5 Kiper Terbaik Eropa | 5berita.com

5 Kiper Terbaik Eropa

Terkadang, kemenangan sebuah tim bisa didapatkan jika memiliki penyerang yang bagus. Namun, penjaga gawang juga menjadi sosok sentral dalam sebuah kesuksesan tim. Tak heran jika semua tim berlomba-lomba untuk mendapatkan kiper terbaik.

Posisi kiper adalah yang paling spesial dari semua posisi di lapangan. Mereka pun memiliki hak istimewa untuk menyentuh bola dengan semua bagian tubuh mereka asal itu dilakukan di dalam kotak penalti. Mereka juga mendapat perlindungan khusus dari wasit. Sedikit saja menyenggol kiper, wasit akan meniup peluit tanda adanya pelanggaran.

Memiliki kiper hebat tentu menjadi impian semua tim. Beberapa klub top Eropa cukup beruntung karena memiliki kiper yang sesuai ekspektasi mereka. Bahkan, bisa dibilang para penjaga gawang tersebut salah satu penentu kesuksean tim sepanjang musim.

1. Gianluigi Buffon (Juventus)

buffon

Sejak direkrut dari Parma pada musim panas 2001 dengan mahar 49,2 juta euro, Buffon langsung menjadi sosok yang tak tergantikan di bawah mistar gawang Juventus. Pelatih boleh datang dan pergi. Namun, urusan posisi kiper, Buffon tak pernah tersisih.

Meski usianya sudah 38 tahun, terbukti Buffon masih menjadi pilihan utama pelatih Massimiliano Allegri. Bersama I Bianconeri, ia sudah tampil dalam 579 pertandingan.

Ia pun berandil penting dalam sukses Juve mengoleksi tujuh gelar Serie A, dua Coppa Italia, dan lima Piala Super Italia. Tak heran jika ia mendapatkan julukan Superman. Bahkan, ia juga memegang rekor tanpa kebobolan terlama di Serie A (973 menit).

Laga: 44
Kebobolan: 26
Clean Sheet: 25
Saves (Liga+Liga Champions): 85
Saves per Gol (Liga+Liga Champions): 3,27
Penalties Saved (Liga+Liga Champions): 1/2
Distribution accuracy (Liga+Liga Champions): 78,5%

2. Manuel Neuer (Bayern Muenchen)

neuer

Banyak yang meragukan kemampuan Neuer sebagai seorang kiper. Pasalnya, ia memperkuat sebuah tim yang jarang mendapatkan tekanan, yakni Muenchen. Alhasil, Neuer pun lebih sering terlihat menganggur dalam sebuah pertandingan.

Penilaian itu mungkin benar, tapi juga bisa salah. Sebab, kiper berusia 30 itu membuktikan ia mampu menciptakan penyelamatan-penyelamatan mengesankan saat penyerang lawan mendapatkan peluang mencetak gol.

Tak heran jika namanya masuk dalam daftar kiper terbaik musim 2015/2016. Dari 49 penampilan, Neuer mampu mencetak 27 clean sheet. Selama di Muenchen, Neuer sudah mengoleksi empat gelar Bundesliga, tiga DFB Pokal, satu Piala Super Jerman, satu Liga Champions, satu Piala Super Eropa, dan satu Piala Dunia Antarklub.

Laga: 49
Kebobolan: 29
Clean Sheet: 27
Saves (Liga+Liga Champions): 67
Saves per Gol (Liga+Liga Champions): 2,48
Penalties Saved (Liga+Liga Champions): 1/1
Distribution accuracy (Liga+Liga Champions): 83,5%

3. David De Gea (Manchester United)

david-de-gea-manchester-united-premier-league_1qrrme96dykc91jwxqrhkv9vm4

Muda dan berbakat. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan De Gea. Di usianya yang masih 25 tahun, De Gea sudah menunjukkan tingkat kematangan yang mumpuni. MU pun cukup beruntung bisa meminangnya dari Atletico Madrid di musim panas 2011.

