5 Negara Dengan Reaktor Nuklir Terbanyak | 5berita.com
5Berita.Com
Selasa, 17 Januari 2017
Kumpulan Berita Seru
5-negara-dengan-reaktor-nuklir-terbanyak_russia

5 Negara Dengan Reaktor Nuklir Terbanyak

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir(PLTN) adalah salah satu energi alternatif untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar fosil(batu bara, minyakbumi, dsb) yang hingga saat ini masih digunakan oleh banyak negara, termasuk Indonesia.

Dinegara – negara berkembang sudah banyak dibangun reaktor nuklir sebagai pembangkit listrik, karena PLTN telah terbukti jauh lebih hemat dibanding pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar fosil, namun kekurangan dari PLTN itu sendiri adalah apabila terjadi kesalahan, maka hal tersebut bisa berdampak fatal, telah kita semua tahu bahwa radiasi nuklir entah secara langsung ataupun tidak langsung dapat mengakibatkan bencana yang sangat fatal. Oleh sebab ke khawatiran ini jugalah hingga kini masih banyak yang kontra dengan PLTN atau hal lainnya yang berhubungan dengan nuklir.

Meski banyak menuai kritik dan kontra, ternyata tak sedikit negara yang tetap menggunakan nuklir sebagai pemasok kebutuhan listrik, berikut adalah 5 Negara Dengan Reaktor Nuklir Terbanyak :

1. Amerika Serikat (104 Reaktor Nuklir)
5-negara-dengan-reaktor-nuklir-terbanyak_amerika
Amerika adalah negara yang paling banyak memiliki reaktor nuklir, yaitu sebanyak 104 reaktor nuklir komersial. Sebanyak 69 merupakan reaktor air bertenaga dan 35 reaktor air mendidih. Ada sebanyak 65 pembangkit listrik tenaga nuklir yang telah memiliki lisensi untuk beroperasi. Pembangkit tersebut menghasilkan energi listrik sebesar 806,2 TWh dan telah menyuplai 19,6% kebutuhan listrik total di seluruh AS pada tahun 2008. Bulan Februari 2012, US Nuclear Regulatory Commission telah menyetujui pembangunan dua reaktor, dengan alasan karena bencana tsunami yang melanda Jepang 11 Maret 2011 yang telah menghancurkan reaktor nuklir di Fukushima.

2. Perancis (59 Reaktor Nuklir)
5-negara-dengan-reaktor-nuklir-terbanyak_prancis
Perancis merupakan negara yang memiliki reaktor nuklir paling banyak kedua, yaitu sebanyak 59 reaktor nuklir. Perancis dipaksa memiliki banyak reaktor nuklir karena, negara ini tidak memiliki sumber daya energi berupa minyak, sebagai sumber energi negara tersebut. Pembangkit tenaga nuklir Perancis menghasilkan energi 540,6 TWh dan telah memenuhi sebanyak 78,8% kebutuhan energi listrik di Perancis, angka ini adalah persentase tertinggi di dunia sehingga tarif listrik di Perancis merupakan yang termurah di Eropa.

3. Jepang (55 Reaktor Nuklir)
5-negara-dengan-reaktor-nuklir-terbanyak_jepang
Jepang adalah negara ketiga yang memiliki banyak reaktor nuklir, sebanyak 55 reaktor nuklir. Energi nuklir nampaknya merupakan prioritas nasional yang strategis. Sebagai negara yang kerap dilanda gempa, kerusakan reaktor nuklir menjadi kekawatiran seluruh rakyat Jepang dan mungkin juga dunia. Seperti peristiwa 11 Maret 2011, yang telah menghancurkan sistem pendingin pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukushima dalam bencana tsunami. Sedikitnya 140 ribu penduduk atau yang berjarak 20 km dari reaktor di evakuasi.

4. Rusia (31 Reaktor Nuklir)
5-negara-dengan-reaktor-nuklir-terbanyak_russia
Russia memiliki 31 reaktor nuklir dan memiliki sejarah kelam dengan reaktor nuklirnya di Ukraina (dulu bagian dari SSR) pada reaktor nomor empat dari Chernobyl Nuclear Power Plant di tahun 1986. Kini pemerintah Russia lebih berhati-hati dalam mengelola reaktor nuklirnya. Pasokan listrik Russia tahun 2010 dipenuhi oleh pembangkit listrik tenaga nuklir sebesar 16% dengan kekuatan sebesar 170,1 TWh. Pemerintah Rusia merencanakan akan meningkatkan reaktor nuklirnya dari 31 ke 59 reaktor.

5. Inggris (19 Reaktor Nuklir)
5-negara-dengan-reaktor-nuklir-terbanyak_inggris
Inggris memiliki 19 reaktor nuklir dan telah menghasilkan tenaga nuklir yang telah menyuplai seperenam kebutuhan listrik Inggris di tahun 2012. Sejak didirikan tahun 1956, Inggris “hanya” mengalami dua kali kecelakaan nuklir yaitu di Windscale karena kebakaran tumpukan plutonium tanggal 8 Oktober 1957 dan di Sellafield karena sebanyak 20 ton uranium dan 160kg plutonium mengalami kebocoran karena ada pipa yang retak pada tanggal 19 April 2005.