yang menurut mereka akan menyudahi masalah. Padahal justru menambah masalah. Biaya anak istri yang ditinggal, uang tahlil sampai 1000 hari itu dan masih banyak lagi.

4. Di Indonesia Jadi Aktivis Ancamannya Pasti Mati

Aktivis Peduli Lingkungan Salim Kancil DIbunuh

Aktivis Peduli Lingkungan Salim Kancil Dibunuh

Susah memang meneriakkan kebenaran di negara yang pentolannya sudah tidak benar. Sekali berkoar pakai megaphone pasti diciduk, dianggap provokator, hingga tuduhan anarkisme lain. Padahal sejatinya tidak akan pernah ada sosok-sosok penentang jika pada dasarnya negara sudah berjalan dengan benar.

Jadi aktivis memang begini, harus siap mati. Kalau tak percaya, silakan tanya kepada mereka yang suka gembar-gembor menyuarakan keadilan atau teriak-teriak menyelamatkan lingkungan. Beberapa aktivis bahkan memang sudah jadi jenazah sekarang. Salim Kancil, Munir, serta para aktivis lain yang tak sempat diliput tapi sudah dibungkam duluan.

5. Di Indonesia Langgar Aturan di Jalan bisa Bikin Mati

Metromini Tertabrak Kereta

Metromini Tertabrak Kereta

Angka kematian tertinggi di negara kita disumbang oleh kecelakaan di jalan. Tingginya angka kecelakaan ini sebenarnya sudah bukan jadi hal yang mengejutkan ketika melihat bagaimana perilaku para pengguna jalan. Meremehkan aturan, egois dan ingin semua orang mengerti dirinya.

Lampu merah pun akhirnya diterobos gara-gara dalih tertentu. Bahkan portal kereta api pun juga ikut dilibas padahal sudah sangat dekat. Alhasil, kematian sia-sia yang terjadi. Jika saja mau bersabar lima menit saja, maka nyawa masih lekat di badan. Gara-gara terlambat, kejar setoran dan sebagainya, nyawa pun melayang.

Baca Juga:

центр церковьбарби купить украинасайт отзывовкак узнать врет ли тебе человек