5 Fakta Unik Menggelitik di Awal Berdirinya TNI | 5berita.com
5-fakta-unik-menggelitik-di-awal-berdirinya-tni_1,5-jam-naik-pangkat

5 Fakta Unik Menggelitik di Awal Berdirinya TNI

TKR atau Tentara Keamanan Rakyat adalah nama awal untuk TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang terbentuk pada tanggal 5 Oktober 1945 untuk mengawal kedaulatan Republik Indonesia. Dahulu TNI terbentuk karena kecintaan rakyat terhadap negeri ini, tanpa memandang gaji yang akan di terima.

Menurut Presiden Soekarno, banyak cerita mengharukan yang lucu dan menarik di awal pendirian TNI. Berikut adalah 5 Fakta Unik Menggelitik di Awal Berdirinya TNI yang dirangkum dari biografi Soekarno yang ditulis Cindy Adams.

1. Asal Berani Naik Pesawat, Jadi Angkatan Udara
5-fakta-unik-menggelitik-di-awal-berdirinya-tni_berani-naik-pesawat-jadi-angkatan-udara
Jika kini TNI AU sudah memiliki F-16, Sukhoi, T-50i dan aneka pesawat lain, maka tahun 1945 kondisinya bagai bumi dan langit. Saat itu Angkatan Udara hanya punya beberapa pesawat bekas Jepang yang sebenarnya tak layak terbang.

Saat itu jumlah orang Indonesia yang bisa menerbangkan pesawat hanya beberapa orang. Sebagian malah takut terbang. Maka tes masuk AU pun tentu tak sesulit sekarang.

“Satu-satunya pertanyaan yang diajukan adalah, “Apakah anda, berani naik pesawat terbang kita? Bila jawabannya “ya”, maka dia diterima di Angkatan Udara,” kenang Soekarno.

Nasib Angkatan laut juga tak kalah miris. Saat itu hanya ada beberapa kapal kayu. Tak seimbang dengan Indonesia yang lautnya sangat luas.

2. 1,5 Jam Naik Pangkat Jadi Mayor
5-fakta-unik-menggelitik-di-awal-berdirinya-tni_1,5-jam-naik-pangkat
Memerintah lebih dari 70 orang, memiliki ajudan yang hanya berpangkat letnan,” katanya.Soekarno berpikir. “Betul juga.”Soekarno lalu memanggil letnan ajudannya itu. “Sudah berapa lama kau jadi letnan?”Si ajudan menjawab “1,5 jam, Pak!” katanya sambil menghormat. “Nah, karena kita merupakan negara baru yang tumbuh cepat. Mulai sore ini kau menjadi mayor,” kata Soekarno.

3. Satu Senjata Untuk 5 Orang
5-fakta-unik-menggelitik-di-awal-berdirinya-tni_satu-senjata-untuk-lima-orang
Tentara Keamanan Rakyat dibentuk dari nol. Tanpa dukungan dana, maupun peralatan. Kondisi tentara Indonesia sangat memprihatinkan.

“Yang dipakai sebagai ukuran vital, setiap lima orang prajurit memiliki satu pucuk senjata,” kata Soekarno.

Saat itu TKR mengandalkan senjata rampasan dari Jepang atau sisa Belanda yang sudah tua. Jangan heran jika melihat barisan-barisan tentara hanya menyandang bambu runcing atau samurai.

“Kami mempunyai prajurit tanpa senjata, tanpa seragam dan tanpa gaji, tetapi tentara kami terus berkembang,” kata Soekarno haru.

4. Seragam Belang-belang
5-fakta-unik-menggelitik-di-awal-berdirinya-tni_seragam-belang-belang
Kini TNI punya seragam loreng yang bagus dan sama model maupun motifnya. Helm baja lengkap dengan sepatu boot berkualitas untuk bertempur.

Tahun 1945, seragam TNI tak sama. Jangankan membuat seragam yang sama, punya baju dan celana layak pakai saja sudah mewah.

“Sebagian tentara memakai uniform rampasan dari Belanda. Sebagian rampasan Australia dan ada juga yang melucuti tentara Jepang lengkap dengan sepatu boot dan pedang panjang,” kata Soekarno.

Uniknya saat itu bisa saja komandan hanya memakai pakaian usang dan celana pendek lusuh, sementara prajuritnya berpakaian lebih bagus. Tergantung siapa yang merampas duluan. Banyak juga yang ukurannya tak sesuai, sehingga kebesaran.

Tapi tak ada yang peduli saat itu. Mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia sejuta kali lebih penting daripada seragam mentereng.

5. Bawa Granat Langsung Jadi Perwira
5-fakta-unik-menggelitik-di-awal-berdirinya-tni_bawa-granat-jadi-perwira
Menjadi perwira TNI kini sangat sulit. Kalau bukan lulusan Akademi Militer maka harus sarjana yang kemudian mengikuti sekolah perwira. Seleksinya berat dan selektif.

Saat TKR terbentuk tanggal 5 Oktober 1945, sangat mudah menjadi perwira. Cukup bawa granat rampasan dan mendaftar. Tak perlu tes ini dan itu, langsung diberi pangkat letnan.

“Seorang sukarelawan yang mendaftarkan diri dengan membawa 10 anak buah, diberi pangkat kopral. Bila memimpin 20 orang, ia menjadi sersan. Tetapi bila membawa senapan dan granat selundupan, dia menjadi perwira,” kata Soekarno.