5 Tradisi Pemakaman Yang Aneh dan Mengerikan | 5berita.com
5-tradisi-pemakaman-yang-aneh-dan-mengerikan_rambu-solo-toraja

5 Tradisi Pemakaman Yang Aneh dan Mengerikan

Saat seseorang meninggal, maka biasanya keluarga dan kerabat akan memakamkan orang yang telah meninggal tersebut, namun biasanya akan ada beberapa proses yang akan dilakukan sebelum pemakaman berlangsung, hal ini turun temurun dilakukan hingga menjadi sebuah tradisi, diantara banyaknya tradisi pemakaman yang ada, Berikut adalah 5 Tradisi Pemakaman Yang Aneh dan Mengerikan :

1. “Ngaben” Upacara Kremasi Mayat (Bali – Indonesia)
5-tradisi-pemakaman-yang-aneh-dan-mengerikan_ngaben-bali

Ngaben merupakan salah satu upacara besar di Bali. Salah satu rangkaian upacara Pitra Yadnya ini merupakan upacara untuk orang yang sudah meninggal. Ngaben adalah upacara penyucian atma (roh) fase pertama, sebagai kewajiban suci umat Hindu Bali terhadap leluhurnya, dengan melakukan prosesi pembakaran jenazah. Ngaben secara etimologis berasal dari kata api yang mendapat awalan nga, dan akhiran an, sehingga menjadi ngapian, yang disandikan menjadi ngapen yang lama kelamaan terjadi pergeseran kata menjadi ngaben

Di dalam Panca Yadnya, upacara ini termasuk dalam Pitra Yadnya, yaitu upacara yang ditujukan untuk roh lelulur. Makna upacara Ngaben pada intinya adalah untuk mengembalikan roh leluhur (orang yang sudah meninggal) ke tempat asalnya. Seorang Pedanda mengatakan manusia memiliki Bayu, Sabda, Idep, dan setelah meninggal Bayu, Sabda, Idep itu dikembalikan ke Brahma, Wisnu, Siwa.

Upacara Ngaben biasanya dilaksanakan oleh keluarga sanak saudara dari orang yang meninggal, sebagai wujud rasa hormat seorang anak terhadap orang tuanya. Dalam sekali upacara ini biasanya menghabiskan dana 15 juta s/d 20 juta rupiah. Upacara ini biasanya dilakukan dengan semarak, tidak ada isak tangis, karena di Bali ada suatu keyakinan bahwa kita tidak boleh menangisi orang yang telah meninggal karena itu dapat menghambat perjalanan sang arwah menuju tempatnya.

Hari pelaksanaan Ngaben ditentukan dengan mencari hari baik yang biasanya ditentukan oleh Pedanda. Beberapa hari sebelum upacara Ngaben dilaksanakan keluarga dibantu oleh masyarakat akan membuat “Bade dan Lembu” yang sangat megah terbuat dari kayu, kertas warna-warni dan bahan lainnya. “Bade dan Lembu” ini merupakan tempat mayat yang akan dilaksanakan Ngaben.

Mayat akan dibersihkan atau yang biasa disebut “Nyiramin” oleh masyarakat dan keluarga, “Nyiramin” ini dipimpin oleh orang yang dianggap paling tua didalam masyarakat. Setelah itu mayat akan dipakaikan pakaian adat Bali seperti layaknya orang yang masih hidup. Sebelum acara puncak dilaksanakan, seluruh keluarga akan memberikan penghormatan terakhir dan memberikan doa. Setelah semuanya siap, maka mayat akan ditempatkan di “Bade” untuk diusung beramai-ramai ke kuburan tempat upacara Ngaben, diiringi dengan “gamelan”, “kidung suci”, dan diikuti seluruh keluarga dan masyarakat, di depan “Bade” terdapat kain putih yang panjang yang bermakna sebagai pembuka jalan sang arwah menuju tempat asalnya.

Di setiap pertigaan atau perempatan maka “Bade” akan diputar sebanyak 3 kali. Sesampainya di kuburan, upacara Ngaben dilaksanakan dengan meletakkan mayat di “Lembu” yang telah disiapkan diawali dengan upacara-upacara lainnya dan doa mantra dari Ida Pedanda, kemudian “Lembu” dibakar sampai menjadi Abu. Abu ini kemudian dibuang ke Laut atau sungai yang dianggap suci. Setelah upacara ini, keluarga dapat tenang mendoakan leluhur dari tempat suci dan pura masing-masing.

