5 Kasus Tragis Akibat Larangan Bukan Muhrim | 5berita.com
5-kasus-tragis-akibat-larangan-bukan-muhrim_nonton-voli-pria

5 Kasus Tragis Akibat Larangan Bukan Muhrim

Dalam Islam, kita tahu bahwa percampuran laki – laki dan wanita yang bukan muhrim(bukan suami-istri atau keluarga) adalah hal yang tidak baik dan melanggar norma – norma agama tersebut. karena jika laki – laki dan wanita yang bukan muhrim bercampur bisa menimbulkan kerusakan moral di tengah masyarakat.

Namun sayangnya larangan bukan muhrim itu terkadang terlalu kaku sehingga menyebabkan kejadian – kejadian yang berakibat fatal dan ironis. Berikut adalah 5 Kasus Tragis Akibat Larangan Bukan Muhrim :

1.Pamer foto dengan gadis Hindu, pemuda muslim India dipukuli
5-kasus-tragis-akibat-larangan-bukan-muhrim_foto-bareng
Lelaki India bernama Muhammad Riyaz, 20 tahun, dipukuli oleh sekelompok orang gara-gara berpose dengan lima teman kelas perempuan beragama Hindu. Salah satu dari teman laki-lakinya di foto itu juga tampak berbaring di pangkuan teman-teman perempuan yang jelas-jelan bukan muhrim.

Selama dipukuli, termasuk dengan kayu, mereka menanyakan di mana teman laki-lakinya yang berbaring di atas pangkuan para perempuan itu. Mereka juga bertanya, kenapa dia, seorang muslim, berfoto dengan gadis-gadis Hindu.

“Kami sudah sangat dekat dan akrab sejak di tahun pertama kuliah. Jika tidak akrab, tidak mungkin para gadis itu mengizinkan. Mereka semua terlihat tersenyum. Jika dipaksa, tentu mereka tidak akan tersenyum,” ujar Riyaz.

Polisi juga menuturkan teman laki-laki Riyaz itu saat ini sembunyi dan bukannya mencari perlindungan polisi. Dia takut bernasib sama seperti Riyaz.

Kota Mangalore dikenal sebagai kota yang banyak dihuni kelompok-kelompok garis keras Hindu. Sebagian dari mereka bahkan berlaku bak polisi moral.

2.Ikut pesta dengan kaum laki-laki, 60 siswi ditahan polisi Saudi
5-kasus-tragis-akibat-larangan-bukan-muhrim_ikut-pesta
Polisi syariah Arab Saudi telah menahan sekelompok anak muda di sebuah pesta kelulusan bercampur antara perempuan dengan laki-laki.

Polisi syariah menangkap 60 anak perempuan dan 15 anak laki-laki selama pesta perayaan kelulusan itu, “Tidak ada minuman beralkohol, yang dilarang di Saudi, ditemukan oleh polisi,” kata seorang sumber enggan disebutkan identitasnya kepada Al Arabiya.

Para gadis yang ditangkap itu kemudian diserahkan kepada orang tua mereka. Sementara para pemuda yang ditahan dirujuk kepada pihak berwenang.

Polisi syariah Saudi bekerja untuk menegakkan kode etik yang ketat di kerajaan di Jazirah Arab itu.

Anggota polisi syariah berpatroli di jalan-jalan untuk menegakkan pemisahan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri atau keluarga serta kode berpakaian.

3.Tonton pertandingan voli pria, perempuan ini dipenjara
5-kasus-tragis-akibat-larangan-bukan-muhrim_nonton-voli-pria
Seorang wanita dikurung di sebuah penjara terkenal di Iran setelah mencoba menonton pertandingan bola voli pria.

Ghoncheh Ghavami, 25 tahun, ditangkap dan dibawa ke Penjara Evin di Ibu Kota Teheran beberapa hari setelah dia mencoba untuk menonton pertandingan bola voli pria antara Iran dan Italia pada 20 Juni lalu, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Rabu (10/9).

Dia telah menghabiskan waktu selama 41 hari di sel isolasi, menurut keluarganya Ghoncheh pergi ke Stadion Azadi, namun ironisnya ia malah ditangkap karena dianggap melanggar aturan yakni “kaum perempuan dilarang untuk menghadiri acara olahraga kaum pria”, hal ini membuat perempuan lain memprotes aturan ketat Iran yang diperkenalkan setelah Revolusi Islam 1979.

