5 Rekaman Percakapan Pilot Sebelum Pesawat Jatuh | 5berita.com
5Berita.Com
Kamis, 08 Desember 2016
Kumpulan Berita Seru
ini-kesaksian-pilot-pesawat-latih-yang-jatuh-nyungsep-di-tambak-demak

5 Rekaman Percakapan Pilot Sebelum Pesawat Jatuh

5berita.com, Penggunaan pesawat terbang sebagai salah satu alat transportasi, sebenarnya paling aman untuk kita gunakan dibandingkan dengan transportasi darat maupun laut. Yups tentu kita sendiri tahu, dari sebelum pesawat diberangkatkan, banyak tim teknisi yang memeriksa terlebih dahulu kelayakan pesawat serta Pilotnya apakah sudah dipastikan benar-benar aman. Terlebih peranan seorang Pilot sangat besar disini dalam mengemudikan perjalanan lintas udara dengan baik.

Bukan bermaksud menakut-nakuti, banyak penyebab jatuhnya pesawat terbang karena faktor X, diluar kelalaian Pilot sendiri. Hingga kecelakaan maut pun tak dapat dihindarkan. Selepas tragedi mengerikan tersebut, biasanya para tim evakuasi selalu mencari keberadaan Black Box (kotak hitam) untuk mencari tahu apa penyebab sebenarnya hingga pesawat sampai mengalami kecelakaan tragis. Sahabat kejadiananeh.com, berikut 5 rekaman percakapan pilot sebelum Pesawat Jatuh yang bikin merinding mendengarnya, Benar-benar mengerikan sekaligus menyedihkan!

1. Japan Airlines Flight 123

Tanggal 12 Agustus 1985, menjadi saksi sejarah dalam musibah kecelakaan maskapai Penerbangan Jepang. Saat itu Pesawat Japan Airlines Flight 123 rute perjalanan Tokyo menuju Osaka menabrak perbukitan tinggi di Gunung Takmagahara, sekitar 100 kilometer dari Kota Tokyo. Dalam kecelakaan tragis tersebut dilaporkan 520 orang meninggal dunia dan 4 orang dinyatakan selamat meskipun mendapatkan luka-luka berat dan harus mendapatkan perawatan kritis.

Sebenarnya jumlah korban yang meskinya selamat cukup banyak, namun karena medan tempat jatuhnya pesawat sangat sulit dijangkau oleh tim evakuasi, sehingga korban yang tersisa tidak mampu bertahan hidup.

Rekaman Percakapan Pilot Pesawat Jatuh

Diketahui seorang ibu bersama balitanya berhasil selamat, 1 orang pramugari dan 2 orang remaja perempuan berusia 12 dan 15 tahun. Berikut rekaman percakapan terakhir Pilot Pesawat Japan Airlines Flight 123 yang dikemudikan Pilot Masami Takahama, 49 tahun dan co-pilot Yutaka Sasaki 39 tahun dalam terjemahan bahasa Inggris;

Pilot : Hey…something has exploded
Co-pilot : The gear door!
Pilot : Check the gears
Flight Attendant : Please put our oxygen masks on. Please fasten your seat belt
Pilot : Descend!
Co-pilot : Yes Sir!
Flight Attendant : Those passengers who accompany babies, please keep your heads on seat backs and hold your babies firmly. Did you fasten seat belts? All tables are retracted? Please check it.. sometimes we land … without notice…we keep contact with ground
Area Control Center : Can you control the aircraft now?
Pilot : Hey, there’s a mountain ahead
Flight Engineer : I know!
Pilot : Turn right! It’s a mountain there!
Co-pilot : I know Sir!
Pilot : Take control, to the right, turn right!
Pilot : Power !!
Pilot : We can not do anything now

Area Control Center :Fully controlled, Speed is decreasing, speed ..Speed is controlled by power. How about power control? Power control, captain?
Pilot: Yes, Speed is 220 knots
Yes, sir
Pilot: Do not lower nose. It increases speed
Area Control Center : Yes, sir
Pilot: It’s going down
Area Control Center: Yes, sir….Raise nose, raise
Do I extend flap?
Pilot: Unable…
Area Control Center: No, sir, with the alternate… It can be extended with the alternate
Pilot : Lower nose…URV
With both hands…
Area Control Center: Yes, sir…Power, power… URV
Pilot: Flap…
Area Control Center: I am retracting it
Pilot: URV…Raise nose….Raise nose….Power….

