5 Fenomena Smartphone Yang Menghantui Remaja | 5berita.com
5-fenomena-smartphone-yang-menghantui-remaja_dekat-jadi-jauh

5 Fenomena Smartphone Yang Menghantui Remaja

Smartphone adalah teknologi yang paling populer saat ini, begitu melekatnya smartphone dalam kehidupan sehari – hari membuat seseorang akan merasa aneh ketika dirinya tidak memiliki yang namanya smartphone, bahkan ada yang selalu update dengan menggunakan smartphone terbaru.

Kian lama kemampuan smartphone kian berkembang, yang dapat memudahkan penggunanya dalam berkomunikasi, tak hanya itu smartphone juga memiliki banyak fitur yang diperlukan bagi banyak orang, karena kemudahan-kemudahan inilah akhirnya seseorang tidak dapat lepas dari yang namanya smartphone. Banyak fenomena unik yang tidak disadari menjadi kebiasaan setelah smartphone jadi ‘sahabat dekatnya’ (bahkan lebih dekat dari pacarnya). Berikut ini adalah 5 Hal sepele yang memang benar-benar terjadi pada manusia setelah adanya smartphone.

5 Fenomena Smartphone Yang Menghantui Remaja :

1. Jauh jadi dekat, dekat jadi jauh
5-fenomena-smartphone-yang-menghantui-remaja_dekat-jadi-jauh
Smartphone memang memudahkan kita berkomunikasi dengan siapapun yang berada nun jauh di sana. Tidak seperti jaman dulu yang harus antri di wartel dan bayar bill demi bisa kangen-kangenan dengan keluarga atau pacar.

Namun, ketika yang jauh menjadi dekat, tak jarang yang dekat malah menjadi jauh. Semacam semut di seberang lautan nampak dan pacar di pelupuk mata tidak nampak. Ahh.. Apalagi remaja jaman sekarang rasanya gak gaul kalau gak bawa handphone ke mana-mana. Semoga kita nggak lupa kalau ada teman atau pacar di samping kita.

2. Internet Teman Sejati
5-fenomena-smartphone-yang-menghantui-remaja_internet-teman-sejati
Kesibukan dengan smarphone menjadikan seseorang dijauhkan dari orang terdekat. Tak banyak pula mereka hanya bertemankan handphone kesayangannya. Yang dulu sering jalan-jalan dengan sahabat sekarang hanya diam dirumah dan menatap layar handphone.

Tanpa kita sadari, jam hangout dengan teman telah ‘tergantikan’ oleh internet. Selain dapat mengerti segala hal, komunikasi dengan orang lain tetap bisa berjalan. Tapi akan ada suatu masa di mana kita menyadari, kita duduk bersama dalam suatu ruangan, tapi saling diam karena berkomunikasi via chat atau sibuk dengan ponsel sendiri. Sedih banget.

3. Tidur Nyenyak dengan Handphone
5-fenomena-smartphone-yang-menghantui-remaja_smartphone-teman-tidur
Adanya handphone sebenarnya memicu timbulnya penyakit insomnia. Penyakit susah tidur ini bukan karena kegelisahan, ketakutan atau merasa bersalah terhadap sesuatu yang terjadi di masa datang. Namun kebiasaan melihat handphone terlebih dahulu.

Banyak dari kita rela meninggalkan aktivitas lain karena ngantuk, tetapi beberapa menit kemudian memegang hp meski hanya sekedar melihat jam. Bahkan menunggu isi baterai penuh lalu beranjak tidur. Bukan main, handphone ibarat ‘teman tidur’ bagi kita. Besok pagi? Bangun-bangun ya cari smartphone lagi meski iler masih di pipi.

4. Foto Selfie
5-fenomena-smartphone-yang-menghantui-remaja_selfie
Kalau belum selfie maka belum lengkap rasanya batin dan jiwa ini. Bahkan dalam keadaan apapun kita mengabadikan setiap moment tersebut. Bangun tidur, sebelum mandi, olahraga, makan dan hal lain pun tak pernah luput dari jepretan kamera. Bahkan di luar negeri, ada kasus di mana orang tua cemas banget karena anak gadisnya yang masih SMA, suka selfie seharian.

Setelah berselfie ria, tak lupa kebiasaan kita mengupload ke media sosial. Semacam pamer atau mengatakan dunia bahwa kita hari ini sudah selfie. Yah, ditambah lagi dengan aplikasi penunjang untuk mempercantik gambar. Makin rajin deh seseorang melakukan selfie, lebih rajin daripada makan 3 kali sehari.

5. Memotret dari pada Menolong orang
5-fenomena-smartphone-yang-menghantui-remaja_foto-daripada-menolong
Fakta yang lucu sering ditemukan akhir-akhir ini adalah kebiasaan remaja yang tiba-tiba menjadi sesosok photografer dadakan. Bukan hanya model cantik yang difoto, bahkan hal-hal burukpun difoto. Seperti yang paling ironis adalah korban kecelakaan, korban bencana, dan sebagainya. Heeey, mereka itu perlu ditolong lho!

Bukannya menolong agar tidak tenggelam dalam air tapi kebanyakan dari mereka malah mengabadikan moment tersebut sebagai dokumenter. Tak hanya itu terkadang ada pula yang berfoto selfie. Ouch, where’s our humanity?