5 Fenomena Alam Yang Membingungkan | 5berita.com
cahaya-gempa_5berita

5 Fenomena Alam Yang Membingungkan

Alam memang selalu menyuguhkan fenomena yang misterius dan penuh teka-teki. Sejumlah teka-teki tersebut dapat dijelaskan oleh nalar para ilmuwan. Namun tidak sedikit fenomena alam yang membuat para ilmuwan bingung dan terus bertanya apa sebenarnya yang terjadi. Berikut 5 Fenomena Alam yang Masih Membingungkan Para Ilmuwan:

1. Cahaya Gempa

cahaya-gempa_5berita

Cahaya gempa bumi adalah salah satu fenomena langka dimana cahaya terlihat dilangit  sebelum ataupun setelah terjadinya gempa. Sampai kini fenomena tersebut masih membingungkan peneliti. Fisikawan Italia Cristiano Ferugia sebelumnya telah melaporkan cahaya gempa muncul pada 2000 SM. Namun ahli bumi masih tidak mempertanyakan fenomena itu. Sampai kemudian muncul cahaya gempa pada gempa Matsushiro Jepang pada 1966. Namun fenomena cahaya itu kian membingungkan. Sebab cahaya itu muncul dalam banyak warna dan bentuk berbeda. Berbagai teori coba menjelaskan fenomena aneh itu. Mulai dari akibat panas yang disebabkan gesekan, gas radon dan piezoe-elektrik. Pada 2003 Fisikawan NASA Dr Friedemann Freund menunjukkan cahaya gempa disebabkan aktivitas listrik pada batu. Menurutnya, gelombang gempa bumi dapat mengubah sifat listrik silikon dan oksigen yang mengandung mineral. Ini memungkinkan gelombang mengirimkan arus dan memancarkan cahaya. Tapi teori itu dipertanyakan Profesor David Brumbaugh, peneliti Arizona Earthquake Information Center di Flagstaff, Arizona. Ia mengatakan, teori Freund hanyalah jawaban aman, meski ia berkeyakinan sebenarnya fenomena itu lebih rumit. Tetapi kini tim ilmuwan yang dipimpin Dr Theriault mengklaim telah berhasil memecahkan misteri tersebut.

“Kami berspekulasi bahwa tumpukan tersebut berperilaku seperti corong, memusatkan muatan listrik hingga menjadi plasma terionisasi yang solid,” kata Robert Theriault, “Saat plasma meledak ke udara, ia akan menghasilkan cahaya,” tambah dia.

Theriault mengakui, cahaya gempa kadang-kadang salah dikira sebagai UFO. Pada awal tahun 1970-an, Jim Conacher sedang berperahu bersama sang istri di Danau Tagish di Yukon, Kanada. Mereka menyaksikan bola cahaya kuning di sisi gunung. Bola cahaya itu perlahan-lahan melayang ke atas gunung bergabung dengan satu lainnya.
Conacher memotret penampakan cahaya itu, kelak hasil fotonya muncul di situs-situs internet, dianggap sebagai penampakan UFO di Kanada.

Saat para ilmuwan menelaan data seismik, mereka menemukan catatan terjadinya gempa di Cross Sound pada 1 Juli 1973, dengan kekuatan 6,7 skala Richter. Juga ada gempa susulan dengan kekuatan 5,2 dan 4,1 SR. Meskipun para saksi mata, Conacher dan istrinya telah meninggal dan tak bisa ditanya soal kapan persisnya mereka bersampan ria, para ilmuwan yakin, cahaya itu muncul beberapa jam sebelum gempa.

Berdasarkan catatatn, area di mana cahaya gempa terjadi termasuk Italia, Yunani, dan patahan Rhine — yang membentang antara Prancis dan Jerman, juga sejumlah area di Amerika Selatan. Dan China. Theriault mengatakan, meski cahaya gempa tak umum terjadi untuk dijadikan peringatan dini, namun bisa difungsikan seperti itu.

Ini salah satunya, sebelum gempa di L’Aquila, seorang pria melihat kilatan cahaya sangat terang, bak siang hari. Cahaya itu hanya beberapa detik. Karena ia sudah pernah membaca soal cahaya gempa, ia memutuskan untuk membawa keluarganya ke tempat yang lebih aman. Dan mereka selamat.

Theriault juga mengenal seorang geolog di Kanada yang tinggal di China pada tahun 1976. Pada 28 Juli tahun yang sama, ia melihat cahaya gempa. Lalu, cepat-cepat ilmuwan itu meninggalkan rumahnya. Benar saja, tak lama kemudian terjadi gempa dahsyat Tangshan, yang menewaskan ratusan ribu orang — diperkirakan 240 ribu -650 ribu jiwa. Sang geolog selamat.

