5 Hal Yang Mungkin Tidak Anda Ketahui Tentang Payudara | 5berita.com
payudara-sexy_5berita

5 Hal Yang Mungkin Tidak Anda Ketahui Tentang Payudara

Payudara merupakan salah satu bagian tubuh wanita yang paling disukai oleh para pria dan mampu memberikan dorongan seks yang luar biasa. Bagi wanita payudara adalah sumber kebanggaan, kesenangan, bahkan kehidupan. Payudara juga merupakan salah satu organ sensitif wanita, yang jika disentuh akan memerikan suatu perasaan tersendiri bagi pemiliknya. Anda mungkin mengetahui tentang banyak hal tentang payudara wanita, seperti bentuk, ukuran dan fakta lainnya. Namun ketahuilah masih  banyak yang mungkin tidak Anda ketahui tentang bagian tubuh yang indah ini.

5beritaCara-Membesarkan-Payudara-Dengan-Cepat

5beritaCara-Membesarkan-Payudara-Dengan-Cepat

Berikut merupakan 5 hal yang mungkin tidak Anda ketahui tentang payudara

1. Wanita dengan implan payudara lebih mungkin untuk bunuh diri

Sebuah studi 15-tahun dilakukan di Universitas Laval di Quebec, Kanada, dan diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology menemukan tingkat 73% wanita dengan implan payudara lebih tinggi untuk bunuh diri daripada wanita dengan payudara normal. Dari fakta ini Tentu saja, payudara implan sendiri tidak menyebabkan kecenderungan bunuh diri. lebih pada keinginan untuk mendapatkan pembesaran mungkin gejala dari kondisi mental yang mendasari, seperti rendah diri, depresi atau gangguan dismorfik tubuh (BDD). Wanita dapat memilih untuk implan jika mereka menganggap payudara yang lebih besar sebagai sarana untuk mendapatkan kepercayaan diri ataumengatasi masalah pribadi lainnya. Studi lain yang dilakuakn di Departemen Psikologi di Rumah Sakit Anak Philadelphia, menyimpulkan bahwa orang-orang dengan isu-isu seperti BDD “biasanya tidak mendapatkan keuntungan dari prosedur kosmetik.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Plastic Surgery memperkuat penelitian lain yang menunjukkan bahwa wanita yang melakukan pembesaran payudara memiliki risiko bunuh diri. Penelitian tersebut dibuktikan oleh para peneliti dari Amerika Serikat.

Loren Lipworth dari the Vanderbilt University Medical Center di Tennessee, Amerika bersama rekannya meneliti 3.327 wanita Swedia yang memasang implan payudara antara tahun 1965 dan 1993. Mereka pun meneliti surat kematian dari wanita yang telah melakukan operasi payudara. Hasilnya, hanya 24 wanita yang ingin melakukan bunuh diri setelah 19 tahun memakai implan. Namun sebenarnya, risiko itu tiga kali lebih besar jika dilihat dari jumlah populasi penelitian. Para peneliti menulis, peningkatan risiko bunuh diri tidak terlalu jelas sampai 10 tahun setelah implan.

Menurut Lipworth, beberapa wanita yang memasang implan payudara kemungkinan memiliki masalah kejiwaan pada awalnya. Misalnya, krisis kepercayaan diri atau tidak suka dengan bentuk tubuhnya. “Saya pikir kita tidak tahu betul bahwa masalah itu sangat besar karena kita tidak bisa menentukan proporsi wanita yang memiliki gangguan kejiwaan. Mungkin ada banyak gangguan yang berbeda,” ujar Lipworth, seperti yang dikutip dari Reuters.

Selain karena bunuh diri, para peneliti juga menemukan bahwa wanita yang memasang implan payudara juga terkait dengan kematian akibat alkohol dan obat-obatan terlarang. Lipworth menjelaskan ada sedikitnya 38 kasus kematian pada wanita dengan implan payudara yang dipicu oleh penyalahgunaan obat dan alkohol.

2. Beberapa wanita dapat mencapai orgasme melalui stimulasi payudara

Gagasan bahwa perempuan dapat mencapai orgasme melalui stimulasi payudara sendiri telah dikemukakan oleh Marshall Miller dan Dorian Solot, sepasang high-profile pendidik seks dan penulis I Love Female Orgasm dan An Extraordinary Orgasm Guide. Menurut temuan mereka, sekitar 1% dari wanita melaporkan kemampuan untuk mencapai orgasme melalui rangsangan manual payudara mereka. Seperti biasa, statistik lain yang lebih memberikan kontribusi terhadap misteri orgasme wanita.Untuk kepentingan semua orang, yang 1% harus berbicara dan membiarkan dunia dalam rahasia payudara mereka.

fakta lain, Saat orgasme paudara akan membesar sekitar 25 persen dan warna puting akan berubah menjadi lebih gelap.

3. Fetisisme payudara dianggap sebagai gangguan kejiwaan

Biarkan Asosiasi Psikiatri Amerika (APA) menyebutnya jimat (dalam edisi keempat dari ManualDiagnostik dan Statistik Gangguan Mental). Namun, karena fetisisme dapat didefinisikan sebagai“penggunaan benda non seksual atau tak hidup atau bagian dari tubuh seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual”. Rakyat Amerika sangat menyukai payudara, dan mungkin karena hal tersebut mereka membuat hal yang aneh dan itu sudah menjadi hal biasa disana.

4. Payudara bagian kiri lebih besar

Ini adalah menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Annals of Plastic Surgery yang tampak pada payudara hanya di bawah 600 perempuan. Sebagai payudara mereka tumbuh dan berkembang selama masa pubertas dan juga di luar itu berbarengan dengan ,pertumbuhan tubuh. Payudara adalah salah satu perhatian utama yang dimiliki perempuan dan sesuatu yang menyebabkan mereka gelisah adalah lebih besar atau lebih kecil daripada payudara yang lain. Dan menurut studi, payudara memang tidak selalu sama dan biasanya bagian kiri lebih besar daripada payudara bagian kanan. Sehingga bagi kaum wanita perbedaan tersebut tidak perlu di cemaskan.

5. Pria juga bisa menyusui

milkmen_5berita

Penelitian menunjukkan bahwa sama dengan wanita, pria juga memiliki kelenjar susu dan jaringan mamal yang bisa memproduksi prolactin serta oxytocin. Kedua hormon tersebut merupakan hormon penting yang diperlukan untuk memproduksi air susu.

Air susu pria bisa keluar melalui proses pompa, rangsangan pada puting, atau cara medis lain. Meski begitu, hingga saat ini masih belum diketahui apakah kandungan air susu dari pria sama dengan kandungan ASI. Karena hal ini masih jarang diketahui, maka menyusui masih sangat jarang dilakukan oleh seorang ayah. Namun, bayangkan jika suatu saat ayah benar-benar bisa ikut andil menyusui bayinya. Kemungkinan para ibu bisa beristirahat sejenak ya. untuk laki-laki yang menyusui anak-anak mereka (mereka disebut “milkmen”).