5 Gunung Tersulit di Indonesia | 5berita.com
5Berita.Com
Minggu, 19 Februari 2017
Kumpulan Berita Seru
Cartensz Indonesia_5berita

5 Gunung Tersulit di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah gunung terbanyak di bumi. Meskipun puncak gunung tertinggi dunia dikuasai oleh nepal, dengan rata – rata ketinggian diatas 8000mdpl, namun ternyata ada beberapa orang yang menyatakan bahwa mendaki gunung Indonesia lebih sulit daripada mendaki Everest(gunung tertinggi di bumi). salah satunya adalah Cartensz Indonesia yang terletak di papua. dan berikut adalah 5 gunung tersulit di Indonesia :

Cartensz Indonesia 

Cartensz Indonesia_5berita

5Berita.com – puncak Cartensz Indonesia atau Carstenz Pyramid atau yang bisa disebut dengan puncak jaya, yang berada di Papua. Puncak Carstensz ini merupakan salah satu gunung tersulit di Indonesia dan merupakan puncak tertinggi di Australia dan Oceania. Mengapa tidak di Asia? Karena puncak tertinggi di Asia sudah dipegang oleh Gunung Himalaya yang ada di perbatasan India dan Cina.

Puncak Carstenz pyramid memiliki altitude 4884 m diatas permukaan laut (16023 ft). Lokasi koordinatnya berada pada S 04°04.733 dan E 137°09.572. Carstensz Pyramid, atau disebut dengan Puncak Jaya oleh beberapa orang, dan Puncak Jaya Kesuma atau disebut hanya Jaya Kesuma oleh sebagian yang lain, terletak di sebelah barat central highland yang disebut dengan Jayawijaya dan pegunungan Sudirman. Carstensz Pyramid adalah gunung tertinggi diantara America dan Himalaya.

Nama Cartensz diambil dari penemunya yaitu seorang pelaut asal Belanda, John Carstensz yang menyaksikan adanya puncak gunung yang tertutup oleh Es di negara ekuator. Tidak ada yang percaya dengan peenyataan nya tersebut. John Carstensz adalah orang eropa pertama yang menyaksikan puncak Cartesz dengan mata kepalanya sendiri.

Orang Indonesia menyebutnya dengan Puncak Jaya, walaupun sebenarnya Puncak Jaya cartensz midi peak bukan merupakan puncak tertinggi dari Carstensz itu sendiri. Puncak jaya adalah salah satu puncak yang dianggap tertinggi yang ada di pegunungan Jaya Wijaya.

Ada beberpa perbedaan pendapat mengenai ketinggian puncak Carstensz Pyramid ini. Ada yang menyatakan bahwa ketinggiannya adalah 4884 m (16023 feet, bebrapa sumber menyebutnya dengan 16013 feet ), ada pula yang meyatakan bahwa ketinggiannya adalah 5030 meters (16503 ft). Australian navigational air maps menyatakan bahwa ketinggiannya adalah 16503 feet (5030 meters). Entah yang mana yang benar, namun yang pasti adalah bahwa puncak Carstensz Pyramid ini merupakan puncak tertinggi di Indonesia, bahkan di Australia dan Oceania, jadi tidaklah salah jika Cartenz termasuk kedalam 5 gunung tersulit untuk di daki di Indonesia.

Puncak Jaya (Carstensz Pyramid, 4884 m, 16023 ft), Puncak Mandala (4640m, 15223 ft), dan Puncak Trikora (4730m, 15518 ft), adalah tiga puncak utama yang terkenal dia pegunungan papua barat. Carstensz Pyramid dalah puncak yang tertinggi, ketiga puncak tersebut terletak di bagian barat dari pegunungan Jayawijaya.