2. Garis pasir misterius

garis-pasir-nazca_5berita

 

Geoglyph Nazca menjadi dikenal luas di akhir 1920-an, ketika perjalanan udara komersial dibuka antara Lima dan Arequipa kota di selatan Peru. Gambar-gambar padang pasir misterius yang dikenal sebagai garis Nasca telah membingungkan arkeolog, antropolog, sehingga siapa pun terpesona oleh budaya kuno Amerika tersebut. Setelah sekian lama, hal tersebut telah menimbulkan berbagai penafsiran, sebagai jalan Inca, rencana irigasi, gambar yang dapat dinikmati dari balon udara panas primitif, dan yang paling eksotis adalah tempat mendarat pesawat alien.

Setelah Perang Dunia II, seorang guru berkebangsaan Jerman bernama Maria Reiche membuat survei pertama pada garis dan angka-angka yang disebut geoglyphs Nasca di luar kota dekat Palpa. Selama setengah abad, sampai kematiannya pada tahun 1998, Reiche memainkan peran penting dalam melestarikan geoglyphs. Ia lebih suka pada teorinya sendiri yang menghubungkan dengan garis pengaturan pada kalender astronomi. Kegigihannya melindungi geoglyph dari ancaman luar telah diadopsi oleh para penerusnya hingga hari ini. Bahkan para ilmuwan mengalami kesulitan memperoleh akses ke lokasi tokoh-tokoh binatang paling terkenal di dataran Pampa, Nasca barat laut.

Sejak 1997, Peru telah melakukan penelitian kerjasama dengan Jerman yang berlangsung di sebelah utara dekat kota Palpa. Isla dengan arahan Markus Reindel dari Institute Arkeologi Jerman, Nasca-Palpa Project telah terbangun secara sistematis. Studi multidisiplin peradaban kuno di wilayah tersebut dimulai dengan di mana dan bagaimana peradaban Nasca hidup, mengapa mereka menghilang, dan apa arti desain yang aneh yang mereka tinggalkan di gurun pasir.

Saat pesawat kami membelok ke lokasi lain, Isla, yang berasal dari dataran tinggi dan bekerja di Institut Arkeologi Andes, menempel wajahnya ke jendela. “Trapezoid!” ia berteriak, menunjukkan kliring geometris yang besar yang menjulang ke pandangan. “Platform!” ia menambahkan, memberi isyarat dengan jarinya. “Platform!”

Platform? Dia menunjuk pada tumpukan batu kecil di salah satu ujung trapesium. Jika Isla dan rekan-rekannya benar, seperti struktur unprepossessing mungkin memegang kunci untuk memahami tujuan sebenarnya dari garis-garis Nasca. Cerita dimulai, dan berakhir, dengan air.

Daerah pesisir selatan Peru dan Chile utara adalah salah satu tempat terkering di Bumi. Lembah kecil yang dilindungi barrier tempat budaya Nasca muncul. Sepuluh sungai turun dari Pegunungan Andes, di sebelah timur, sebagian besarnya kering setidaknya setiap setengah tahun. Kesepuluh pita hijau yang rapuh, dikelilingi oleh seribu nuansa cokelat, menawarkan hot spot yang subur bagi munculnya peradaban awal, seperti Delta Nil atau sungai-sungai di Mesopotamia. “Itu adalah tempat yang tepat bagi pemukiman manusia, karena air itu,” kata ahli geografi Bernhard Eitel, seorang anggota Proyek Nasca-Palpa. “Tapi itu beresiko sangat tinggi bagi lingkungan.”

 

3. Navigasi Kupu-Kupu

kupu-kupu-monarch_5berita

 

Kupu-kupu jenis Monarch butterfly di Amerika Utara tercatat bermigrasi ribuan mil ke arah selatan selama musim dingin. Pada 1950-an, ahli hewan telah memulai pelacakan migrasi kupu-kupu itu. Saat itu diketahui tujuan kupu-kupu ini yakni pegunungan Meksiko. Namun ternyata itu bukan tujuan akhir, kupu-kupu jenis itu belakangan menargetkan 12 sampai 15 gunung Meksiko. Peneliti masih belum mengetahui kenapa bisa kupu-kupu mencapai gunung sebanyak itu. Terdapat teori yang menjelaskan kupu-kupu bermigrasi mengikuti arah matahari. Tapi pertanyaannya, kenapa bisa sampai sejauh 15 gunung?

