5 Mitos Kesehatan dan Faktanya | 5berita.com
5-mitos-kesehatan-dan-faktanya_makanan-berlemak

5 Mitos Kesehatan dan Faktanya

Sebagai orang yang masih awam dalam dunia medis(kesehatan), maka banyak dari kita yang salah dalam memahami informasi – informasi seputar kesehatan yang banyak di berikan lewat media. padahal tak semua informasi tersebut adalah benar, anda perlu lebih teliti lagi untuk mempercayai informasi – informasi seputar kesehatan.

Berikut ini, kita akan mengulas tentang mitos-mitos kesehatan tersebut yang diuji secara ilmiah dengan landasan sains. Pengujinya adalah Dr. Carly Stewart (ahli medis), Andy Bellati (ahli makanan), dan Dr. Spencer Nadolsky (editor medis). Berikut ini hasilnya:

5 Mitos Kesehatan dan Faktanya :

Mitos 1: Makanan berlemak menjadikan kamu gemuk
5-mitos-kesehatan-dan-faktanya_makanan-berlemak
Nampaknya memang makanan berlemak pasti menjadikan kamu gemukm, padahal tidak demikian. Dr. Stewart menjelaskan, jika makan makanan berlemak tidak menjadikan Anda gemuk. Lemak merupakan bagian yang diperlukan dalam struktur makanan yang sehat dan seimbang.

Menambah sedikit berat dalam bentuk lemak adalah hasil ketidakseimbangan energi. Berat badan Anda akan bertambah berat jika konsumsi kalori anda lebih banyak dibandingkan dengan kalori yang anda bakar. Lemak merupakan sumber terkonsentrasi dari kalori, tapi tidak perlu menghapus lemak dari makanan Anda seutuhnya.

Bellatti dan Dr. Nadolsky menyetujui pendapat tersebut. Ia menambahkan bahwa makanan seperti kentang goreng tidak akan menjadikan kamu gemuk. Justru ini berisi nutrisi yang berguna sebagaimana halnya makanan dengan lemak baik. Jadi lemak tidak akan menjadikan kamu gemuk kecuali kamu makan terlalu banyak.

Mitos 2: Karbohidrat menjadikan gemuk
5-mitos-kesehatan-dan-faktanya_karbohidrat
Jika makan lemak tidak menjadikan kamu gemuk, bagaimana dengan karbohidrat? Dr. Nadolsky menjelaskan bahwa sejumlah karbohidrat ternyata tidak menimbulkan masalah. Orang-orang tidak menyadari bahwa de novo lipogenesis (DNL yang mengubah gula menjadi lemak) cenderung bekerja  secara tidak efisien di tubuh manusia.

Untuk mengubah karbohidrat menjadi lemak, maka karbohidrat tersebut harus banyak dan manusia yang memakannya tidak berolahraga. Bellatti menambahkan bahwa karbohidrat yang diproses secara tinggi justru menimbulkan rasa lapar dan inilah yang memancing kita untuk makan lebih banyak lagi dan lagi.

Mitos 3: MSG buruk untuk kamu
5-mitos-kesehatan-dan-faktanya_msg
MSG atau monosodium glutamate dikenal sebagai ‘pembunuh diam-diam’. Untuk mitos ini Dr. Nadolsky menyatakan bahwa jawabannya bisa iya dan bisa tidak. Sejumlah kecil MSG tidak masalah, akan tetapi memang pada dasarnya MSG tidak memberikan keuntungan bagi tubuh kita kecuali untuk melezatkan masakan.

Mitos 4: Makanan bebas gluten lebih sehat
5-mitos-kesehatan-dan-faktanya_bebas-gluten
Untuk mitos ini, dapat dikatakan makanan bebas gluten pada dasarnya memang lebih sehat dan tidak berbahaya, namun ternyata makanan bebas gulten juga tidak memberikan manfaat yang optimal. Yang perlu dihindari adalah apabila kamu seorang celiac (orang yang sensitif gluten), maka keberadaan Gluten justru berbahaya untuk kamu.

Mitos 5: Tiap orang perlu pup tiap hari
5-mitos-kesehatan-dan-faktanya_bab-tiap-hari
Beberapa orang berbakat bisa buang air besar dua kali sehari. Bagaimana mereka memproses ‘sampah’ tersebut? hal ini belum diujikan. Jangan cemas bila kamu tidak bisa buang air besar sehari. Jadwal orang memang berbeda-beda. Tidak benar bahwa makin sering seseorang pup maka makin sehat dirinya. Perut memerlukan rentang waktu yang berbeda untuk mengolah makanan.