5 Candi terbesar di Dunia | 5berita.com
angkor-wat_5berita

5 Candi terbesar di Dunia

Candi merupakan peninggalan kuno dari kebudayaan Hindu ataupun Budha. Bagi penganut agama Hindu maupun Budha, candi merupakan bangunan sakral yang disucikan dan menjadi tempat untuk beribadah ataupun untuk melakukan kegiatan keagamaan lainnya. Di Indonesia, banyak sekali ditemukan peninggalan bersejarah dari masa peradaban Hindu dan Budha ini. Selain di Indonesia, ternyata negara-negara lain di dunia juga memiliki peninggalan masa lalu ini, bahkan dalam ukuran dan kemegahan yang luar biasa, dan berikut adalah 5 Candi terbesar di Dunia:

 

1. Angkor Wat – Kamboja

angkor-wat_5berita

5berita.com – Angkor Wat (bahasa Khmer: អង្គរវត្ត) adalah sebuah kuil atau candi yang terletak di kota Angkor, Kamboja. Angkor Wat adalah candi terbesar di dunia dengan luas komplek sekitar 200 kilometer persegi. Kuil ini dibangun oleh Raja Suryawarman II pada pertengahan abad ke-12. Pembangunan kuil Angkor Wat memakan waktu selama 30 tahun. Angkor Wat terletak di dataran Angkor yang juga dipenuhi bangunan kuil yang indah, tetapi Angkor Wat merupakan kuil yang paling terkenal di dataran Angkor. Raja Suryawarman II memerintahkan pembangunan Angkor Wat menurut kepercayaan Hindu yang meletakkan gunung Meru sebagai pusat dunia dan merupakan tempat tinggal dewa-dewi Hindu, dengan itu menara tengah Angkor Wat adalah menara tertinggi dan merupakan menara utama dalam kompleks bangunan Angkor Wat.

Sebagaimana mitologi gunung Meru, kawasan kuil Angkor Wat dikelilingi oleh dinding dan terusan yang mewakili lautan dan gunung yang mengelilingi dunia. Jalan masuk utama ke Angkor Wat yang sepanjang setengah kilometer dihiasi pagar susur pegangan tangan dan diapit oleh danau buatan manusia yang disebut sebagai Baray. Jalan masuk ke kuil Angkor Wat melalui pintu gerbang, mewakili jambatan pelangi yang menghubungkan antara alam dunia dengan alam dewa-dewa.

Angkor Wat berada dalam keadaan yang baik dibandingkan dengan kuil lain di dataran Angkor disebabkan karena Angkor Wat telah dialihfungsikan menjadi kuil Buddha dan dipelihara serta digunakan secara terus menerus ketika agama Buddha menggantikan agama Hindu di Angkor pada abad ke-13. Kuil Angkor pernah dijajah oleh Siam pada tahun 1431. Pada tahun 1992, Angkor Wat masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.

Angkor Wat dibuat untuk dipersembahkan untuk memuliakan Wisnu, candi ini dibangun sebagai candi agung negara milik raja sekaligus sebagai ibu kota. Karena prasasti yang menyebutkan pembangunannya belum ditemukan, maka nama asli candi ini tidak diketahui. Ditafsirkan candi ini mungkin nama aslinya disebut sebagai “Preah Pisnu-lok” (Bahasa Khmer Kuno, serapan dari bahasa Sanskerta: “Vara Vishnu-loka”) secara harfiah bermakna “Kawasan Suci Wisnu”, berdasarkan dewa utama yang dimuliakan di candi ini.

 

2. Borobudur – Indonesia

candi-borobudur_5berita

5berita.com – Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.

Bangunan Borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat, berukuran 123 x 123 meter. Tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat.
Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia. Sesuai mahzab Budha Mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Budha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut.

  • Kamadhatu, bagian dasar Borobudur, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu.
  • Rupadhatu, empat tingkat di atasnya, melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkat tersebut, patung Budha diletakkan terbuka.
  • Arupadhatu, tiga tingkat di atasnya dimana Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubang. Melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk.
  • Arupa, bagian paling atas yang melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam.

Setiap tingkatan memiliki relief-relief yang akan terbaca secara runtut berjalan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi). Pada reliefnya Borobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, bermacam-macam isi ceritanya, antara lain ada relief-relief tentang wiracarita Ramayana, ada pula relief-relief cerita jātaka. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Misalnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktu itu berpusat di Bergotta (Semarang).

Keseluruhan relief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha. Seorang budhis asal India bernama Atisha, pada abad ke 10, pernah berkunjung ke candi yang dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum Katedral Agung di Eropa ini.Berkat mengunjungi Borobudur dan berbekal naskah ajaran Budha dari Serlingpa (salah satu raja Kerajaan Sriwijaya), Atisha mampu mengembangkan ajaran Budha. Ia menjadi kepala biara Vikramasila dan mengajari orang Tibet tentang caramempraktekkan Dharma. Enam naskah dari Serlingpa pun diringkas menjadi sebuah inti ajaran disebut “The Lamp for the Path to Enlightenment” atau yang lebih dikenal dengan nama Bodhipathapradipa.

Candi Borobudur merupakan candi terbesar kedua setelah Candi Ankor Wat di Kamboja. Luas bangunan Candi Borobudur 15.129 m2 yang tersusun dari 55.000 m3 batu, dari 2 juta potongan batu-batuan. Ukuran batu rata-rata 25 cm X 10 cm X 15 cm. Panjang potongan batu secara keseluruhan 500 km dengan berat keseluruhan batu 1,3 juta ton. Dinding-dinding Candi Borobudur dikelilingi oleh gambar-gambar atau relief yang merupakan satu rangkaian cerita yang terususun dalam 1.460 panel. Panjang panel masing-masing 2 meter. Jika rangkaian relief itu dibentangkan maka kurang lebih panjang relief seluruhnya 3 km. Jumlah tingkat ada sepuluh, tingkat 1-6 berbentuk bujur sangkar, sedangkan tingkat 7-10 berbentuk bundar. Arca yang terdapat di seluruh bangunan candi berjumlah 504 buah. Tinggi candi dari permukaan tanah sampai ujung stupa induk dulunya 42 meter, namun sekarang tinggal 34,5 meter setelah tersambar petir.