Dari ketiga puncak diatas, hanya Carstensz Pyramid yang selalu diselimuti salju. Lalu darimanakah datangnya salju yang ada da puncak Carstensz ini, yang notabene berada di Indonesia, yang merupakan Negara ekuator? Hal ini memang suatu keadaan yang tidak biasa. Salah satu alasan logis nya adalah adanya badai salju tropis yang kadang akan membawa salju pada suatu tempat diatas ketinggia 4000 m. nah, Puncak Jaya ini (4884 m) adalah salah satu persinggahan salju yang dibawa oleh badai tersebut. La kok bisa ada badai salju di daerah tropis? Wah….kalo itu mah, Tanya aaja ndiri ama ilmuwan atau ahli lingkungan yang berkompeten pada bidangnya. Hehehe…..

Ada 3 rute utama untuk mencapai puncak Caratensz ini. Yang pertama biasa dengan rute Harrer (Harrer’s Route). Rute ini merupakan rute yang paling mudah untuk dilewati. Meskipun mudah, tidak berarti segalanya akan mudah dalam menaklukkan puncak Jaya ini.

Harrer’s route menempuh perjalanan untuk naik dan turun sekitar 12 sampai 15 jam. Tingkat klesulitannya berkisar antara 3-4 standar UIIA. Kesulitan yang ada dalam menempuh rute ini adalah ketika berada di bawah puncak jaya. Kemiringan tebing yang curam, sampai dengan 10-15 derajat setinggi kira-kira 80 meter, membutuhkan ekstra kehati-hatian. Standar UIIA menytakan bahwa kesulitan dalam hal ini adalah 5-5+. Pengalaman dannpengetahuan yang cukup dalam hal climbing merupakan bekal utama. Bebatuannya cukup kuat dan tidak mudah longsor/lepas. Kesulitan yang akan dihadapi akan lebih besar lagi ketika mencapai bebatuan yang bergerigi dengan overhang wall yang berkisar 10 meter, dengan tingkat kesulitan 6-7+ satandar UIIA. Bagi pendaki pemula hal ini bisa diatasi dengan menggunakan Jumar sebagai alat bantunya.

Rute yang kedua adalah East Ridge. Rute ini merupakan pertengahan antara rute Harrer dan rute yang paling sulit. Jalan yang ditempuh akan lebih jauh dan tentunya juga akan lebih lama.

Rute yang ketiga adalah American Direct. Rute ini merupakan rute yang akan menempuh perjalanan langsung ke puncak. Rute ini memerlukan skill, pengalaman, dan juga pengetahuan yang memadai tentang Climbing. Yang terburuk dari rute ini adalah, tingkat kesulitan yang semakin tinggi ketika mendekati puncak, yaitu tebing yang curam, dinding dari puncak Cartensz.

Jika beruntung, dari Puncak Jaya (Cartensz Pyramid), anda akan dapat menyaksikan laut. Jika tidak, maka anda hanya dapat menyaksikan lokasi tambang emas, dan juga hutan di sekitar pegunungan Jayawijaya.

 

Latimojong

Latimojong-rantemario_5berita

5Berita.com – Gunung latimojong terletak di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan yang merupakan bagian dari pegunungan Latimojong yang membentang luas di wilayah kab. Enrekang, Tanah Toraja, Toraja Utara dan Luwu. Terdiri dari tujuh buah puncak, dengan puncak tertinggi adalah puncak Rantemario dengan elevasi 3478 Mdpl.

Jika ambil rute awal dari ibukota provinsi Sulawesi Selatan, Makassar
Perjalanan darat Makassar menuju Enrekang sekitar 6 jam, kemudian dari kota Enrekang menuju kecamatan Baraka sekitar 20 menit, tapi bisa juga menggunakan jasa mobil angkutan yang memang dari Makassar menuju Kecamatan Baraka yang jelas lebih mengurangi waktu tempuh dan tentunya biaya. Jika langsung ke Kecamatan Baraka.

