5 Tradisi Kejam Memperlakukan Hewan di Berbagai Negara | 5berita.com

5 Tradisi Kejam Memperlakukan Hewan di Berbagai Negara

5berita.com – Bukan di negara terbelakang, tapi negara-negara maju yang dianggap telah berperadaban tinggi seperti Spanyol, Cina, Vietnam, Italia, Belgia dan masih banyak lagi yang tetap melangsungkan festival tahunan untuk mempertontonkan hewan-hewan malang dibunuh, disiksa demi sebuah hiburan manusia.

Dari dulu sampai sekarang pun alibi mereka tidak pernah berubah, ‘Ini semua demi mempertahankan tradisi dan adat istiadat peninggalan nenek moyang kami’.
berikut 5 tradisi kejam memperlakukan hewan di berbagai negara.
1. Ritual Sadis Membelah Babi di Vietnam
Menjelang akhir tahun, warga Desa Nem Thuong di Provinsi Bac Ninh, Vietnam selalu menggelar ritual sadis membelah babi jadi dua, untuk persembahan Dewa Doan Thuong, sang penjaga desa mereka. Tak hanya dipenuhi masyarakat lokal saja, ribuan warga dari berbagai daerah juga menyempatkan diri untuk menghadiri ritual aneh tersebut.
Tradisi-Kejam-Memperlakukan-Hewan-di-Berbagai-Negara
Prosesi memotong babi ini sangatlah kejam, beberapa babi berukuran besar akan diikat kaki dan tangannya terlebih dahulu. Kemudian sang algojo membawa sebuah golok panjang dan setelah dibacakan mantra oleh ketua adat, ia pun langsung menghujamnya tepat dibagian dada sampai terbelah menjadi dua.
Setelah itu warga yang sudah berkumpul akan segera berebutan sambil bersorak-sorai kesenangan, mencelupkan uang mereka ke darah babi tersebut. Hal ini diyakini penuh oleh mereka sampai sekarang, bahwa darah babi yang dipersembahkan dalam ritual, bisa mendatangkan nasib baik, keberuntungan serta hasil panen melimpah di tahun yang akan datang ini.
2. Membakar Wajah Banteng
Berbicara mengenai banteng, tentu saja kita langsung teringat dengan Spanyol yang dijuluki sebagai negeri Matador ini. Tapi sayangnya, dari berbagai festival banteng yang sangat menarik di Spanyol. Ada sebuah tradisi menyiksa binatang yang masih dilakukan sampai kini oleh warga desa Medinaceli.
Tradisi-Kejam-Memperlakukan-Hewan
Dalam tradisi tahunan tersebut, mereka akan melumuri wajah banteng dengan tar dan kemudian membakarnya. Tradisi kejam yang bernama Toro Jubilo ini dilakukan di alun-alun kota, dan banteng yang sudah terbakar wajahnya, ia akan lari kesakitan mengejar orang-orang disekitarnya.
Tak jarang, banteng-banteng malang ini akan berakhir nasibnya dengan kondisi mata buta ataupun wajah setengah hancur akibat menabrak dinding kota.
3.Merajam Keledai
Selain tradisi Toro Jubilo, ada juga tradisi Pero Palo di Spanyol yang menggunakan hewan sebagai objek hiburan.
Tradisi ini berawal dari kisah jaman dahulu, saat warga Villanueve de la Vera menangkap basah seorang pelaku pemerkosa, kemudian mereka menyiksanya sambil diarak keliling desa, dan selanjutnya si pemerkosa tersebut dieksekusi mati.
undang-undang-kekerasan-hewan
Kebudayaan aneh ini masih terus dilakukan hingga sekarang dengan pelaku ‘penggantinya’, yakni Keledai. Hewan malang tak berdosa ini diarak sambil disiksa sepanjang perjalanan. Para penduduk desa akan memukul, melempari batu, atau menyulut petasan di kaki keledai tersebut hingga si keledai mati karena tak kuat menahan kesakitan.
Begitu kejamnya mereka memperlakukan keledai seperti pelaku pemerkosaan saja. Sampai pernah dilaporkan pada tahun 2014 lalu, ada seorang penonton yang menembak keledai ketika sedang diarak warga dengan senjata shotgun.
4. Menyiksa Anjing
Masih di negara Spanyol, tradisi lain yang tidak kalah sadis dan mengerikannya adalah menyiksa anjing. Jika banyak orang memelihara anjing dan merawatnya sebagai peliharaan rumah, lain halnya bagi Galgueros, sebuah komunitas pemburu hewan di Spanyol.
Galgueros
Hobi mereka yang gemar berburu, membuat mereka menggunakan Geryhound, anjing pelari tercepat di dunia untuk melacak hewan buruan mereka. Jika si anjing tidak bisa menemukan buruan tuannya, hal naas akan menimpa si anjing, karena anjing tersebut akan disiksa dengan sangat kejam hingga mati oleh majikannya. Hal itu harus dilakukan demi memulihkan harga diri dan kehormatan sang majikan.
Seakan sudah menjadi tradisi, kelakuan bejat para komunitas Galgueoros semakin brutal saja. Mereka sampai kini sering menyiksa anjing dengan cara menyiramkan cairan keras, mengulitinya, menyeretnya dengan mobil, bahkan menguburnya hidup-hidup. Itu semua akan dilakukan bagi anjing-anjing yang gagal menangkap buruannya.
5. Melempar Kambing dari Atas Menara
Negara Spanyol masih punya tradisi kejam terhadap hewan lainnya. Inilah tradisi yang dilakukan saat perayaan festival The San Vicente de Martir yang dilakukan di Desa Manganeses de la Polvorosa.
ritual-hewan-paling-kejam
Dalam tradisi yang satu ini, para warga akan berkumpul dan merayakan festival tersebut dengan melempar kambing dari atas menara. Para warga tidak khawatir tentang keadaan kambing yang mereka lempar itu karena menurut kepercayaan mereka, kambing akan tetap hidup dan tidak akan lumpuh atau cedera sedikit pun, padahal fakta dilapangan sudah bisa kita tebak :).
Karena sadisnya tradisi melempar kambing ini, pemerintah Spanyol akhirnya melarang keras diadakannya festival tahunan tersebut sejak tahun 2002 lalu.

vsemsmart.ruкоторая может перезагрузить iphone удалённо и заставить ваш браузер зависнутькупить пескоструйную насадкуBroker MFX отзывы