5 Wanita Yang Mengalami Stigmata | 5berita.com
stigmata

5 Wanita Yang Mengalami Stigmata

Stigmata adalah tanda luka-luka Yesus yang tersalib, yang muncul secara tiba-tiba pada tubuh seseorang. Stigmata mungkin lebih dikenal oleh orang barat atau orang yang beragama kristen.

Kasus stigmata awalnya dikaitkan dengan lingkungan tradisi iman Katolik dan dialami oleh para biarawan/biarawati . Luka-luka stigmata ini bukan luka lama yang tidak diurus, tapi luka baru yang muncul tiba-tiba, dan mengeluarkan darah segar.

Anehnya luka itu pun hilang begitu saja tanpa meninggalkan infeksi. Stigmata ini akan berulang-ulang terus dalam hidup stigmatic (Seseorang yang mengalami stigmata). berikut adalah 5 Wanita Yang Mengalami Stigmata :

 

1. St. Gemma Galgani 1903
5-wanita-yang-mengalami-stigmata_st-gemma-galgani

Lahir di Carnigliano, Italia dengan nama Maria Gemma Umberta Pia Galgani, Gemma dilaporkan mengalami stigmata pada usia 21 tahun. Kabarnya secara misterius ia mengalami luka di telapak tangan, pergelangan kaki, dada dan luka di kepala seperti mahkota duri.

Darah selalu mengalir keluar dari luka tersebut setiap Kamis malam pukul 11.00 hingga Jumat sore pukul 03.00.

Awalnya ia selalu menyembunyikan luka dan sakit yang dirasakannya. Namun, kemudian ia mengaku pada gereja. Sepanjang hidupnya kemudian ia habiskan dengan berdoa dan menerima luka tersebut. Sayangnya, kemudian ia menutup mata di tahun 1903 karena penyakit Tubercolosis.

2. Marie Rose Ferron, 1936
5-wanita-yang-mengalami-stigmata_marie-rose-ferron
Seorang wanita yang dilahirkan pada 1902, bernama Marie Rose Ferron mendapat penglihatan Yesus kecil di usia 6 tahun. Iapun dibesarkan secara religius dan pengalaman yang semakin nyata.

Hingga usianya mencapai 22 tahun, ia dikabarkan tidak pernah makan makanan padat dan hanya bertahan dengan mengonsumsi makanan cair. Di usia 26 tahun kemudian ia mendapati tanda-tanda stigmata pada tubuhnya. Di telapak tangan, pergelangan kaki, dada, di bahu serta di kepala. Darah juga keluar dari mata dan mulutnya.

Anehnya, luka-luka tersebut hanya muncul di hari Jumat dan menghilang di hari Sabtu. Saat ia meninggal, lebih dari 15 ribu orang datang menyaksikan pemakamannya di tahun 1936.

3. Marie-Julie Jahenny,1941
5-wanita-yang-mengalami-stigmata_marie-julie-jahenny

Julie mulai menderita Stigmata pada umur 23 tahun, dia mengalami luka pada telapak tangan, kaki, kepala, bahu, dan tempat lainnya. Setelah sebuah penelitian, dokter dan pendeta dari Nantes membenarkan bahwa luka yang dialami oleh Julie adalah Stigmata. Pada suatu waktu dia juga pernah mengalami tanda stigmata yang aneh diikuti dengan penglihatan, sebuah tanda pada dadanya berbentuk bunga dan salib. Pertama – tama luka stigmata itu muncul setiap hari jumat, namun lama kelamaan luka tersebut hanya muncul ketika hari Jumat Agung.

Kabarnya, beberapa ia juga sering melihat salib dan gambar Yesus yang berdarah. Dia percaya bahwa dia sering diserang oleh iblis, Marie Julie juga membuat beberapa nubuat dan terus mengalami penglihatan sampai hari kematiannya.

4. Therese Neumann, 1962
5-wanita-yang-mengalami-stigmata_teresa-newman

Therese Neumann, dari Bavaria dilahirkan pada tahun 1898. Pada usia 18 tahun ia jatuh dan kemudian buta secara temporer. Karena jatuh lagi, pada tahun 1919 ia menjadi buta permanen. Ia kemudian menghabiskan hidupnya dengan berbaring di ranjang.

Keluarganya selalu mendukung secara materi maupun psikis. Mereka selalu membacakan cerita-cerita religius. Dan setelah 6 tahun berbaring di ranjang, secara ajaib ia mendapatkan kembali penglihatannya dan bisa berjalan dengan normal.

Namun kemudian tahun 1926, ia bermimpi bahwa dari matanya keluar darah serta terdapat luka. Dan demikian, tanda-tanda stigmata terlihat pada telapak tangan, pergelangan kaki, dahi, dan punggung. Tanda stigmata begitu terlihat hebat pada dirinya, karena darah keluar dari mata dan beberapa bagian tubuh yang terluka. Semua luka itu hanya muncul pada hari Jumat Agung.

5. Mary Ellen Lukas, 1954
5-wanita-yang-mengalami-stigmata_mary-ellen-lukas

Mary Ellen Lukas adalah wanita yang dilaporkan belakangan ini mendapat luka stigmata. Kabarnya ia masih hidup hingga tahun ini.
Selama bertahun-tahun lamanya, ia menyimpan cerita stigmata ini dari media dan berusaha menyimpannya demi nama gereja. Ia tak pernah menunjukkan jati dirinya dan bagaimana luka tersebut didapat kepada media.

Namun ia berkeliling negara dan memberikan kesaksian di gereja-gereja. Dan menceritakan bagaimana pengalaman stigmata yang dialaminya.

Sama seperti wanita lain yang mengalami stigmata, darah keluar dari telapak tangan, pergelangan kaki, serta dahi. Dan darah serta luka tersebut semakin parah saat Jumat Agung atau ia menyebutkan kata Ekaristi.

Ia sama sekali tidak mengijinkan media mengambil foto lukanya, sehingga ia selalu bepergian dengan menggunakan sarung tangan hitam untuk menyembunyikan luka tersebut.wobsдетские игрушкипрогивладимир мунтян пастор