 

3. Tiger’s Nest Monastery

tiger's-nest_5berita

5berita.com – Tiger’s Nest adalah sebuah situs Buddha Himalaya yang terkenal dan merupakan kompleks candi suci, terletak di tebing lembah Paro, Bhutan. Sebuah kompleks candi pertama kali dibangun 1692, sekitar Taktsang Senge Samdup gua di mana Guru Padmasambhava dikatakan telah bermeditasi selama tiga bulan di abad ke-8. Padmasambhava menyebarkan ajaran Buddha ke Bhutan dan merupakan Makhluk Pelindungan. Saat ini, Paro Taktsang dikenal dengan Taktsang Tiga Belas atau “Sarang Harimau” gua di mana dia bermeditasi.

Kuil dikhususkan untuk Padmasambhava adalah sebuah struktur elegan dibangun di sekitar gua pada tahun 1692 oleh Gyalse Tenzin Rabgye, dan telah menjadi ikon budaya Bhutan.

Menurut legenda “Sarang Harimau”, diyakini bahwa Padmasambhava terbang ke lokasi ini dari Tibet di belakang harimau betina dari Khenpajong.

Sebuah legenda alternatif menyatakan bahwa mantan istri seorang Kaisar, yang dikenal sebagai Yeshe Tsogyal, rela menjadi murid dari Guru Rinpoche (Padmasambahva) di Tibet. Dia mengubah diri menjadi harimau betina dan membawa Guru di punggungnya dari Tibet ke lokasi kini Taktsang di Bhutan. Dalam salah satu gua di sini, Guru kemudian dilakukan meditasi. Tempat itu kemudian dikenal sebagai “Tiger’s Nest”.

 

4. Candi Srirangam

srirangam_5berita

5berita.com – Candi Srirangam (Sri Ranganathaswamy Temple) berada di kota India. Candi ini didedikasikan untuk Wisnu, salah satu dari tiga dewa dalam Hinduisme. Legenda mengatakan bahwa, Lama (bahasa Tibet untuk “guru”) bijak beristirahat dan meletakkan patung Wisnu berbaring, di atas ular besar. Ketika ia siap untuk melanjutkan perjalanannya, ia menemukan bahwa patung itu tidak dapat dipindahkan, sehingga candi kecil dibangun di atasnya. Selama berabad-abad, kuil “tumbuh” menjadi lebih besar di atas bangunan yang ada. Kompleks candi sangat besar itu meliputi area seluas lebih dari 150 hektar (63 hektar) dengan tujuh dinding konsentris, yang terluar sekitar 2,5 mil (4 km) panjangnya! Kuil Srirangam terkenal dengan Gopurams atau pintu masuk bawah piramida berwarna-warni. Candi ini memiliki 21 Gopurams total, dengan yang terbesar memiliki 15 cerita dan hampir 200 kaki (60 m) tingginya.

 

5. The Temple of Heaven (Tian Tan atau Kuil Surga)

The-Temple-of-Heaven_5berita

5berita.com – Temple of Heaven atau dalam bahasa setempat sering juga disebut dengan Tiantandongmen adalah salah satu objek wisata menawan yang ada di negara China. Bangunan ini merupakan tempat yang digunakan untuk berdoa dan pemujaan kepada son of heaven pada jaman dahulu dengan tujuan agar memiliki panen raya yang melimpah dan terhindar dari segala bencana. Berdiri diatas sebuah kawasan seluas 167 hektar dengan dipagari oleh pagar yang tinggi serta setiap situs di berikan batas membuat bangunan ini tampak megah dan besar. Kebesaran dan histori sejarah Temple of Heaven membuat bangunan ini dijadikan sebagai salah satu simbol dari kota Beijing.

Letaknya berada di tenggara kota Beijing, bangunan di dirikan pada tahun 1406 sampai dengan 1420. Kemudian pada abad ke 18 sempat direnovasi oleh kaisar Yongle yang berkuasa pada masa itu. Buah dari pembangunan dan perawatan  Temple of Heaven yang digunakan oleh para kaisar dari dinasti Ming serta Qing untuk berdoa dan memohon limpahan panenn tersebut terbayar dengan penetapan dan pengakuan Unesco pada tahun 1998 kepada Temple of Heaven sebagai salah satu warisan dunia.

Sebuah komplek utama dari Temple of Heaven adalah Qinian dian yang merupakan sebuah bangunan yang beratap melingkar besar sebanyak tiga tingkat. Bangunan ini dulunya difungsikan sebagai tempat untuk kaisar dalam berdoa  memohon untuk kelimpahan panen serta doa lainnya, hal yang manrik lain dari bangunan ini adalah pilar-pilar penopang yang sangat besar dan tinggi sekitar 38 meter tersebut sama sekali tidak menggunakan paku sebagai penguatnya, namun hanya menggunakan kayu sebagai teknologi bagus bangunan kuat jaman dahulu dan terbukti masih berfungsi sampa saat ini. Bentuk bangunan yang bulat serta lapangannya yang berupa kotak melambangkan langit dan bumiмакияжtranslator eng to hindiбольно ли делать ультразвуковую чистку зубоввладимир мунтян проклятья