5 Mitos Kerjasama Nuklir Iran-Amerika | 5berita.com
5Berita.Com
Senin, 16 Januari 2017
Kumpulan Berita Seru
5-mitos-kerjasama-nuklir-iran-amerika

5 Mitos Kerjasama Nuklir Iran-Amerika

Perjanjian nuklir Iran adalah prestasi bersejarah hasil dari negoisasi panjang dan melelahkan antar Iran dan enam kekuatan dunia – Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Cina, Rusia dan Jerman yang dimulai pada tahun 2006. Namun kesepakatan yang telah diambil tersebut memunculkan tidak sedikit penentangan, terutama dari Israel yang menilai kesepakatan itu justru membuka pintu bagi Teheran untuk mengembangkan senjata nuklirnya.

Selain itu dengan adanya kesepakatan ini maka sanksi Internasional yang selama ini melumpuhkan Iran akan dicabut, sehingga banyak spekilasi yang berkembang terhadap adanya kesepakatan ini. Dan berikut 5 Mitos Kerjasama Nuklir Iran-Amerika :

1. IRAN MAKIN LELUASA BIKIN BOM NUKLIR
Kesepakatan memastikan bahwa Iran akan mendapatkan sebuah bom dan memicu perkembangan nuklir yang sangat cepat di Timur Tengah. Padahal kesepakatan itu justru akan mengalihkan Iran dari teknologi pembuatan bom nuklir karena sudah ada perjanjian tertulis antara US dan Iran, jadi jika Iran tetap berusaha mencoba membuat bom nuklir, maka US dan pb dapat menyelidiki dan memberikan sangsi kepada pihak yang melakukan pelanggaran.

Tanpa kesepakatan ini, inspektur PBB akan ditendang keluar, dan Iran akan berusaha sendiri lagi untuk membuat bom, dengan semua sumber daya yang ada dan stok pengayakan uranium yang semakin bertumbuh. Tanpa kesepakatan, Iran memiliki cukup uranium untuk membuat sepuluh bom saat ini. Dengan kesepakatan maka stok uranium Iran akan segera berkurang jumlahnya hingga tidak cukup untuk membuat satu bom. Berdasarkan kesepakatan itu, Iran juga setuju Protokol Tambahan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), sehingga pasti tidak akan memproduksi senjata nuklir. Namun yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, dengan adanya kerjasama tersebut, akan seperti apa Amerika kedepannya?

2. LEBIH BAIK AS MENINGGALKAN KESEPAKATAN
Amerika Serikat seharusnya bertahan untuk mencapai kesepakatan yang lebih baik. karena kesepakatan yang diambil saat ini sudah sangat kuat dari hasil negosiasi. Jika Amerika Serikat meninggalkan kesepakatan, maka konsensus internasional yang susah payah dibangun saat ini akan runtuh. Rusia dan China akan membuka kembali perdagangan dengan Iran. Inspektur IAEA akan ditendang keluar, dan Iran tidak akan memiliki batasan mengenai program nuklirnya.

 

3. SANKSI TAK BISA DITERAPKAN LAGI
Sanksi PBB tidak akan bisa diberlakukan lagi jika Iran melanggar perjanjian. Ini juga mitos karena jika Iran melanggar kesepakatan dan review dari 8 negara di mana Amerika Serikat dan sekutunya merupakan kekuatan mayoritas akan bisa menjatuhkan sanksi hanya dalam waktu 35 hari. Setelah itu, 30 hari kemudian sanksi PBB secara otomatis akan berlaku kembali kecuali digagalkan dalam pemungutan suara Dewan Keamanan. Dan Amerika Serikat dapat mem-veto langkah tersebut. Dengan kata lain, kesepakatan memungkinkan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya untuk menghentikan setiap upaya melindungi Iran dari konsekuensi melanggar perjanjian.

4. PERANG ADALAH SATU – SATUNYA PILIHAN ALTERNATIF
Ada pilihan yang lebih baik untuk penyelesaian yang dinegosiasikan. Satu-satunya alternatif selain diplomasi hanyalah serangan militer. Dan jika serangam berhasil, hanya akan mengatur program nuklir Iran kembali dalam waktu sekitar dua atau tiga tahun. Setelah serangan Iran kemungkinan akan membuat sedikit bom dengan menyusun kembali program nuklirnya di fasilitas yang lebih rahasia. Konsensus global untuk sanksi terhadap Iran akan runtuh, dan Teheran akan berakhir dengan program senjata nuklir yang akan jauh lebih membahayakan.

5. BURUK UNTUK ISRAEL
Mitos terakhir adalah bahwa kesepakatan ini buruk untuk Israel hingga negara itu mati-matian menentang kesepakatan. Kesepakatan ini telah memblok jalur Iran untuk membuat senjata nuklir untuk jangka waktu lebih lama daripada pilihan lain dan melakukan. Israel juga tidak sepenuhnya melawan kesepakatan ini, sebagai klaim Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Banyak pejabat-dari keamanan nasional Israel mantan kepala Mossad dan Shin Bet, mantan wakil penasehat keamanan nasional dan mantan wakil direktur jenderal Komisi Energi Atom Israel -justru mendukung perjanjian. Tanpa kesepakatan Iran akan lebih bebas untuk melakukan pengembangan nuklirnya.