5 Fakta Tentang Tasbih | 5berita.com
5-fakta-tentang-tasbih_jumlahnya-100-biji

5 Fakta Tentang Tasbih

Biji Tasbih adalah semacam alat berhitung dalam beribadah oleh bermacam – macam agama, Baik agama Samawi (Islam, Katolik) maupun agama Dharmik (Budha, Hindu).

Tasbih dalam agama Islam adalah alat untuk menghitung zikir selepas melaksanakan ibadah shalat. Meskipun penggunaanya masih diperdebatkan namun beberapa umat Islam tetap menggunakannya.

Perdebatan muncul karena adanya pendapat yang berbeda, salah satu pendapat mengatakan bahwa penggunaan tasbih adalah haram, ada juga yang mengatakan makruh, ataupun mubah, yang semuanya menganjurkan untuk tidak menggunakan tasbih, karena hal ini tidak dilakukan oleh Nabi Muhammad.

Sedangkan pendapat lain yang memperbolehkan penggunaan tasbih dikarenakan salah seorang istri nabi menggunakan biji kurma, lalu ada juga kisah dari Abu Hurayah yang menggunakan batu kerikil dalam menghitung bilangan zikir.

Nah biar pikiranmu jadi makin berisi dengan pengetahuan tentang tasbih, berikut adalah 5 Fakta Tentang Tasbih :

1. Kenapa jumlahnya 100 biji ?
5-fakta-tentang-tasbih_jumlahnya-100-biji
Kamu pernah kepikiran nggak kenapa jumlahnya kok 100 biji ? Kok jumlahnya nggak 50 biji atau 10 biji saja biar simpel bawanya. Kamu tahu kan kalau zikir biasanya ada hitungan yang lazim digunakan.

Yap……biasanya hitungan zikir ya 33. Nah si penemu tasbih barangkali sudah mikirin hal itu. Jadi 100 biji itu kan biasanya dibagi jadi tiga. 33 untuk bacaan subhanallah, 33 untuk alhamdulillah, dan 33 allahuakbar, sedangkan 1 terakhir untuk tahlil penutup.

Selain 100, kadang juga ada tasbih yang jumlah bijinya lebih sedikit, yakni 33. Ada juga tasbih digital dimana kamu tinggal memencet tombol sehingga muncul angka yang keluar di layar.

2.Tasbih = pujian
5-fakta-tentang-tasbih_tasbih-adalah-pujian
Tasbih dalam bahasa Arab disebut dengan as-subhah atau al-misbahah. Dalam bahasa arab tasbih berarti pujian. Jadi kenapa kok dinamai tasbih karena benda tersebut jadi alat bantu untuk menghitung pujian untuk Allah yang kita ucapkan.

Ada juga yang bilang kalau tasbih itu untaian mutiara atau manik-manik dengan benang yang biasa digunakan untuk menghitung jumlah tasbih (bacaan Subhanallah), doa dan shalawat.

3. Kenapa tasbih bentuknya bulat
5-fakta-tentang-tasbih_pasti-bulat-oval
Semua tasbih berbentuk bulat atau oval. Kenapa kok nggak berbentuk kotak atau segitiga? Nggak ada referensi yang menyebutkan hal itu. Tapi secara umum tasbih dibuat bulat agar memudahkan menggesernya.

Tahu sendiri kan kalau zikir biasanya dilakukan dengan cepat. Jika yang sudah terbiasa, maka tasbih itu akan berputar cepat sekali. Jadi kalau bentuknya segitiga ataupun kotak akan mempersulit untuk memutarnya.

4. Tasbih juga dikenal selain Islam
5-fakta-tentang-tasbih_rosario-juzu-nenju
Ada literatur yang mengatakan bahwa umat Budha juga menggunakan alat semacam tasbih dengan hitungan sebanyak 180 butir. Ada pula yang menyebut alat tasbih juga digunakan dalam agama Katolik. Tapi bedanya, tasbih umat Katolik hanya terdiri dari 50 biji. Sedangkan dalam agama Hindu tasbih terdiri dari 108 biji.

Namanyapun di setiap agama berbeda-beda, pada agama Budha alat ini disebut “Juzu” atau “Nenju”, sedangkan umat Katolit menyebutnya “Rosario”

5. Mulai tenar abad 5 H, tapi asal mulanya belum jelas
5-fakta-tentang-tasbih_mulai-tenar-abad-5-hijriah
Asal mula yang tepat dari tasbih masih belum pasti, tetapi penggunaan awalnya bisa dilacak jejaknya kedalam agama Hindu di India, kemudian Buddha kemungkinan meminjam konsep dari agama Hindu. Terdapat patung seorang pria suci Hindu mengenakan manik-manik berasal pada abad ke-3 SM.

Tapi menurut Syekh Bakr bin Abdillah Abu Zaid, biji tasbih sudah dikenal pada zaman sebelum Islam tepatnya digunakan oleh umat Budha yang diyakini selalu menggunakan tasbih untuk menyelaraskan antara perbuatan dan ucapannya ketika sedang melakukan persembahyangan.