5 Fakta Seks Dan Cinta | 5berita.com
5Berita.Com
Selasa, 17 Januari 2017
Kumpulan Berita Seru
5-fakta-seks-dan-cinta

5 Fakta Seks Dan Cinta

Meski cinta dan seks adalah dua hal yang berbeda, namun cinta dan seks hampir tidak dapat dipisahkan. Stigma masyarakat sudah terlalu kuat bahwa ada cinta pasti ada seks, mungkin ini ada benarnya, tapi seks karena cinta dan seks karena hanya nafsu itu berbeda jauh. oleh karena itu ada baiknya kalian untuk mengerti 5 Fakta Seks Dan Cinta berikut ini:
1. Menurunkan kolesterol dapat meningkatkan hubungan seksual
Arteri yang rusak, jantung yang bekerja lembur, dan kolesterol tinggi juga dapat berkontribusi terhadap disfungsi ereksi (Erectile dysfunction/ED) pria. Kabar baiknya, pria yang mengonsumsi statin atau obat lainnya untuk menurunkan kolesterol cenderung mengalami peningkatan fungsi seksual, menurut penelitianRutgers Robert Wood Johnson Medical School baru-baru ini. Tentu saja, statin tidak boleh diresepkan untuk mengobati disfungsi ereksi saja, kata peneliti, karena juga bisa menyebabkan masalah fisik atau emosional lainnya.

2. Gula darah rendah dapat menciptakan perselisihan perkawinan
Argumen dan pertengkaran antara suami dan istri kadang-kadang dapat disebabkan oleh kadar glukosa darah yang rendah. Demikian hasil penelitian Ohio State University. Para peneliti meminta 107 pasangan menikah untuk menguji gula darah mereka setiap malam dan pagi dan meneliti bagaimana mereka marah dengan pasangan mereka. Hasil penelitian menunjukkan, semakin rendah gula darah mereka selama 21 hari, semakin banyak kemarahan atau kekesalan mreka terhadap pasangan.
Mengapa demikian? salah satu alasan yang memungkinkan adalah gula darah rendah dapat menyebabkan orang merasa lapar sehingga mudah rewel dan marah. “Saran sederhana namun terbukti, sebelum Anda memulai percakapan yang sulit dengan pasangan, pastikan Anda tidka lapar,” kata penulis penelitian, Brad Bushman.

3. Pil kontrol kehamilan dapat mempengaruhi selera wanita pada pria
Penelitian menunjukkan bahwa ketika wanita menggunakan kontrasepsi hormonal, mereka kurang tertarik terhadap pria dengan kadar testosteron tinggi dan karakteristik fisik maskulin. Selain itu, penelitian di Skotlandia menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi pil kontrol kehamilan atau keluarga berencana (KB) kurang tertarik secara seksual pada pasangan mereka dan kurang puas selama berhubungan.

4. Siklus wanita mempengaruhi pilihan mereka
Wanita juga cenderung mencari pria maskulin pada saat-saat paling subur dalam siklus mereka, menurut beberapa penelitian. Dalam penelitian di Jerman, para wanita diminta untuk menilai keinginan mereka terhadap prajurit yang pulang dari perang. Beberapa di antara prajurit memiliki kecenderungan terkait truma agresif. Hasilnya, wanita dalam waktu paling subur lebih cenderung memilih prajurit berdampak trauma sebagai pasangan potensial jangka pendek, bukan jangka panjang. Penelitian lain menunjukkan bahwa wanita menginginkan seks yang lebih selama ovulasi secara umum, kata Garcia.

5. Cinta bisa membuat kita terobsesi, secara harfiah
Ada alasan Anda tidak bisa berhenti memikirkan pria atau wanita dalam hidup Anda. Hasil scan Magnetic resonance imaging (MRI) menunjukkan bahwa jatuh cinta mengirimkan darah secara cepat ke “pusat kesenangan” area otak, area yang juga bertanggung jawab untuk perilaku obsesif-kompulsif. Jatuh cinta juga menurunkan kadar serotonin, yang biasa terjadi pada orang dengan gangguan obsesif-kompulsif, kata Mary Lynn, Direktur Loyola Sexual Wellness Clinic di Loyola University, Chicago.