Kemudian dari Kecamatan Baraka dilanjutkan dengan menggunakan mobil angkutan menuju Desa Rantelemo, biasanya berupa truk atau jeep pengangkut barang dengan lama perjalanan sekitar 4 jam, hanya inilah tumpangan terakhir dikarenakan jalur menuju Desa Rantelemo yang sangat ekstrim. Angkutan ini hanya ada pada hari senin dan kamis, bertepatan dengan hari pasar di kecamatan Baraka.

Namun tak jarang juga ada angkutan yang tembus masuk hingga ke dusun Karangan yang merupakan perkampungan terakhir sebelum memulai pendakian. Jika angkutan hanya sampai di Desa Rantelemo, maka pendaki harus berjalan kaki sekitar 1 jam untuk sampai ke dusun Karangan.

Ketika tiba di dusun Karangan, pendaki bisa menginap dirumah kepala Dusun, Bapak Sinuk. Disini sekalian juga mengisi buku tamu atau absensi para pendaki Gunung Latimojong.

Kesulitan pertama dari gunung ini adalah banyaknya cabang yang mungkin saja membuat para pendaki nyasar.
Skedar informasi  apabila kalian mendaki Dari dusun Karangan maka jalur yang dilalui adalah pemukiman penduduk dilanjutkan dengan memasuki perkebunan kopi. Terdapat banyak percabangan jalan. Untuk pecabangan pertama, ambil jalur lurus bukan jalur kanan, jalur kanan menuju perkampungan bagian atas. Kemudian pada percabangan kedua ambil jalur kanan, bukan jalur kiri, jalur kiri menuju jembatan dan masuk lebih jauh kedalam perkebunan kopi yang akhirnya kembali ke perkampungan.

Pada jalur kanan kita akan tetap memasuki perkebunan kopi bercampur sedikit perkebunan durian dan cengkeh. Kemudian akan ada percabangan ketiga, pada percabangan ini terbagi menjadi dua jalur, keduanya bisa dilalui, hanya tergantung pilihan kita, yang kanan sedikit melebar kepunggung gunung dengan jalan yang lebih landai tetapi lebih jauh, sedangkan jalur yang kiri lebih dekat namun dengan tanjakan yang panjang. Keduanya bisa bertemu di Pos 1.

Kesulitan selanjutanya adalah ketika sudah lewat batas akhir perkebunana penduduk dan mulai masuk kedalam hutan, selama perjalan akan melewati pinggiran gunung dan kebanyakan hanya berpegang pada akar-akar pohon. Setelah itu pendaki akan dihadapkan dengan tanjakan panjang dengan kemiringan sekitar 75º ditambah dengan jalur yang licin, tetap mengandalkan akar-akar pohon. selanjutnya pendaki akan semakin jauh kedalam hutan yang rimbun dan gelap maka cahaya matahari semakin berkurang yang bisa menembus pepohonan.

kemudian pendaki kembali menanjak dan kembali berjalan dipinggiran gunung bersebelahan dengan jurang, namun di jalur ini pendaki bisa menemukan buah kalpataru yang jatuh dari atas gunung. Setelah itu pendaki akan sampai di pos 5, pos 5 ini berupa dataran luas yang bisa digunakan untuk mendirikan tenda, dan terdapat sumber air, berada pada jalur sebelah kiri menurun sekitar 150 meter.

Selanjutnya jalur kembali menanjak panjang dan sesekali jalur landai. Jalur licin dan tetap mengandalkan akar dan ranting pohon, pada jalur ini banyak pohon-pohon besar yang tumbang yang mengalangi jalan sekaligus menambah berat perjalanan.

itulah beberapa alasan mengapa gunung Latimojong menjadi salah satu gunung tersulit di Indonesia.

