5 Fakta Tentang Albino | 5berita.com
mata-albino_5berita

5 Fakta Tentang Albino

Kata albino berasal dari bahasa Yunani “albus, yang berarti putih”. Albino adalah makhluk yang tidak mempunyai warna, atau pigmentasi. Semua ras mempunyai jumlah pigmentasi tertentu, walaupun beberapa diantaranya ras kulit putih (terutama orang Skandinavia) hanya mempunyainya dalam jumlah sangat sedikit. Apa yang menyebabkan warna atau pigmentasi ini pada manusia? Hal ini dihasilkan oleh zat tertentu di dalam tubuh yang saling beraksi satu sama lain. Zat ini adalah dasar warna atau kromogen, pigmentasi dihasilkan. Kalau seseorang kebetulan tidak mempunyai salah satu zat ini di dalam tubuhnya, tidak ada pigmentasi maka itulah yang disebut “albino”.

Rambut albino putih di seluruh tubuhnya. Bahkan jaringan didalam tubuhnya seperti otak dan syaraf tulang belakang berwarna putih. tidak ada ras manusia yang tidak mempunyai albino. Dipercaya bahwa albinisme merupakan penyakit turunan, yang berarti jika anak lahir dengan kondisi albino maka gen tersebut masing-masing didapatkan dari orang tuanya.

 

Adapun beberapa fakta lain yang perlu anda ketahui tentang albino, berikut fakta – faktanya.

1. Bisa Sebabkan Gangguan Pada Mata

mata-albino_5berita

Walaupun ini salah satu kelainan genetik yang paling tak berbahaya, tetap bisa picu masalah.  Seseorang yang albino mempunyai mata berwarna merah jambu, dan ini disebabkan karena darah yang merah tampak mengalir di retina mata. Mata Albino sangant peka terhadap cahaya jika dibiarkan hal ini bisa menyebabkan pertumbuhan yang tak normal pada retina. Jadi orang albino yang demikian selalu menjaga agar kelopak matanya setengah tertutup dengan selalu berkedip.

 

2. Bisa Muncul dalam Keluarga Tanpa Sejarah Albino

Bisa saja terjadi, sepasang orang tua punya anak albino, walaupun di keluarga kedua orang tua tidak ada sejarah albinisme sama sekali. Pemicunya kelainan genetik yang tersembunyi dan bersifat resesif. Kebanyakan anak yang mengalami albino lahir dari orang tua yang memiliki produksi melanin normal serta tidak menunjukkan adanya tanda-tanda memiliki gen albino, seperti dikutip dari Medicine.

3. Albinisme dan Matahari

Kulit albino disebabkan tidak adanya pigmen melanin. Manusia tidak perlu melanin untuk hidup, tapi tidak punya melanin picu masalah pada kulit yang tidak terlindung dari pancaran Ultra Violet sinar matahari. Artinya, risiko kulit orang albino terbakar matahari dua kali lebih tinggi dari kulit orang Yang punya pigmen melanin. Ini juga berarti mereka lebih mudah terkena kanker kulit.

4. Albinisme Bisa Terjadi di Mana Saja

hewan-albino_5berita

Albinisme tidak hanya ditemukan pada manusia, tapi juga pada tanaman dan setiap jenis hewan. Jika Albinisme terjadi pada  tumbuhan. maka, tumbuhan akan cepat mati. Jika terjadi pada hewan maka Hewan tersebut akan menghadapi kesulitan pada mata, sama seperti manusia.

5. Kelainan Albino Bersifat Permanen

Kabar buruknyaOrang albino biasanya tidak punya opsi pengobatan bagi masalah mereka ini berarti permanent.Namun ada beberapa opsi yang bisa membantu mereka, diantaranya, Untuk Masalah mata bisa diatasi lewat operasi, dan masalah kulit lewat penggunaan krem pelindung pancaran matahari. Kabar baiknya, albinisme tidak menyebabkan kondisi kesehatan mereka tambah lama tambah buruk. Kelainan genetik itu tidak memperpendek umur atau mengurangi kualitas hidup.

Fakta Lainnya:

Jumlah manusia penderita albino di seluruh dunia beragam. Albino di

Tanzania, Afrika Timur, adalah negara yang memiliki penderita albino terbanyak di dunia, yakni mencapai kisaran 200.000 orang. Ini sama halnya 5 kali lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penderita albino di negara lain. Di sebagian besar negara, penderita albino hanya sekitar 1 orang per 20.000 penduduk. Sedangkan di Denmark, sekitar 1 orang penderita albino per 60.000 penduduk. Sedangkan di Afrika, 1 orang penderita albino per 5000 penduduk.

Sebenarnya dalam hal berkarya, para penderita albino masih tetap bisa berkarya meskipun dalam keterbatasannya. Namun karena jumlah mereka yang terbilang jarang, terkadang banyak orang merasa aneh melihat para penderita albino. Bagi para penderita albino yang kurang bisa menerima dirinya apa adanya bisa jadi akan menjadi kurang percaya diri. Tetapi banyak juga dari mereka yang berhasil dalam profesi atau pekerjaannya masing-masing.

 

 


TAG