5 Tips Memilih Hewan Kurban | 5berita.com
5-tips-memilih-hewan-kurban_lihat-tingkah-laku-hewan-tersebut

5 Tips Memilih Hewan Kurban

Idul Adha atau Lebaran haji adalah salah satu hari raya bagi umat muslim yang biasanya akan diperingati dengan memberikan kurban, hari raya ini memperingati hari dimana ketika Nabi Ibrahim, yang bersedia mengorbankan putranya untuk Allah, namun ternyata Allah menggantikan Ismail putranya dengan domba, karena Allah sesungguhnya hanya ingin melihat kesungguhan hati Nabi Ibrahim.

Sebagai kurban yang ditujukan untuk Allah, tentunya hewan yang akan dijadikan kurban tersebut haruslah yang terbaik dan dalam kondisi yang sehat, untuk itu bagi anda yang ingin memberikan kurban maka ada baiknya anda menyimak beberapa tips berikut ini untuk memilih hewan yang sehat dan baik untuk dijadikan kurban.

5 Tips Memilih Hewan Kurban :

1. UMUR HEWAN
5-tips-memilih-hewan-kurban_mengetahui-umur-hewan-dari-giginya
Perlu diketahu bahwa umur untuk hewan kurban yang dianjurkan adalah : Sapi berumur 2 tahun, Domba berumur 6bulan-1 tahun, dan Kambing berumur 1 tahun.

Cara mengetahui umur hewan qurban sendiri terdapat benyak metode. Namun yang paling lazim digunakan adalah metode melihat gigi hewan.

  • Gigi yang dilihat adalah gigi seri. Untuk diketahui bahwa hewan ruminansia seperti kambing, domba dan sapi tidak memiliki gigi seri atas.
  • Penentuan umur bisa dilihat dari jumlah gigi yang sudah berganti dari gigi susu menjadi gigi tetap. Anda tidak akan mengalami kesulitan dalam membedakan antara gigi susu dan gigi tetap karena keduanya sangat berbeda.
  • Dari segi ukuran gigi tetap lebih besar dibandingkan gigi susu. Dari segi warna gigi susu berwarna putih sedangkan gigi tetap biasanya berwarna kekuningan, ini terkait dengan lapisan yang berbeda pada kedua gigi tersebut.

 

Jumlah gigi yang sudah berganti Perkiraan umur hewan Jenis Hewan
1 pasang 2 tahun Sapi
1 pasang 1 tahun Kambing
1 pasang 1 tahun Domba

2. HEWAN TIDAK CACAT
5-tips-memilih-hewan-kurban_hewan-tidak-cacat
Pastikan hewan yang anda gunakan sebagai hewan kurban tidak mengalami/memiliki cacat.

3. TINGKAH LAKU HEWAN
5-tips-memilih-hewan-kurban_lihat-tingkah-laku-hewan-tersebut
Hewan yang sehat akan memperlihatkan tingkah laku yang enerjik. Sebaiknya anda menghindari membeli hewan yang terliat lesu dan tidak bersemangat. Selain itu juga hindari hewan yang menyendiri.

4. NAFSU MAKAN
5-tips-memilih-hewan-kurban_nafsu-makan-yang-baik
Hewan yang sehat akan menunjukkan nafsu makan yang baik. Apabila hewan terlihat tidak nafsu makan maka ada kemungkinan hewan tersebut mengalami gangguan kesehatan.

5. KEADAAN MATA, HIDUNG, DAN ANUS
Perhatikan mata hewan yang akan anda beli, usahakan membeli hewan yang matanya bersih –tidak belekan-.

5-tips-memilih-hewan-kurban_kelopak-mata
Bagian dalam kelopak mata hewan yang sehat berwarna pink, hindari membeli hewan yang bagian dalam kelopaknya pucat atau berwarna kuning.

5-tips-memilih-hewan-kurban_hidung
Hidung hewan yang sehat sedikit basah tetapi tidak becek. Jika anda menemui hewan yang terlihat sperti pilek –keluar cairan dari hidungnya secara berlebihan- dan bersin-bersin kemungkinan hewan tersebut tidak dalam kondisi yang prima.

5-tips-memilih-hewan-kurban_anus
Yang terkahir yang perlu diperhatikan adalah keadaan anus hewan. Apabila disekitar anus hewan terlihat kotor berarti ada indikasi hewan tersebut mengalami diare. Untuk memastikan hal ini anda bisa melihat kotoran hewan yang ada disekitar hewan tersebut. Jika terlihat ada kotoran yang encer berarti benar hewan tersebut mengalami diare dan sebaiknya anda menghindari hal tersebut.

Tips ini tidak menjamin hewan yang beli adalah hewan yang sehat, karena banyak sekali penyakit hewan yang tidak bisa dilihat dari penampakan luar hewan. Akan lebih aman jika anda didampingi oleh dokter hewan atau petugas kesehatan hewan.

Demikian pula hewan yang mempunyai tanda-tanda yang saya sebutkan diatas belum tentu tidak bisa digunakan sebagai hewan qurban. Biasanya untuk kasus diare, dan demam ditunggu sampai hewan tersebut kembali sehat baru dgunakan sebagai hewan kurban. (sumber: dokter hewan, mahasiswa IPB).