2. Pemakaman di desa Trunyan, Kintamani (Bali – Indonesia)
5-tradisi-pemakaman-yang-aneh-dan-mengerikan_trunyan-bali

Trunyan merupakan suatu tempat yang terdapat di Danau Batur, Kintamani, Bali. Di daerah ini terdapat adat pemakaman yang cukup unik. Warga yang telah meninggal jenasahnya dimakamkan di atas batu besar yang memiliki cekungan 7 buah. Jenasah hanya dipagari bambu anyam secukupnya. Uniknya setelah berhari – hari walaupun tidak dibalsem, jenasah tersebut tidak menyebarkan bau busuk.

Adat Desa Trunyan mengatur tata cara menguburkan mayat bagi warganya. Di desa ini ada tiga kuburan (sema) yang diperuntukan bagi tiga jenis kematian yang berbeda. Apabila salah seorang warga Trunyan meninggal secara wajar, mayatnya akan ditutupi kain putih, diupacarai, kemudian diletakkan tanpa dikubur di bawah pohon besar bernama Taru Menyan, di sebuah lokasi bernama Sema Wayah.

Namun, apabila penyebab kematiannya tidak wajar, seperti karena kecelakaan, bunuh diri, atau dibunuh orang, mayatnya akan diletakan di lokasi yang bernama Sema Bantas. Sedangkan untuk mengubur bayi dan anak kecil, atau warga yang sudah dewasa tetapi belum menikah, akan diletakan di Sema Muda. Penjelasan mengapa mayat yang menggeletak begitu saja di sema itu tidak menimbulkan bau padahal secara alamiah, tetap terjadi penguraian atas mayat-mayat tersebut ini disebabkan pohon Taru Menyan tersebut, yang bisa mengeluarkan bau harum dan mampu menetralisir bau busuk mayat.

Taru berarti pohon, sedang Menyan berarti harum. Pohon Taru Menyan ini, hanya tumbuh di daerah ini. Jadilah Tarumenyan yang kemudian lebih dikenal sebagai Trunyan yang diyakini sebagai asal usul nama desa tersebut.

3. Adat Pemakaman di Toraja (Sulawesi – Indonesia)
5-tradisi-pemakaman-yang-aneh-dan-mengerikan_rambu-solo-toraja

Rambu Solo dalah upacara adat kematian masyarakat Toraja yang bertujuan untuk menghormati dan menghantarkan arwah orang yang meninggal dunia menuju alam roh,yaitu kembali kepada keabadian bersama para leluhur mereka di sebuah tempat peristirahatan. Upacara ini sering juga disebut upacara penyempurnaan kematian karena orang yang meninggal baru dianggap benar-benar meninggal setelah seluruh prosesi upacara ini digenapi. Jika belum, maka orang yang meninggal tersebut hanya dianggap sebagai orang sakit atau lemah, sehingga ia tetap diperlakukan seperti halnya orang hidup, yaitu dibaringkan di tempat tidur dan diberi hidangan makanan dan minuman bahkan selalu diajak berbicara.

Puncak dari upacara Rambu solo ini dilaksanakandisebuah lapangan khusus. Dalam upacara ini terdapat beberapa rangkaian ritual,seperti proses pembungkusan jenazah, pembubuhan ornament dari benang emas danperak pada peti jenazah, penurunan jenazah ke lumbung untuk disemayamkan, danproses pengusungan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.

Selain itu, dalam upacara adat ini terdapatberbagai atraksi budaya yang dipertontonkan, diantaranya adu kerbau,kerbau-kerbau yang akan dikorbankan di adu terlebih dahulu sebelum disembelih,dan adu kaki. Ada juga pementasan beberapa musik dan beberapa tarian Toraja.

Kerbau yang disembelih dengan cara menebas leherkerbau hanya dengan sekali tebasan, ini merupakan ciri khas masyarakat TanaToraja. Kerbau yang akan disembelih bukan hanya sekedar kerbau biasa, tetapikerbau bule Tedong Bonga yang harganya berkisar antara 10 50 juta atau lebih per ekornya.

Ada tiga cara pemakaman: Peti mati dapat disimpan di dalam gua, atau di makam batu berukir, atau digantung di tebing.

