5 Hewan Hasil Modifikasi Genetik | 5berita.com
Kucing glow-in-the-dark

5 Hewan Hasil Modifikasi Genetik

Pernahkan anda terbayang Ingin memelihara ‘kucing glow-in-the-dark’ atau ‘ayam tanpa bulu’? Mungkin terdengar seperti kisah fiksi ilmiah tetapi hewan-hewan sejenis ini telah ada sejak bertahun-tahun yang lalu. Hewan-hewan hasil modifikasi genetik bisa ‘dibuat’ dengan cara memanipulasi atau menggabungkan DNA hewan yang satu dengan yang lain untuk menghasilkan satu set DNA hewan yang sama sekali baru.

Mungkin Anda tidak menyadari jika selama ini hewan hasil modifikasi genetik telah Anda konsumsi setiap hari. Tidak percaya? Tahukah Anda bahwa ikan nila hasil ternak 95% adalah pejantan? Lalu bagaimana peternak bisa menghasilkan 95% pejantan? Tentu saja dengan modifikasi genetika.

Berikut 5 Hewan Hasil Modifikasi Genetik :

1. Sapi yang menghasilkan Air Susu Ibu

Sapi yang menghasilkan Air Susu Ibu

Para ilmuwan di China Agricultural University sejak lama telah berusaha menggabungkan DNA manusia dengan DNA sapi perah dalam usaha untuk mendapatkan jenis sapi yang bisa menghasilkan ASI. Dan percobaan itu telah berhasil, ke-200 sapi perah percobaan itu kini telah berhasil memproduksi susu yang identik dengan susu ibu.

Metode yang digunakan adalah dengan mengkloning gen manusia dan mencampurnya dengan DNA dalam embio sapi. Embrio tersebut kemudian ditanam pada sapi betina. Ide awal dari percobaan ini adalah bagaimana membuat susu sapi yang mempunyai kandungan semirip mungkin dengan susu ibu. Meskipun kini hasil percobaan ini menuai kontroversi, tetapi ketika hal ini berlalu para ibu tidak perlu susah-susah lagi menyusui anaknya, cukup dengan membeli susu sapi jenis ini.

2. Super Salmon

Super Salmon

Gambar di atas adalah perbandingan antara salmon biasa dengan salmon hasil modifikasi genetika pada usia yang sama. Seperti yang bisa Anda lihat, salmon tersebut mampu tumbuh dua kali lebih besar dan dua kali lebih cepat. Dibuat oleh perusahaan bernama AquaBounty, salmon ini merupakan gabungan antara DNA salmon jenis Atlantic dan Chinook serta belut jenis Eelpout.

Kombinasi ini menghasilkan jenis salmon baru yang disebut AquAdvantage Salmon yang mampu memproduksi hormon pertumbuhan sepanjang tahun. Tidak seperti jenis salmon lain yang hanya memproduksi hormon pertumbuhan di musim panas saja. Jika perizinan untuk memproduksi massal salmon jenis ini telah diberikan oleh badan Food and Drug Administration, maka bisa diharapkan dalam waktu dekat salmon jenis ini sudah bisa dibeli di supermarket-supermarket.

3. Kuda laut emas

golden seahorse

Jika Anda pecinta perhiasan emas, selain bisa mengkoleksi jam tangan emas atau handphone berlapis emas, sekarang Anda juga bisa memelihara hewan berlapis emas, tepatnya ‘golden seahorse’. Spesies baru ini berhasil dikembangbiakkan oleh para ilmuwan Vietnam di Vietnam National University’s College of Science dan merupakan hewan hasil modifikasi genetik pertama yang berhasil dikembangkan di negara itu.

Kuda laut emas ini berhasil dikembangkan dengan teknik ‘gene shooting method’ menggunakan bubuk emas dicampur dengan protein jellyfish kemudian disuntikkan ke dalam telur kuda laut biasa. Teknik gene shooting ini jika berhasil disempurnakan diharapkan bisa digunakan untuk mengobati beberapa penyakit yang selama ini sulit diobati seperti diabetes mellitus dengan cara memanipulasi DNA bermasalah pada tubuh pasien.

4. Kucing glow-in-the-dark

Kucing glow-in-the-dark

Pada tahun 2007, ilmuwan Korea Selatan berhasil memodifikasi DNA kucing dan membuatnya mampu bersinar dalam gelap kemudian mengkloning satu set spesies kucing baru, ‘glow-in-the-dark cat’. Lalu apa untungnya mempunyai kucing-kucing ini? Kucing-kucing jenis ini tidak hanya keren tetapi juga mempunyai daya tahan tubuh lebih kuat daripada kucing biasa.

Selain itu kucing-kucing ini juga terbukti lebih tahan terhadap virus HIV, karena itu para ilmuwan kemudian menggunakannya sebagai bahan percobaan pengobatan HIV/AIDS. Jika Anda ingin memelihara kucing ini, Anda bisa membelinya di Wal-Mart dengan harga sekitar $120 per ekor.Sebuah harga yang tidak terlalu mahal untuk seekor kucing yang bisa bersinar dalam gelap.

5. Ayam tanpa bulu

Ayam tanpa bulu

Melihat gambar di atas pasti Anda berpikir, “Kenapa Tuhan membuat hewan sejelek itu”?. Jangan salahkan Tuhan, karena yang pertama kali ‘membuat’ ayam jenis itu adalah para ilmuwan Israel di Israelis Rehovot Agronomy Institute. Lalu mengapa mereka membuat ayam semacam itu? Bukankah mereka akan selalu kedinginan?

Pemikiran awalnya adalah untuk mengembangkan ayam potong jenis baru yang memudahkan proses pemotongan karena tidak perlu mencabuti bulu-bulunya. Selain itu ayam-ayam jenis ini terbukti juga mampu lebih tahan terhadap cuaca dingin sehingga tidak perlu lagi menggunakan penghangat ruangan. Diharapkan pada akhirnya akan memangkas ongkos produksi lumayan banyak.english portuguese translatorдневной вечернийлобановский харьковtranslation french to french