Ground Proximity Warning System: Sink rate, pull up, pull up, pull up, pull up
Pilot: URV
Ground Proximity Warning System: Pull up pull up
(sound of collision with first peak)
Ground Proximity Warning System: Pullup,pullup
(sound of impact on the second peak)
(tape ends)

2. Rekaman Black Box Adam Air Flight 574

Penerbangan yang dilakukan dari pesawat Adam Air 574 ini melayani penumpang dengan rute Surabaya-Manado. Musibah kecelakaan terjadi pada tanggal 1 Januari tahun 2007, pesawat dikatakan jatuh di selat Makasar, dekat dengan daerah Polewali. Tragis dan menyedihkan, dalam kecelakaan ini sebanyak 102 penumpang semuanya dinyatakan tewas dan merupakan kecelakaan terparah dalam sejarah kecelakaan pesawat di Indonesia dari boeing 737-400.

Menurut hasil penyelidikan menyatakan bahwa penyebab dari kecelakaan pesawat Adam Air 574 ini terjadi adalah murni kesalahan pilot karena pada saat itu sistem navigasi pesawat sudah mengalami kerusakan namun pesawat tetap jalan. Tentunya kasus kelalaian pilot ini menjadi pemicu reformasi perubahan sistem transportasi udara Negara di Indonesia. Meskipun di lintas penerbangan Eropa sempat melarang pesawat Indonesia untuk terbang melintasi wilayah tersebut.

Dari kejadian itu juga Perusahaan Maskapai penerbangan Adam air akhirnya mengalami kebangkrutan. Namun di balik ricuhnya polemik di atas, masih tersisa percakapan terakhir dari pilot Refri Agustian Widodo (47) asal Sidoarjo dan Yoga Susanto (36) yang terekam sebagai berikut.

Co-pilot : captain, captain, captain! (pesawat mulai menukik)
Co-pilot : cap, cap, cap!
Pilot : ya, ya..
Pilot : Allahu Akbar, Allahu Akbar
Co-pilot : pull up! Pull up! Pull up! (suara pesawat menghantam sesuatu)
Pilot dan co-pilot : Allahu akbar!

3. Percakapan Terakhir Pilot Pesawat Air Florida Flight 90

Penerbangan yang dijadwalkan berangkat dari Washington National Airport yang memiliki tujuan ke Lauderdale international airport dan diharuskan untuk singgah ke Tampa international airport. Bencana terjadi pada tanggal 13 januari 1982 di mana pesawat tipe Boeing 737-200 tersebut mengalami kecelakaan.

Pesawat Air Florida Flight 90 menabrak jembatan dan menghantam 7 mobil yang sedang melintas. Dan pesawat sebelumnya juga merusak 30 meter jembatan sebelum akhirnya jatuh ke sungai Potomac yang pada saat itu tengah membeku. Dari 74 penumpang, hanya 5 orang yang berhasil menyelamatkan diri dari kecelakaan mengerikan ini yaitu 4 orang penumpang dan 1 orang awak pesawat.

Namun dibalik musibah kecelakaan pesawat ini juga mencatat kisah kepahlawanan dari Arland D Wiliams, Jr yang rela menyelamatkan penumpang lain meskipun harus mengorbankan nyawanya sendiri. Berikut adalah percakapan terakhir sebelum pesawat jatuh oleh pilot Larry Wheaton 34 tahun dan co-pilot Roger Pettit 31 tahun;

Pilot : forward, forward, easy. We only want five hundred. Come on forward.. forward just barely climb.
Pilot : stalling, we’re flalling!
Co-pilot : Larry, we’re going down, Larry
Pilot : I KNOW!

4. Western Airlines Flight 2605

Pada tanggal 31 Oktober tahun 1979, Penerbangan internasional dari Los Angeles dengan tujuan ke Mexico city juga mengalami kecelakaan tragis. Saat itu, pesawat yang digunakan adalah pesawat jenis McDonnell Douglas DC 10. Setidaknya 72 orang dari 88 orang penumpang meregang nyawa akibat dari kecelakaan maut.

