5 Makna Pancasila | 5berita.com
5Berita.Com
Kamis, 19 Januari 2017
Kumpulan Berita Seru
5-makna-pancasila

5 Makna Pancasila

Pancasila adalah pondasi dan ideologi bansa ini, sayangnya di zaman sekarang ini pancasila hanya menjadi suatu hal yang wajib dibaca saat upacara namun tidak untuk dipahami, malah sebagian orang tidak hafal isi pancasila. Hal ini sungguh ironis, karena rakyat yang menjadi dasar suatu negara tidak memiliki pondasi negara itu sendiri. Oleh sebab itu maka ada baiknya kita memahami makna dari kelima prinsip yang ada dalam pancasila, berikut adalah maknanya :

1. KeTuhanan (Religiusitas)
5-makna-pancasila_ketuhanan-yang-maha-esa
Nilai religius adalah nilai yang berkaitan dengan keterkaitan individu dengan sesuatu yang dianggapnya memiliki kekuatan sakral, suci, agung dan mulia. Memahami Ketuhanan sebagai pandangan hidup adalah wujud masyarakat yang berTuhan, yakni membangun masyarakat Indonesia yang memiliki jiwa maupun semangat untuk mencapai ridha Tuhan dalam setiap perbuatan baik yang dilakukannya.

Selain itu, sila keTuhanan juga merupakan wujud Indonesia yang kaya akan kepercayaan, dalam sebuah pidato Soekarno 1 Juni  1945 yang mengatakan

“Prinsip yang kelima hendaknya: Menyusun Indonesia Merdeka dengan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
Prinsip Ketuhanan ! Bukan saja bangsa Indonesia ber-Tuhan, tetapi masing‐masing orang Indonesia hendaknya bertuhan Tuhannya sendiri. Yang Kristen menyembah Tuhan menurut petunjuk Isa al Masih, yang Islam berTuhan menurut petunjuk Nabi Muhammad s.a.w., orang Buddha menjalankan ibadatnya menurut kitab‐kitab yang ada padanya. Tetapi marilah kita semuanya ber‐Tuhan. Hendaknya negara Indonesia ialah negara yang tiap‐tiap orangnya dapat menyembah Tuhannya dengan cara yang leluasa. Segenap rakyat hendaknya ber‐Tuhan secara kebudayaan, yakni dengan tiada egoisme‐agama. Dan hendaknya Negara Indonesia satu Negara yang ber‐Tuhan!”

Prinsip ini kemudian dijadikan sila yang pertama, jika kita lebih memahami lagi, maka kita tahu bahwa saat itu Soekarno mendukung keberagaman yang ada di Indonesia dan ingin keberagaman tersebut menjadi kekuatan bagi Indonesia ini sendiri.

2. Kemanusiaan (Moralitas)
5-makna-pancasila_kemanusiaan-yang-adil-dan-beradap
Dalam konteks ini Soekarno menginginkan bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki rasa kemanusiaan yang adil dan beradap, karena ia tahu bahwa pondasi terkuat suatu negara berada di tangan rakyatnya.

Selain itu sebenarnya sila kedua ini berasal dari kata “Internationalisme“, yang dimaksudkan agar masyarakat Indonesia bisa melihat hal secara universal, dikatakan juga oleh Soekarno bahwa “Indonesia hanya satu bagian kecil dunia” yang berarti kita harus melihat lebih luas lagi jangan hanya terfokus dengan Indonesia(Kebangsaan), sebab hal ini bisa menimbulkan peperangan.

Soekarno mengajak dan menginginkan masyarakat Indonesia untuk memiliki rasa kemanusiaan, turut andil dalam hal yang terjadi di dunia, membantu sesama tanpa memandang apa/siapa mereka.

3. Persatuan (Kebangsaan) Indonesia
5-makna-pancasila_persatuan-indonesia
Persatuan adalah gabungan yang terdiri atas beberapa bagian, kehadiran Indonesia dan bangsanya di muka bumi ini bukan untuk bersengketa. Bangsa Indonesia hadir untuk mewujudkan kasih sayang kepada segenap suku bangsa dari Sabang sampai Marauke. Persatuan Indonesia, bukan sebuah sikap maupun pandangan dogmatik dan sempit, namun harus menjadi upaya untuk melihat diri sendiri secara lebih objektif dari dunia luar.

Hal ini sangat ditegaskan dengan lambang pancasila itu sendiri, dimana sang burung garuda mencengkram erat “Bhineka Tunggal Ika“, yang menandakan bahwa kita harus benar – benar mempertahankan persatuan bangsa ini, kita memang berbeda namun kita satu, kita Indonesia. Jangan biarkan perbedaan Agama, Suku, Ras ataupun Gender(jenis kelamin) memecah kita, namun jadikan perbedaan sebagai suatu kekuatan dan keindahan bangsa ini.

4. Permusyawaratan dan Perwakilan
5-makna-pancasila_permusyawaratan-perwakilan
Hakikat sila ini adalah demokrasi. Kita tidak mendirikan Negara untuk satu orang, satu golongan, tetapi semua untuk semua , satu buat semua, semua buat satu, dan agar Negara menjadi kuat perlu permusyawaratan perwakilan.

Pemusyawaratan. Artinya mengusahakan putusan secara bulat, dan sesudah itu diadakan tindakan bersama. Disini terjadi simpul yang penting yaitu mengusahakan keputusan secara bulat. Bulat yang dimaksud adalah hasil yang mufakat, artinya keputusan itu diambil dengan kesepakatan bersama. Dengan demikian berarti bahwa penentu demokrasi yang berdasarkan pancasila adalah kebulatan mufakat sebagai hasil kebikjasanaan. Oleh karena itu kita ingin memperoleh hasil yang sebaik-baiknya didalam kehidupan bermasyarakat, maka hasil kebikjasanaan itu harus merupakan suatu nilai yang ditempatkan lebih dahulu.

Sementara perwakilan adalah ketika kita memilih seseorang untuk menjadi pejabat, anggota dewan, bahkan presiden untuk mewakili kita untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang sesuai dengan posisinya yang akan berdampak bagi seluruh masyarakat. Jadi pilihlah wakilmu dalam pemerintahan dengan hati, sebab masa depanmu dan negara ini yang menjadi taruhannya.

5. Keadilan Sosial
5-makna-pancasila_keadilan-sosial
Keadilan sosial berarti keadilan merupakan milik setiap individu yang ada di masyarakat. Keadilan sosial yaitu adil yang menyeluruh yang berlaku untuk seluruh rakyat Indonesia. Tidak ada diskriminasi atau merugikan satu diantara banyak pihak yang terlibat. Serta tidak melibatkan status sosial, agama, ras, adat, warna kulit ataupun keanekaragaman yang ada di Indonesia yang artinya hitam tetap hitam putih tetap putih, benar tetap benar dan salah tetap salah. Dan juga berarti bahwa setiap orang memperoleh hak yang sama.

Incoming search terms:

  • rahasia kekuatan seks wanita gurun pasir