5 Tempat Fotografi Seru di Jakarta Barat | 5berita.com

5 Tempat Fotografi Seru di Jakarta Barat

Bagi kalian yang suka dengan dunia fotografi tidak ada salahnya jalan – jalan ke daerah jakarta barat, banyak tempat asik dan menarik yang bisa memanjakan mata kalian. berikut 5 Tempat Fotografi Seru di Jakarta Barat:

1. Kawasan Kota Tua Jakarta

bangunan-museum-fatahillah_5berita
Sudah bukan hal asing lagi bahwa Kawasan Kota tua adalah primadona bagi mereka yang suka dengan dunia fotografi, pasalnya kawasan ini memang memiliki banyak spot yang menarik dan fotogenic. sebut saja Museum Fatahillah, baik diluar museum maupun didalamnya biasa banyak orang yang akan berfoto, dengan nuansa Jakarta Tempo dulu menjadikan kawasan ini menarik untuk diabadikan kedalam sebuah foto.

 

Gedung-akar_5berita
Masih di kawasn kota tua terdapat juga Gedung akar atau rumah akar, Rumah yang awalnya berfungsi sebagai gudang ini dapat Anda masuki. Bersiaplah untuk kagum, karena suasana didalamnya seperti di Angkor Wat, Kamboja. Anda akan melihat bangunan tua khas Belanda yang kosong. Sejumlah akar pohon terlihat jelas di sisi dindingnya. Memasuki ruangan tengah, bahkan terlihat sebuah pohon didalamnya. Ke eksotisan tempat ini menjadikan tempat ini sering diburu oleh para pecinta fotograpi.

 

Cafe Batavia
Selanjutanya ada Cafe Batavia, Cafe Batavia hadir dengan konsep “tempo doeloe” yang seakan membawa kita ke zaman Jakarta tempo dulu saat masih bernama Batavia. Café yang berdiri sejak tahun 1993 ini buka setiap hari Senin-Jum’at pukul 08.00 – 01.00 WIB dan pada weekend Cafe ini buka 24 jam. Cafe ini terdiri dari 2 lantai, dimana pada lantai 1 terdapat bar yang pernah mendapatkan penghargaan bar terbaik pada tahun 1996. Tempat ini sangat sayang untuk tidak diabadikan kedalam sebuah foto. untuk masalah harga tenang saja, Harga menu Cafe Batavia ini variatif mulai dari yang paling murah sekitar Rp. 35.000 sampai dengan Rp. 135.000. Sekalian Makan kenyang, sekalian foto.
2. Glodok

Glodok bukan hanya terkenal sebagai pusat elektronik di daerah jakarta barat. karena ternyata di sekitaran glodok banyak juga tempat yang bisa dijadikan tempat seru untuk berfotoria, contohnya adalah perak sembilan, kawasan ini dikenal juga sebagai chinatownnya jakarta, bila anda kesini khususnya saat imlek anda akan merasa seperti berada di china dan sopasti layak untuk diabadikan kedalam foto.

Selain itu banyak juga Vihara di kawasan ini, meski sayang sekali Vihara tertua di tempat ini habis hangus terbakar. Tapi kalian masih bisa mencoba ke Vihara lainnya di skitaran tempat ini, yaitu Vihara Dharma Jaya dan Vihara Tanda Bhakti. Letak ketiga vihara ini tidak saling berjauhan sehingga dapat dijangkau dengan berjalan kaki.

Vihara Dharma Jaya_5berita
Vihara Dharma Jaya yang juga telah berusia ratusan tahun memiliki bangunan berwarna cerah dengan didominasi oleh warna merah. Ruang sembahyangnya yang terdapat di bagian luar dinaungi oleh dua atap yang dihiasi ornament naga dan burung. Di dalam ruang utama vihara ini, terlihat langit-langitnya yang dipenuhi oleh lampion merah. Sementara di beberapa sudut tampak tempat pemujaan. Deretan lilin-lilin kecil di dalam vihara menambah nuansa tersendiri bagi vihara ini.

 

Vihara Tanda Bhakti_5berita
Vihara terakhir adalah Vihara Tanda Bhakti yang berusia 3 tahun lebih muda dari Vihara Dharma Jaya. Bangunan vihara ini tampak megah dengan warna merah dan kuning yang mendominasi pilar dan atap vihara. Jika atap Vihara Dharma Bhakti memiliki 2 ekor naga, maka atap Tanda Bhakti memiliki 4 ekor naga dengan sebutir mutiara pada bagian tengahnya.

3. Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik_5berita
Museum Seni Rupa dan Keramik ini dibangun pada tahun 1870. pada masa pendudukan Jepang di Indonesia gedung ini dijadikan sebagai asrama militer. Selanjutnya pada tahun 1967 digunakan sebagai Kantor Walikota Jakarta. Pada tanggal 20 Agustus 1976 gedung ini diresmikan sebagai Gedung Balai Seni Rupa oleh Presiden Soeharto. Dan di gedung ini pula terdapat Museum Keramik yang diresmikan oleh Bapak Ali Sadikin (Gubernur DKI Jakarta) pada tanggal 10 Juni 1977, kemudian barulah pada tahun 1990 sampai sekarang menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik.

Museum ini memiliki 500 lebih  karya seni rupa, mulai dari patung, totem, grafis, sketsa, batik, dan masih banyak lagi. Untuk koleksi keramiknya juga cukup banyak, ada keramik lokal dan asing, banyak karya keramik yang berasal dari abad ke-14 milik kerajaan Majapahit, jadi tidak ada salahnya jika anda berfoto dsini.

4. Museum Wayang

Museum-Wayang_5berita

Letak bangunan gedung Museum Wayang di Jl. Pintu Besar Utara No. 27. pada mulanya merupakan lokasi gereja tua yang didirikan VOC pada tahun 1640 dengan nama “ de oude Hollandsche Kerk “ sampai tahun 1732 yang berfungsi sebagai tempat untuk peribadatan penduduk sipil dan tentara bangsa Belanda yang tinggal di Batavia

Gagasan didirikannya Museum Wayang adalah ketika Gubernur DKI Jakarta H. Ali Sadikin ketika menghadiri Pekan Wayang II tahun 1974. Dengan dukungan panitia acara tersebut, Gubernur DKI Jakarta dengan para pecinta wayang, Pemerintah DKI Jakarta menunjuk gedung yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No. 27 sebagai Museum Wayang.

di museum ini ada tiga jenis koleksi, yakni wayang, topeng, dan perlengkapan. bagi kalian yang menyukai wayang dan sejarah, kalian wajib datang ketempat ini.

5. Candra Naya

Candra-Naya_5berita

Candra Naya adalah Bangunan seluas 2.250 meter persegi ini memiliki arsitektur Tionghoa yang khas dan merupakan salah satu dari dua kediaman rumah mayor Tionghoa Batavia yang masih berdiri di Jakarta.Kediaman mayor Tionghoa lainnya yang masih ada ialah bangunan “Toko Kompak” di Pasar Baru.

Meskipun ukurannya tidak begitu besar, tapi Candra Naya seperti magnet bagi siapa saja yang melihatnya. Dengan gaya arsitektur tiongkok kuno, rumah ini begitu terlihat mencolok diantara yang lain. Terlebih lagi dengan gaya arsitekturnya yang manawan.узнать позиции сайта в яндексеtranslate video into englishтелеканал возрождение владимир мунтянукладка штучного паркета стоимость работ