Peti mati tersebut disebut tau-tau atau patung yang menggambarkan almarhum.  Tau-tau dibuat dari kayu nangka yang kuat dan pada saat penebangannya dilakukan secara adat. Mata dari Tau-tau terbuat dari tulang dan tanduk kerbau. Pada jaman dahulu kala, Tau-tau dipahat tidak persis menggambarkan roman muka almarhum namun akhir-akhir ini keahlian pengrajin pahat semakin berkembang hingga mampu membuat persis roman muka almarhum. Sipore’ yang artinya “bertemu” adalah salah satu tempat pekuburan yang merupakan situs purbakala, dimana masyarakat membuat liang kubur dengan cara digantung pada tebing atau batu cadas. Lokasinya 2 km dari poros jalan Makale-Rantepao.

4. Sati (India)
5-tradisi-pemakaman-yang-aneh-dan-mengerikan_sati-india

Sati adalah tradisi membakar diri hidup-hidup yang dianggap sebagai lambang kesalehan dan kepemilikan laki-laki atas perempuan. Ritual bakar diri ini biasanya dilakukan oleh perempuan berkasta tinggi dan hanya perempuan pilihan terbaik  saja yang boleh membakar dirnya hidup-hidup. Jika istri ditinggal mati oleh suaminya, Sati merupakan alternatif terbaik untuk dilakukan daripada harus menanggung beban hidup sendiri tanpa suami dan menjadi bahan penyiksaan dari saudara-saudara ipar yang menyalahkannya atas kematian suaminya tersebut.

Uniknya, tradisi ini tidak hanya berlaku bagi istri resmi saja, tapi juga bagi istri simpanan, saudara ipar bahkan ibu kandung. Perempuan yang melakukan sati harus rela menemui ajal mereka sendiri dengan membakar diri mereka pada api yang juga sedang membakar jenazah laki-laki yang memiliki mereka. Tradisi ini diagungkan sebagai bentuk kepahlawanan sesuai dengan ajaran Hindu. Adat ini diduga berawal dari cerita dewi sati atau dewi dakshayani yang terjun ke dalam api pembakaran saar Shiva suaminya mati. Perempuan yang melakukan sati di anggap sebagai perempuan suci. Tetapi kini sati di anggap ilegal karena di nilai sangat kejam.

5. Sky Burial (Tibet)
5-tradisi-pemakaman-yang-aneh-dan-mengerikan_sky-burial-tibet

Orang-orang tibet melakukan acara penguburan atau pemakaman dengan cara menyedihkan dan menyeramkan dalam “mengubur” jenazah orang-orang yang telah meninggal. Acara ini dikenal dengan nama “Sky Burial” atau penguburan langit. Mereka akan meletakkan jenazah di padang terbuka dan membiarkan burung-burung pemakan bangkai untuk memakan jenazah-jenazah tersebut.

Penguburan langit sering dipraktekkan di pegunungan Tibet, baik untuk alasan agama maupun alasan praktis. Pada dasarnya, jenazah orang yang meninggal ditempatkan di puncak gunung dan kemudian diiris serta disayat-sayat di setiap sebagian tubuh jenazah, untuk menarik burung-burung pemakan bangkai agar datang.
Foto-foto di bawah memperlihatkan proses penguburan langit yang dilakukan oleh orang-orang Tibet.

Kebanyakan orang Tibet adalah Budha yang percaya pada kelahiran kembali. Setelah seseorang meninggal, tubuh mereka dianggap tidak lebih dari bejana kosong yang perlu dibuang. Disebabkan kondisi geografis tanah tibet yang berbatu serta minim akan sumberdaya kayu, mereka akhirnya lebih memilih untuk melakukan penguburan langit daripada membakar jenazah-jenazah, karena dianggap lebih praktis. Hal ini memang mengerikan bagi kita yang belum pernah melihatnya, namun bagi umat budha di Tibet, penguburan langit (sky burial) merupakan kemurahan hati bagi orang yang meninggal, karena mereka memberikan tubuhnya sebagai makanan untuk makhluk hidup lain.

Jika ingin melihat lebih detail tentang skyburial, silahkan cari video-nya di youtube, maka kalian mendapatkannya yang lebih lengkap dan lebih mengerikan dari gambar diatas, karena kita team Monster Bego langsung merasa mual saat melihatnya.какие вопросы на полиграфе в мвдкак разместить рекламу на авитомихаил безлепкин органыполиграф вопросы фсб