Kecelakaan ini terjadi sebenarnya hanya karena miss komunikasi antara pilot dengan dengan menara kontrol bandara yang membuat pilot salah mengambil landasan pacu. Menara kontrol meminta pilot untuk mendarat di landasan 23 R namun kesalahan pilot malah mendarat di landasan 23 L yang pada saat itu tengah di perbaiki.

Kecelakaan pun tak bisa terelakkan lagi. Saat pesawat mendarat sayapnya menghantam truk bangunan yang tengah parkir dan mengakibatkan pesawat terseret sejauh 1500 meter dan berhenti setelah menabrak bangunan dan langsung terbakar hangus tanpa ada satupun penumpang yang berhasil diselamatkan.

Kejadiannya yang begitu cepat menjadikan tidak banyak waktu untuk para penumpang dan awak pesawat lainnya untuk menyelamatkan diri. Berikut rekaman percakapan terakhir yang di lakukan antara pilot dengan co-pilot pada saat detik-detik sebelum kecelakaan itu terjadi.

Pilot : we’re clear on the right? We’re clear on the right ? is that correct?
Co-pilot : the other runway!
Pilot : no, this is the approach to the goddamned left.
Co pilot : yeah climb to 8500 (suara pesawat mulai mendarat)
Co pilot : Charlie pull up! Pull it up! Charlie!
Pilot : oh jesust christ! (menjerit histeris)

5. Kronologi Terbaru Jatuhnya Pesawat AirAsia QZ8501 menurut Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)

Jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 menjadi salah satu tragedi kecelakaan pesawat paling tragis di negeri kita Indonesia. Air Asia dinyatakan hilang kontak di sekitar wilayah Laut Jawa, dekat selat Karimata dalam rute perjalanan Surabaya menuju Singapura pada tanggal 28 Desember 2014 kemarin. Jumlah korban tewas dalam tragedi AirAsia dinyatakan sebanyak 162 orang yakni 7 awak kapal dan 152 Penumpang dewasa termasuk 17 anak kecil dan satu balita.

Hasil investigasi terbaru Tragedi AirAsia QZ8501 menurut cacatan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) via wikipedia.org ;

Pesawat Indonesia AirAsia Penerbangan 8501 (kode nama: Wagon Air 8501) menggunakan sebuah Airbus A320 terbang pada hari Minggu, 28 Desember 2014 dengan 155 penumpang dan 7 awak pesawat dengan tujuan ke Bandar Udara Internasional Changi di Singapura dengan Ko-pilot Remi Emmanuel Plesel sebagai Pilot Flying (Pilot yang menerbangkan pesawat) dan Kapten Iriyanto sebagai Pilot Monitoring (Pilot yang mengawasi pilot penerbang).

Pesawat tersebut dijadwalkan akan mendarat di landasan pada jam 09:30 WIB. Proses take-off dan cruising pesawat tersebut berjalan lancar. Namun, secara tiba-tiba, sebuah peringatan pertama kerusakan FAC muncul di layar komputer kokpit. Pada saat ini pilot hanya menekan tombol FAC untuk memperbaiki peringatan tersebut. Peringatan tersebut hilang. Namun, peringatan kedua tiba-tiba muncul, dan pilot kembali menekan tombol.

Hal ini terus berlangsung hingga peringatan kelima, di mana dalam setiap peringatan jeda waktu diantaranya semakin pendek. Pada saat peringatan keenam, Pilot Iriyato (walaupun KNKT tidak mengatakan sebenarnya siapa yang meninggalkan kursi) teringat bahwa kejadian ini persis seperti yang terjadi pada hari Natal kemarin, dan untuk menghilangkan peringatan, ia harus mencabut FAC pesawat.,[59]

Pilot Iriyanto pergi meninggalkan kursi dan pergi ke belakang untuk mencabut FAC. FAC (Flight Augmentation Control) kemudian tercabut. Pada saat ini, seluruh sitem proteksi pesawat yang membuat pesawat aman, mati, termasuk autothrust dan autopilot, serta membuat “aturan” pesawat berubah dari ‘aturan normal’ menjadi ‘aturan alternatif’. Setelah sistem proteksi Airbus tersebut mati, pesawat kemudian berguling ke kiri selama 9 detik sampai 54 derajat tanpa ada kontrol dari kedua pilot.