Jutaan kupu-kupu Monarch bermigrasi ke Meksiko untuk musim dingin dan ilmuwan telah lama berspekulasi tentang bagaimana serangga menemukan jalan. Ternyata, jawabannya ada pada antena. Semua kupu-kupu menggunakan antena sebagai alat navigasi untuk menangkap sinyal sinar matahari. Dan matahari terus bergerak, sehingga makhluk kecil ini harus terus-menerus menyesuaikan diri dengan tetap berada di jalur sepanjang hari perjalanan.

Menurut penelitian yang dipimpin oleh Dr Steven M. Reppert, ketua neurobiologi di University of Massachusetts Medical School, seperti kebanyakan binatang yang memiliki apa yang disebut jam sirkadian di otak mereka untuk membantu mengenali waktu dan posisi matahari memungkinkan mereka mengikuti jalur dalam berimigrasi. Tapi kupu-kupu Monarch memiliki jam kedua yang berbasis di antena mereka untuk menangkap sinyal sinar terang.

“Apa pun kita belajar tentang serangga … akan menceritakan sedikit lebih banyak tentang bagaimana otak kita bekerja,” kata Reppert, yang aktif meneliti jam internal pada otak binatang, termasuk juga manusia. “Secara biologis menarik untuk dipahami.” Para peneliti semula mengira navigasi terjadi di otak kupu-kupu, tetapi penelitian ini menunjukkan bahwa otak dan antena masing-masing memiliki jam sirkadian dan mereka bekerja bersama-sama. Penelitian Reppert ini didanai oleh National Institutes of Health

Para peneliti, melakukan tes dengan memegang sayap kupu-kupu yang lembut dan mencelupkan antena mereka di enamel cat. Kupu-kupu yang antenanya diberi cat berwarna hitam tidak dapat melakukan orientasi lingkungan, sementara antena kupu-kupu yang antenanya tidak diberi cat, tidak kesulitan melakukan navigasi.

Kupu-kupu yang antenanya diberi dengan cat hitam menjadi tersesat meskipun mata mereka mampu melihat cahaya, para peneliti menyimpulkan bahwa antena itu penting untuk menemukan jalan. Kupu-kupu mengunakan antena sebagai penginderaan cahaya untuk navigasi, tetapi juga menunjukkan bahwa indra penciuman tidak berpengaruh dalam menemukan jalan, karena hidung mereka juga ditutup oleh cat.

Charalambos P. Kyriacou dari University of Leicester, Inggris, mengatakan bahwa hasil eksperimen menunjukkan antena berfungsi sebagai semacam stand-alone global positioning system untuk serangga. “Jam Antena muncul untuk menimpa setiap masukan dari jam otak untuk navigasi.”

4. Suara Misterius

the-hum_5berita

 

Gangguan suara dengungan (Hum) menjadi misteri bagi warga Bristol, barat daya Inggris sampai Bondi, Sydney Australia. Tak semua orang dapat mendengar dengungan kecil itu. Disebutkan hanya satu dari 20 orang yang dapat merasakan gangguan suara itu. Tahun lalu, seorang warga Beaufort di County Kerry , Irlandia memohon dewan lokal untuk mengusut suara mieterius itu. Warga sempat menyalahkan pompa air yang diduga sebagai sumber gangguan suara. Namun setelah dewan lokal mematikan pompa air, suara tetap muncul. Di lokasi lain, ilmuwan angkat bicara dengan suara misterius itu. Ilmuwan beranggapan gangguan itu terkait dengan tinnitus. Tinnitus merupakan istilah medis untuk pendengaran suara yang tak tampak sumber suara. Suara yang muncul bisa keras atau lembut. Ilmuwan juga menerka gangguan suara berasal dari kebisingan aktivitas industri atau suara dari bukit pasir. Nyatanya, sampai kini masih jadi misteri.

5. Siklus 17 Tahun Jangkrik

jangkrik-magicicada_5berita

Pada tahun ini peneliti dikagetkan dengan kemunculan spesies jangkrik yang tak pernah muncul sejak 1996.Setelah 17 tahun, pada musim panas tahun ini, tiba-tiba muncul miliaran Magicicada septendec, sejenis belalang terbesar asli dari AS, keluar dari tanah untuk mencari pasangan. Dua atau tiga minggu kemudian mereka mati. Ilmuwan berspekulasi siklus hidup 17 tahun jangkrik itu untuk menghindari dengan siklus predator. Peneliti menyebutkan hidup jangkrik tak sama dengan masa hidup predator yang memiliki siklus kehidupan dua atau tiga tahun. Disebutkan jangkrik menghindari predator dengan usia hidup lebih lama atau lebih singkat dari usia hidup predator mereka. Peneliti masih belum dapat melacak bagaimana siklus hidup jangkrik itu.укладка половой рейкиweb page translatorигрушки юаИнтеграция онлайн-бизнеса с 1С