 

Leuser

Leuser_5berita

5Berita.com – Sekitar akhir periode 80-an sampai pertengahan tahun 90-an. Jalur selatan Leuser merupakan jalur pendakian yang paling menantang bagi para pendaki gunung dari kelompok manapun di Nusantara. Jalur selatan Leuser yang masih perawan ini mengundang rasa penasaran para pendaki gunung dari pelosok Nusantara karena tingkat kesulitannya yang tinggi. Cuaca di hutan yang lembab ini tidak bisa ditebak, cuaca cerah bisa dengan cepat berubah hujan. Anak-anak sungai yang tergambar di peta saat dijumpai ternyata banyak yang kering. Sehingga air adalah masalah besar dalam pendakian melalui hutan hujan tropis yang dijuluki paru-paru dunia ini.

Banyak pendaki yang melalui jalur ini yang karena kehausan terpaksa minum air dari kubangan badak atau babi, yang mereka temui di sepanjang perjalanan. Tidak jarang pendaki yang melewati jalur ini, untuk mendapatkan air harus memeras lumut yang menutupi batang-batang pohon, sialnya kadang pohon yang ditutupi lumut ini adalah rotan yang dipenuhi duri, sehingga ketika digenggam tanpa ampun duri-duri itu menancap di daging setelah menembus kulit. Jika beruntung, kadang pendaki bisa menemukan tumbuhan kantong semar. Tumbuhan pemakan serangga yang dalam kantongnya berisi air dan banyak bangkai serangga. Bagi pendaki yang kehausan, air penuh bangkai serangga yang disaring dengan mitela penutup kepala ini, beribu kali lebih segar dan nikmat dibandingkan air mineral kemasan merk Aqua.

Belum lagi jika kita bicara terjalnya medan, banyak jurang yang harus dituruni dan dipanjat kembali untuk bisa mencapai kaki Leuser. Hanya untuk sampai di kaki Leuser saja, kira-kira ada delapan gunung dan bukit yang harus dinaik turuni. Beberapa gunung dan bukit itu bahkan lebih tinggi dari Gunung Seulawah. Gunung berapi yang bisa kita lihat dari kota Banda Aceh.

Kesulitan ini masih ditambah lagi dengan banyaknya binatang-binatang yang cukup mengganggu perjalanan. Di sepanjang perjalanan dalam hutan Leuser, kita sering menemui ular hitam berkepala dan berekor merah. Di tanah dan rumput basah, pacet, binatang lunak penghisap darah tak terhitung jumlahnya. Bekas gigitan binatang ini menimbulkan rasa gatal dan perih di kulit yang tak hliang berminggu-minggu. Apalagi kalau yang menggigit itu adalah jenis pacet daun atau kadang kami sebut pacet terbang. Rasa perih dan sakitnya bisa berlipat-lipat. Belum lagi kalau sedang sial menginjak sarang tawon tanah yang satu buah gigitannya bisa menimbulkan demam panas dan jika bekas sengatannya terkena air. Di tempat bekas sengatan itu akan bolong besar dan bengkak selama berhari-hari.

Bukan hanya binatang yang menjadi masalah, di beberapa lokasi di hutan Leuser juga tumbuh tanaman yang dalam bahasa Aceh disebut ‘Jelatang’ atau ‘Latong’ dalam bahasa Gayo. Jika terkena kulit, sengat daun tumbuhan ini bisa menyebabkan gatal dan rasa perih yang meninggalkan bekas luka seperti luka bakar. Jauh lebih parah dibandingkan luka bekas gigitan pacat daun.

Sampai tahun 1994, belum ada satu manusiapun yang mampu mencapai puncak Leuser melalui jalur selatan ini. Jalur ini juga sudah banyak memakan korban jiwa. Salah satunya adalah Rika Pandayana, cucu dari mantan Kapolri Anton Soedjarwo. Lalu di tahun 1993 bersamaan dengan pendakian yang dilakukan oleh pendahulu kami, Team Pendakian Gunung Leuser 1993 UKM-PA Leuser Unsyiah (TPGL’ 93). Jalur selatan kembali memakan satu korban jiwa. Kali ini korbannya bernama Hendra Budhi, anggota pecinta alam dari Universitas Borobudur. Hendra meninggal di hari ke 85 pendakian mereka. kabarnya Hendra meninggal karena Hipoksia, atau penyakit kekurangan oksigen. Tapi informasi  itu hanya desas-desus, karena saat kejadian itu anggota tim pendaki Universitas Borobudur tentu lebih paham informasi yang sebenarnya tentang kematian Hendra.