Di musim 2015/2016, ia memang kebobolan hingga 48 gol dari 49 laga. Namun, ia tetap mampu menciptakan 19 clean sheet. Itu yang membuatnya tetap masuk dalam daftar kiper terbaik musim 2015/2016.

Kini, De Gea tengah diisukan akan segera angkat kaki dari Old Trafford. Kegagalan MU tampil di Liga Champions 2016/2017 diyakini menjadi alasannya. Jika itu terjadi, besar kemungkinan tujuan De Gea adalah Real Madrid.

Laga: 49
Kebobolan: 48
Clean Sheet: 19
Saves (Liga+Liga Champions): 100
Saves per Gol (Liga+Liga Champions): 2,38
Penalties Saved (Liga+Liga Champions): 0/4
Distribution accuracy (Liga+Liga Champions): 71%

4. Jan Oblak (Atletico Madrid)

MADRID, SPAIN - MARCH 17: Goalkeeper Jan Oblak of Atletico de Madrid claps to the audience after winning the UEFA Champions League round of 16 second leg match between Club Atletico de Madrid and Bayer 04 Leverkusen at Vicente Calderon Stadium on March 17, 2015 in Madrid, Spain.  (Photo by Gonzalo Arroyo Moreno/Getty Images)

Atletico mungkin adalah tim yang tak pernah kehabisan stok kiper berbakat. Meski sudah ditinggal De Gea dan Thibaut Courtois, Atletico terbukti langsung menemukan pengganti yang tepat. Ia adalah Oblak, kiper berusia 23 tahun yang direkrut dari Benfica di musim panas 2014.

Musim 2015/2016, kontribusi Oblak menjadikan Atletico sebagai tim dengan pertahanan terbaik di La Liga. Itu karena mereka hanya kebobolan 18 gol. Tim seperti Barcelona saja harus menderita kebobolan hingga 29 gol.

Sukses itu yang membuat Oblak menyabet penghargaan Zamora musim 2015/2016. Jika ditotal dari 50 laga di semua kompetisi, Oblak mampu menciptakan 31 clean sheet dan hanya kebobolan 26 gol.

Laga: 50
Kebobolan: 26
Clean Sheet: 31
Saves (Liga+Liga Champions): 85
Saves per Gol (Liga+Liga Champions): 3,56
Penalties Saved (Liga+Liga Champions): 2/13
Distribution accuracy (Liga+Liga Champions): 53,5%

5. Petr Cech (Arsenal)

Petr-Cech-REUT

Keputusan Arsene Wenger, pelatih Arsenal, untuk merekrut Cech dari Chelsea di musim panas 2015 dengan mahar 15 juta euro adalah keputusan yang sangat tepat. Setelah kepergian David Seaman pada akhir musim 2002/2003, Arsenal akhirnya bisa kembali menemukan kiper hebat.

Tanpa butuh waktu lama, Cech langsung menjadi penentu sukses Arsenal finis sebagai runner up Liga Premier Inggris 2015/2016. Dari semua laga yang dijalani Arsenal, Cech dimainkan 41 kali.

Ia memang kebobolan 42 gol. Namun, kiper asal Republik Ceko itu mampu menciptakan 19 clean sheet. Total penyelamatan yang ia lakukan di Liga Premier Inggris dan Liga Champions pun mencapai 91 kali.

Laga: 41
Kebobolan: 42
Clean Sheet: 19
Saves (Liga+Liga Champions): 91
Saves per Gol (Liga+Liga Champions): 2,4
Penalties Saved (Liga+Liga Champions): 0/2
Distribution accuracy (Liga+Liga Champions): 61%

Baca Juga

5 Skandal yang Mengguncang Dunia Sepakbola

5 Petinju Wanita Paling Cantik di Dunia

5 Motor Club Paling di Takutiмихаил безлепкин сотрудникотзывы parimatchзаказ статей для сайтаподать объявление об услугах