Kepala polisi Iran, Esmail Ahmadi Moghadam, mengatakan kepada kantor berita Fars, “Dalam kondisi saat ini, pencampuran pria dan wanita di stadion bukan untuk kepentingan umum”.

“Sikap yang diambil oleh para ulama dan pemimpin tertinggi tetap tidak berubah, dan sebagai penegak hukum, kita tidak bisa membiarkan perempuan untuk memasuki stadion,” lanjut dia.

Kampanye di media sosial bermunculan dalam upaya untuk menekan Iran agar membebaskan Ghoncheh. Ada sebuah akun di Facebook yang didedikasikan untuk membantu dia dan tanda pagar #FreeGhonchehGhavami diunggah di Twitter tentang keadaannya.

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pihaknya menyadari terkait situasi ini, tetapi tidak terlalu dapat membantu karena Iran tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Inggris, jadi mereka tidak mungkin dapat membantu Ghoncheh.

 

Pengacaranya juga tidak memiliki akses bertemu dengan dirinya atau dokumen tentang mengapa Ghoncheh ditahan, meskipun kami mengerti dia sedang diselidiki dengan tuduhan pelanggaran yang sangat samar yakni propaganda melawan negara.

4. Ayah larang penjaga pantai selamatkan putrinya lantaran bukan muhrim
5-kasus-tragis-akibat-larangan-bukan-muhrim_dilarang-menyelamatkan-karna-bukan-muhrim
Seorang ayah yang amat protektif pada anaknya menolak pertolongan penjaga pantai untuk menyelamatkan putrinya yang sedang tenggelam. Alasannya, lantaran si penjaga pantai bukan muhrim anaknya.

Akibatnya, sang anak yang berusia 20 tahun itu meninggal lantaran tenggelam di pantai. Hal ini terjadi di Dubai, Uni Emirat Arab, seperti dilansir dari metro.co.uk, Senin (10/8).

“Ini merupakan salah satu insiden mengerikan yang terjadi sepanjang sejarah karir saya,” ujar Wakil Direktur Kepolisian Dubai Letnan Kolonel Ahmed Burqibah.

Ahmed mengatakan kejadian tak terlupakan ini amat menyedihkan. Sang ayah terlalu protektif pada anak gadisnya.

Dia menyebutkan, untuk masalah pertolongan pada orang yang tenggelam, tak seharusnya memikirkan muhrim atau tidak.

“Yang seharusnya kita utamakan adalah keselamatan,” kata dia.

Gadis 20 tahun malang ini terbawa ombak pantai yang membesar. Dia sudah berteriak minta tolong, sang ayah hanya tertegun melihat anaknya tenggelam.

Sementara itu, seorang penjaga pantai bergegas untuk menolong si gadis, namun dihadang dan dilarang oleh ayahnya.

‘Dia berkata, ‘jangan sentuh dia, kamu bukan muhrimnya’,” ujar Ahmed.

5.Salaman dengan pria, wanita ini dipenjara 12 tahun
5-kasus-tragis-akibat-larangan-bukan-muhrim_salaman-dengan-pengacara
Atena Farghadani (29) ditahan sejak Februari tahun ini karena menggambarkan pemerintahan Iran sebagai kumpulan monyet dan kambing. Belakangan, hukuman kartunis wanita itu bisa bertambah berat, hanya karena dia menyalami pengacaranya, seorang laki-laki, di penjara.

Selain kartun-kartunnya dianggap menghina pemerintah, dia dituding mencemarkan nama baik Pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Masalah Farghadani bertambah, setelah sipir memergokinya menjabat tangan sang pengacara, Mohammad Moghimi, saat dikunjungi di Penjara Garchak, lokasi berkumpulnya mayoritas tahanan politik Iran.

Mereka berdua didakwa melakukan zina. Bersentuhan bukan muhrim dihukum cukup berat di Negeri Para Mullah itu. Hukuman penjara yang diterima Farghadani kini hampir pasti lebih dari 12 tahun.

Lembaga hak asasi, Amnesty International, menyebut Iran melakukan pemberangusan sistematis terhadap hak Farghadani menyuarakan pendapatnya. Farghadani kabarnya kini melakukan mogok makan karena hukuman buatnya dianggap tidak adil. Petisi dalam jaringan untuk membebaskan Farghadani telah didukung 10.608 orang.

Farghadani mulai menggambar lima tahun terakhir. Dia keras mengkritik undang-undang Iran yang melarang kontrasepsi sukarela perempuan.депутат лобановскийtranslator for spanish and englishкупить хороший