Untuk melakukan pendakian melalui jalur selatan Leuser. Setiap anggota team membawa ransel sebesar lemari di punggung. Berat ransel-ransel itu antara 35 sampai 40 Kg. Ransel seberat itu harus digotong karena sepanjang perjalanan pendaki harus membawa beras, alat masak, bahan bakar dan barang-barang konsumsi lain untuk kebutuhan selama satu bulan, ditambah peralatan menginap, pakaian dan tentu saja AIR.

Raung

puncak-raung_5berita

5Berita.com – Gunung Raung adalah sebuah gunung yang besar dan unik, yang berbeda dari ciri gunung pada umumnva di pulau Jawa ini. Keunikan dari Puncak Gunung Raung adalah kalderanya yang berbentuk elips dengan kedalaman sekitar 500 meter dalamnya, yang selalu berasap dan sering menyemburkan api dan terdapat kerucut setinggi kurang lebih 100m. Gn.Raung termasuk gunung tua dengan kaldera di puncaknya dan dikitari oleh banyak puncak kecil, menjadikan pemandangannya benar-benar menakjubkan.

Untuk mendaki G. Raung, paling mudah adalah dari arah Bondowoso. Dari Bondowoso terus menuju desa Sumber Wringin dengan menggunakan Colt melalui Sukosani. Perjalanan diawali dari desa Sumber Wringin melalui kebun pinus dan perkebunan kopi menuju Pondok Motor. Di Pondok Motor pendaki dapat menginap dan beristirahat, kemudian pendaki dapat melanjutkan perjalanan ke puncak yang membutuhkan waktu sekitar 9 jam.

Dari Pondok Motor ke G. Raung, dimulai dengan melalui kebun selama 1 jam lalu pendakian memasuki hutan dengan sudut pendakian yang tidak terlalu besar yaitu sekitar 20 derajat. Hutan gunung ini terdiri dari pohon glentongan, arcisak, takir dan lain-lain.

Setelah pendakian selama 2 jam atau sekitar 1300 – 1400 m pendaki akan menemukan jalan berkelok dan naik turun sampai ketinggian sekitar 1500 – 1600 m. Di daerah ini mulai terlihat pohon cemara lalu pendakian diteruskan menuju pondok sumur (1750 M). setelah itu pendakain akan mulai sulit dan sudut pendakian mulai membesar dan jalur pendakian kurang jelas karena hanya semak-semak dan kemudian terus mendaki selama 3 jam hingga dicapai Pondok Demit.

Kemudian pendaki harus mendaki lagi selama sekitar 8 jam hingga dicapai batas hutan, yang dikenal dengan nama Pondok Mantri atau Parasan pada ketinggian sekitar 2900 – 3000 m. di tempat inilah pendakian beristirahat untuk berkemah. Perjalanan dilanjutkan melalui padang alang-alang (sekitar 1 jam perjalanan), selanjutnya menuju puncak Gunung Raung yang sedikit berpasir dan berbatu-batu. Dari tempat berkemah menuju puncak G. Raung, hanya diperlukan waktu sekitar 2 (dua) jam saja.

Puncak G. Raung ini berada pada ketinggian 3.332 m dari permukaan laut dan sering bertiup angin kencang. Dari pinggir kawah tidak terdapat jalur yang jelas untuk menuju dasar kawah sehingga pendaki yang bermaksud menuruni kawah agar mempersiapkan tali temali ataupun peralatan lainnya untuk sebagai langkah pengamanan. Dalam perjalanan ke Puncak G. Raung, tidak ada mata air. Sebaiknya untuk air dipersiapkan di Sumber Wringin atau di Sumber Lekan. Untuk mendaki G. Raung tidak diperlukan ijin khusus, hanya saja kita perlu melaporkan diri ke aparat desa di Sumber Wringin.

