5 Fakta Tentang Bisnis Pacar Sewaan | 5berita.com
5-fakta-tentang-pacar-sewaan1

5 Fakta Tentang Bisnis Pacar Sewaan

Pria dan wanita yang lajang atau jomblo selalu berdalih bahwa kesendirian mereka tanpa pendamping adalah pilihan. Tapi tak jarang, kadang mereka dibuat bingung karena kesendiriannya.

Misalnya saja saat malam minggu tiba. Mereka yang single sering kali bingung harus menghabiskan malam panjang itu ke mana karena teman-teman dekat sudah berpasangan. Bila sudah terbentur kondisi seperti ini, para lajang memilih melewati di rumah saja sambil menonton televisi bahkan lebih miris ada yang hanya tidur menikmati kasur empuk.

Kesedihan para jomblo sering kali ditampilkan dalam bentuk ungkapan dan berbagai meme yang ramai di media sosial. Salah satu istilah paling melekat dengan kaum lajang adalah jomblo ngenes alias jones

Sekelumit permasalahan seorang jomblo rupanya dilirik EN, mahasiswi di Surabaya, sebagai peluang bisnis. Dia lantas menyediakan jasa pacar sewaan.

Berikut 5 Fakta Tentang Bisnis Pacar Sewaan :

1.Bisnis pacar sewaan bukan bisnis lendir
EN sudah menjalankan bisnis ini sejak beberapa bulan terakhir. Kini dia punya tujuh anak buah.

EN menegaskan, usahanya ini berbeda dengan bisnis esek-esek yang menawarkan sensasi sex. Bisnis pacaran sewaan murni hanya untuk pacar sesaat.

Kata dia, bisnisnya ini sangat ramai bila masuk musim pernikahan, liburan, perayaan tahun baru dan ulang tahun.

“Ya khawatir dituduh melakukan perdagangan orang. Tapi ini murni bisnis jasa untuk melayani jomblo yang gengsi karena belum laku. Jasa kami sebatas pacar sewaan di ruang publik,” terang EN.

Dia juga menegaskan, saat pelanggan menyewa anak buahnya, EN harus tahu bibit bebet dan bobot pria itu. Sebab dia tahu bisnis ini cukup beresiko.

“Pelanggan kami juga para jomblower bukan om-om hidung belang. Kami cukup hati-hati mencari pelanggan,” jelasnya.

2.Penyewa harus pria jomblo yang sudah dikenal

EN sangat hati-hati menjalankan bisnisnya. Dia harus tahu detail siapa pelanggan anak buahnya. EN tak mau salah menyerahkan anak buah ke seseorang yang ternyata pria hidung belang.

“Makanya, yang bisa sewa jasa kita ya cuma orang-orang yang dikenal saja, atau temannya teman kita. Jadi, kalau si penyewa bukan orang yang kita kenal, atau teman dari teman kita, kita mengajukan syarat, agar ada yang bertanggung jawab.”

Selain itu, si pelanggan juga wajib menandatangani materai sebelum membaca wanita yang dijadikan pacar sewaan. “Paling tidak, pelanggan melalui perantara teman itu, harus tanda tangan di atas materai menyetujui syarat kita, ya ini karena khawatir saja, disalahgunakan,” sambungnya.

Jika semua persyaratan sudah setuju, masih kata EN, maka si penyewa maupun gadis pacar ‘siluman’ nya bisa kita temukan dan jadilah sepasang kekasih dengan durasi beberapa jam, sesuai kesepakatan.

3.Pelanggan hanya boleh pegang tangan pacar sewaan tidak boleh lebih
Sejumlah aturan diterapkan EN dalam menjalankan bisnisnya. Dia tak mau ada buahnya menjadi korban pria hidung belang.

Namanya pacar sewaan, terang EN, maka para jomblo tak boleh melakukan hal di luar batas orang pacaran pada umumnya. Apalagi sampai berpikir mau melakukan tindakan asusila.

“Kami menyediakan jasa, bukan purel. Bisnis ini no seks, no kiss, dan yang pasti dilarang mabuk. Saya hanya menjual jasa,” tegas EN.

“Bergandeng tangan boleh, asal tidak meraba-raba (area sensitif) yang lain. Kami tidak memperkenankan ajakan ke kamar hotel. Harus di ruang terbuka,” sambungnya.

4.Para jomblo bebas memilih pacar sewaan
Dalam transaksinya, EN memperlihatkan foto yang akan dijadikan pacar sewaan kepada pada pria jomblo. Mereka bebas memilih selama belum disewa pelanggan lainnya.

Tapi buat yang pertama kali memakai jasa pacar sewaan, EN akan membantu para jomblo menemukan wanita yang tepat. Tujuannya agar tak canggung saat dibawa ke tempat umum.

“Kalau si penyewa masih pemula, saya sendiri yang menawarkan pilihan gadis yang pintar dan cakap. Tujuannya agar pelanggan tidak canggung dan bisa berkomunikasi dengan baik. Sehingga rahasia pacar pura-pura tidak terbongkar ke rekan-rekan pelanggan,” jelas EN.

5.Pacar sewaan rata-rata mahasiswi fakultas psikolog
Bukan cuma pelanggan yang wajib menaati berbagai aturan, wanita yang jadi pacar sewaan juga diperlakukan sama. EN menerapkan kriteria khusus pada wanita yang akan dijadikan pacar sewaan para jomblo, yaitu mahasiswi fakultas Psikologi.

Alasannya mahasiswi dari jurusan ini mampu membaca gelagat yang tidak baik dari pelanggannya. Serta pintar mengendalikan suasana, sekaligus bisa menjadi motivator bagi si pelanggan.

“Si pacar sewaan ini, nantinya mampu menyesuaikan diri, apalagi semuanya dari jurusan psikologi, jadi bisa baca karakter si penyewa,” katanya.

Selain itu, EN juga akan menelusuri rekam jejak si wanita. Kata dia, bisnis pacar sewaan ini hanya untuk mahasiswi baik-baik yang butuh uang.

Setelah cocok dengan wanita yang akan disewa dalam beberapa jam, maka keduanya langsung beradegan seperti pacar benaran.

” Di hadapan teman-teman si penyewa yang jomblo itu, pacar sewaan ini akan beraksi layaknya kekasih beneran. Bergandeng tangan, saling perhatian, dan peduli. Yang pasti, aksi itu tidak akan terlihat seperti pacar abal-abal,” ungkap EN.

 

Sumber: merdeka.com