Ko-pilot Plesel, yang kemungkinan besar kaget karena tidak menyadari pesawat telah berguling, menyadari hal tersebut dan langsung menggulingkan pesawat ke kanan hingga hanya dalam 2 detik, menjadi 9 derajat di bagian kiri. Hal ini membuat Kapten Iriyanto kaget hingga mengucapkan ‘Ya Tuhan!’.

Ia juga membuat hidung pesawat naik dengan menarik tuas kemudi sehingga pesawat menambah ketinggian. Inilah yang menyebabkan pesawat naik dari 32.000 kaki menjadi 38.000 kaki, bukan akibat cuaca. Kenaikan hidung pesawat naik hingga 9 derajat, dan membuat peringatan stall berbunyi hanya untuk satu detik, kemudian berhenti.

Plesel, panik, tidak menyadari bahwa ia terus menaikkan hidung pesawat, sehingga pesawat terus naik hingga 38.200 kaki. Iriyanto mengatakan ‘level..level’ yang mungkin dimaksudkan untuk membuat hidung pesawat datar dan tidak naik. Namun, akibat tidak adanya perintah tersebut di manual, Plesel menjadi bingung, dan malah mendatarkan sayap pesawat.

Iriyanto sebenarnya ingin membenarkan keadaan, namun ia mengatakan ‘pull down..pull down’ kepada Plesel. Ia mungkin bermaksud untuk mengatakan push down, diakibatkan bila mendorong tuas maka hidung akan turun. Namun, dikarenakan ia mengatakan ‘PULL DOWN’, Plesel melakukan apa yang diperintahkan Iriyanto, ‘PULL’ (menarik tuas agar hidung naik).

Alhasil, hidung pesawat mencapai tingkat maksimum. Paat ini, pesawat melambat dan mencapai ketinggian 38.200 kaki. Pesawat tersebut kemudian mengalami stall (kehilangan daya angkat). Peringatan stall berbunyi, kemudian berhenti, dan menyala seterusnya hingga akhir rekaman.

Pesawat tersebut kemudian ‘marah’, dan berguling hingga atap kabin sempat menjadi lantai kabin, pesawat berguling hampir 180 derajat kekiri. Iriyanto kaget hingga mengatakan ‘Ya Tuhan!’ dan Plesel bingung hingga mengatakan Qu’est-ce qui ne va pas?! (Apa yang salah?!). Pesawat tetap stall hidung pesawat tetap naik, hal ini diakibatkan oleh tuas Plesel yang selalu ditarik.

Iriyanto kemudian mendorong tuas miliknya, berharap agar pesawat tidak mengalami stall kembali. Namun, karena Plesel sudah terlebih dahulu menarik tuas miliknya, hal ini menciptakan dual input, di mana dua buah perintah dari kedua tuas terjadi, sehingga tuas yang baru memerintah diabaikan daripada tuas yang memerintah lebih dulu.

Kapten Iriyanto kemudian menyuruh Plesel agar mendatarkan hidung pesawat, namun dengan menggunakan kembali panggilan perintah yang salah , ‘PULL DOWN’ . Akibat ini, terjadi miskomunikasi dan Plesel tetap menarik tuasnya hingga akhir rekaman.

Secara mengejutkan, pesawat tersebut sempat datar sebelum menghantam Laut Jawa. Namun, pesawat tetap mengalami stall, mengakibatkan seluruh 162 orang di pesawat tersebut tewas seketika. Salah satu petugas KNKT menyatakan ‘Inilah yang terjadi apabila pilot menjadi terlalu kreatif dalam menangani suatu keadaan darurat pesawat’.

Incoming search terms:

  • film bokep pramugari air force
  • bokef japan hd
  • brankasjapan
  • download kumpulan video bokep peramu gari di pesawat
  • download video bokep pramugari di pesawat
  • japan b0kep
  • percakapan pilot dan pilot sebelum kecelakaan
  • pilot pamer kontol
  • rekaman pribadi della