5 Fakta Sesungguhnya Tentang Bom Atom Hiroshima-Nagasaki | 5berita.com
5-fakta-sesungguhnya-tentang-bom-atom-hiroshima-nagasaki_jepang-telah-diperingati

5 Fakta Sesungguhnya Tentang Bom Atom Hiroshima-Nagasaki

Bom Atom di Hiroshima-Nagasaki adalah salah satu peristiwa besar dan paling mengerikan dalam sejarah perang dunia. Inilah untuk pertama kalinya senjata nuklir digunakan dalam perang. Tragedi ini juga turut mempengaruhi sejarah banyak negara dan oleh sebab itu tragedi ini dicatat dan dikenang di banyak negara. Namun tidak semua yang kita tahu atau yang kita dapat adalah hal yang sesungguhnya, beberapa sejarah yang kita tahu tentang tragedi ini ternyata salah.

Nah berikut adalah 5 Fakta Sesungguhnya Tentang Bom Atom Hiroshima-Nagasaki :

1. BOM MENGAKHIRI PERANG DUNIA II
5-fakta-sesungguhnya-tentang-bom-atom-hiroshima-nagasaki_bom-atom-mengakhiri-perang
Gagasan bahwa bom atom menyebabkan Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945, telah menjadi bagian yang dicatat dalam buku sejarah di banyak negara. Dan selama ini hal itu diyakini sebagai kebenaran.

Tapi menit-menit terakhir dari pertemuan pemerintah Jepang mengungkapkan cerita yang lebih kompleks. Berdasarkan catatan Jepang, menyimpulkan bahwa Uni Soviet secara tak terduga masuk ke perang melawan Jepang pada 8 Agustus dan ini menjadikan kejutan lebih besar bagi Tokyo dibandingkan bom atom Hiroshima dua hari sebelumnya.

 

2. TEBUSAN SETENGAH JUTA JIWA AMERIKA
5-fakta-sesungguhnya-tentang-bom-atom-hiroshima-nagasaki_tebusan-setengah-juta-jiwa
Dalam memoarnya pascaperang, mantan presiden Harry Truman ingat bagaimana para pemimpin militer mengatakan kepadanya bahwa setengah juta orang Amerika mungkin tewas dalam invasi Jepang. Angka ini dimunculkan untuk membenarkan pengeboman.

Tapi sejarawan Stanford Barton Bernstein mencatat, U.S. Joint War Plans Committee memperkirakan pada pertengahan Juni 1945 bahwa invasi Jepang yang dimulai 1 November mengakibatkan 193.000 korban di pihak AS, termasuk 40.000 kematian. Tapi, Truman setelah perang sadar jika ia tidak menggunakan bom atom ia akan menghadapi murka benar dari orang-orang Amerika.

3. BOM SATU-SATUNYA ALTERNATIF MENGAKHIRI PERANG
5-fakta-sesungguhnya-tentang-bom-atom-hiroshima-nagasaki_satu-satunya-cara-untuk-mengakhiri-perang
Keputusan untuk menggunakan senjata nuklir biasanya pasti akan dipikirkan dulu secara seksama,  banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan serangan nuklir, baik menjatuhkan bom di tanah atau  di pantai. Karena ini lebih dari sekedar melakukan pemboman konvensional, ada dua pilihan lain diakui pada saat itu.

Yang pertama adalah demonstrasi dari bom atom. Yakni dengan meledakkan bom di sebuah pulau tak berpenghuni atau di padang gurun, dengan mengundang pengamat dari Jepang dan negara-negara lain. Atau menggunakannya untuk menghancurkan puncak Gunung Fuji, di luar Tokyo.

Pilihan demonstrasi ditolak karena alasan praktis. Hanya ada dua bom yang tersedia pada bulan Agustus 1945, dan bom demonstrasi mungkin tak berguna.

Alternatif kedua adalah menerima penyerahan bersyarat oleh Jepang. Amerika Serikat tahu dari komunikasi yang disadap bahwa Jepang khawatir Kaisar Hirohito diperlakukan sebagai penjahat perang.

“Klausul Kaisar” ini adalah hambatan terakhir untuk Jepang mengakhiri perang. Presiden Franklin Roosevelt telah bersikeras penyerahan tanpa syarat, dan Truman menegaskan meneruskan hal itu setelah kematian Roosevelt pada pertengahan April 1945.

Meskipun Amerika Serikat akhirnya mendapat penyerahan tanpa syarat Jepang, klausa kaisar itu dipenuhi “Saya tidak punya keinginan apapun untuk merendahkan [Hirohito] di mata rakyatnya sendiri,” kata Jenderal Douglas MacArthur, panglima tertinggi kekuatan Sekutu di Jepang setelah perang, meyakinkan diplomat Tokyo setelah penyerahan.

4. JEPANG DIPERINGATKAN SEBELUM BOM DIJATUHKAN
5-fakta-sesungguhnya-tentang-bom-atom-hiroshima-nagasaki_jepang-telah-diperingati
Amerika Serikat telah menjatuhkan selebaran di berbagai kota di Jepang, mendesak warga sipil melarikan diri, sebelum kota mereka dihancurkan. Selebaran ini dilakukan setelah Deklarasi Potsdam 26 Juli 1945, yang menyerukan Jepang untuk menyerah. Dalam pidato radio, Truman juga mengatakan akan datang “hujan kehancuran dari udara, yang belum pernah terlihat di bumi ini.”

Tapi dalam selebaran tersebut tidak pernah ada peringatan khusus untuk kota-kota yang dipilih sebagai target pengeboman. Hal ini menyebabkan warga menjadi bingung jika harus menanggapi selebaran itu. Siapa yang harus mengungsi dan kemana? Jangan-jangan yang dijadikan tempat mengungsi itulah yang justru menjadi target. Kelalaian itu disengaja: Amerika Serikat takut bahwa Jepang, akan menembak jatuh terlebih dahulu pesawat yang membawa bom.

Dan karena kota Jepang sudah dihancurkan oleh bom pembakar dan bom daya ledak tinggi secara teratur seperti ketika hampir 100.000 orang tewas Maret sebelumnya di pengeboman Tokyo – tidak ada alasan untuk percaya bahwa Deklarasi Potsdam atau pidato Truman harus mendapat perhatian khusus.

5. BIKIN SOVIET TAKUT
5-fakta-sesungguhnya-tentang-bom-atom-hiroshima-nagasaki_membuat-uni-soviet-takut
Amerika pada saat itu yakin dengan menggunakan bom atom maka akan mendapat efek ganda yakni membuat negara lain akan ketakutan dengan mereka. Amerika menyadari hubungan dengan Soviet sudah menunjukkan sisi-sisi negatif yang akan terus berkembang. Menggunakan bom juga akan menjadi ajang untuk unjuk kekuatan di depan Rusia.

Seperti Stimson, Truman sekretaris negara, James Byrnes juga berharap bahwa bom mungkin akan menjadi “master card” dalam hubungan diplomatik berikutnya dengan Uni Soviet. Tetapi keduanya kecewa. Pada bulan September 1945, Byrnes kembali dari pertemuan pertama menteri luar negeri pascaperang, di London, menyatakan bahwa Rusia “keras kepala, keras kepala, dan mereka tidak takut.”spanish medical translatorполигон отзывы сотрудниковпроверка детектор лжиавто москва авито