Raung_5berita

Puncak Gunung raung adalah puncak sejati, dinamakan puncak sejati karena memang dibutuhkan keahlian dan peralatan extra untuk bisa berdiri di puncak sejati ini, puncak sejati juga hanya bisa menampung satu orang saja.

Kesulitan lain yang mungkin terjadi adalah karena keangkeran Gunung Raung yang sudah terlihat dari nama-nama pos pendakian yang ada, mulai dari Pondok Sumur, Pondok Demit, Pondok Mayit dan Pondok Angin. Semua itu mempunyai sejarah tersendiri hingga dinamakan demikian. Pondok Sumur misalnya, katanya terdapat sebuah sumur yang biasa digunakan seorang pertapa sakti asal Gresik. Sumur dan pertapa itu dipercaya masih ada, hanya saja tak kasat mata. Di Pondok Sumur ini, saat berkemah,juga terdengar suara derap kaki kuda yang seakan melintas di belakang tenda.

Selanjutnya Pondok Demit, disinilah tempat aktivitas jual-beli para lelembut atau dikenal dengan Parset (Pasar Setan). Sehingga, pada hari-hari tertentu akan terdengar keramaian pasar yang sering diiringi dengan alunan musik. Lokasi pasar setan terletak disebelah timur jalur, sebuah lembah dangkal yang hanya dipenuhi ilalang setinggi perut dan pohon perdu. Pondok Mayit adalah pos yang sejarahnya paling menyeramkan, karena dulu pernah ditemukan sesosok mayat yang menggantung di sebuah pohon. Mayat itu adalah seorang bangsawan Belanda yang dibunuh oleh para pejuang saat itu.

Kerinci

Kerinci_5berita

5Berita.com – Gunung Kerinci dengan ketinggian 3805 mdpl, merupakan puncak gunung tertinggi di pulau Sumatera juga merupakan puncak ‘Gunung berapi tertinggi di Indonesia’  berada di wilayah Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, termasuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Di Gunung Kerinci terkenal misteri orang pendek yang masih jadi misteri karena belum ada yang bisa mendokumentasikan meskipun beberapa penduduk pernah menyaksikannya. Orang pendek tersebut menyerupai kera dengan tinggi 60 cm yang memiliki keanehan berjalan dengan telapak kaki terbalik dan meninggalkan jejak kaki yang terbalik.

Untuk treknya sendiri. Trek awalnya cukup mudah, melewati ladang dan perkebunan punya penduduk setempat.
Semakin mendaki, trek akan semakin terjal hingga akhirnya sangat curam. Yang juga menjadi kesulitan, yaitu larangan bagi pendaki untuk bermalam di ketinggian kurang dari 1.500 Mdpl. Hal ini karena banyaknya binatang buas yang masih berkeliaran, seperti harimau Sumatera,  di sepanjang trek inipun sulit untuk menemukan sumber mata air.

Binatang – binatang ini akan menghindari udara dingin di malam hari, dan beristirahat di bawah ketinggian tersebut. Dengan trek yang terjal itu, hal ini tentunya menyulitkan para pendaki yang keletihan. Ketika tengah berkutat dengan trek terjal, angin dingin pun senantiasa menghampiri.

Para pendaki pun jadi cepat lelah dan menggigil, membuat seluruh tubuh menjadi kaku. Tak jarang hujan es pun terjadi, sehingga hiportermia menjadi hal yang sangat mungkin terjadi.

 

Incoming search terms:

  • gadis kecil di gunung
  • gunung loli
  • anak kecil berbaju merah di gunung
  • bokep pendaki gunung
  • misteri gadis kecil berbaju merah
  • Gadis kecil digunung
  • gadis baju merah di gunung
  • wallpaper pendaki gunung
  • bokep jepang agustus 2016
  • gadis mistirius berbaju merah