Daftar Wanita Peraih Nobel Perdamaian | 5berita.com
Malala Yousafzai Daftar Wanita Peraih Nobel Perdamaian 5berita

5 Daftar Wanita Peraih Nobel Perdamaian

Di banyak negara wanita masih menjadi sosok yang rendah dan tidak dipandang, wanita hanyalah sosok yang mengurus rumah dan sosok istri, tidak lebih dari itu, tetapi di dalam paradigma tersebut ternyata ada sosok – sosok wanita yang berpengaruh besar, terutama dibidang Perdamaian dan Hak Asasi Manusia(khususnya lagi perempuan), berikut adalah daftar Wanita Peraih Nobel Perdamaian.

5. Aung San Suu Kyi (Menerima Nobel Perdamaian pada 1991)
Lahir: 19 Juni 1945, Yangon, Myanmar
Nobel untuk ”Perjuangan tanpa kekerasan untuk demokrasi dan hak asasi manusia”.

Aung San Suu Kyi Daftar Wanita Peraih Nobel Perdamaian 5berita

Aung San Suu Kyi merupakan Aktifis pro Demokrasi dan ketua National League for Democracy (NLD) di Myanmar.
Pada 1990 NLD memenangkan 59 persen suara nasional melalui Pemilu dan memenangkan 81 persen (392 dari 485) dari kursi di parlemen. Tapi Aung San Suu Kyi justru telah dijadikan tahanan rumah sebelum pemilu digelar yakni pada tahun 1985.

Ia dibebaskan secara resmi oleh junta militer Myanmar pada tanggal 13 November 2010 setelah mendekam sebagai tahanan rumah selama 15 tahun dari 21 tahun masa penahanannya sejak pemilihan umum tahun 1990.Dia pun menjadi satu diantara tahanan politik paling terkenal di dunia.

Ia menerima Penghargaan Nobel Perdamaian karena berjuang mempromosikan demokrasi di negaranya tanpa menggunakan kekerasan dalam menentang kekuasaan rezim militer.  Sebelumnya dia juga menerima Hadiah Rafto dan Hadiah Sakharov untuk Kebebasan Berpikir tahun 1990. Aung San Suu Kyi juga menempati posisi ke-61 sebagai Wanita Paling Berpengaruh di Dunia pada 2014 versi Forbes.

Namun belakangan nama Aung San Suu Kyi mulai ramai lagi diperbincangkan, banyak yang kecewa dengan Aung San Suu Kyi karena kegagalannya dalam membela Hak Asasi Manusia (HAM) di Myanmar, yang berkaitan dengan pengungsi Rohingya, Suu Kyi dianggap gagal memberikan dorongan moral untuk etnis minoritas Rohingya di Myanmar, Bahkan pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama sempat menyindir secara halus keengganan Suu Kyi bersuara soal masalah pengungsi etnis minoritas Rohingya ini.

4. Shirin Ebadi
(Menerima Nobel Perdamaian pada 2003)
Lahir: 21 Juni 1947, Hamadan, Iran
Nobel untuk ”Perjuangan untuk demokrasi dan hak asasi manusia.

Shirin Ebadi Daftar Wanita Peraih Nobel Perdamaian 5berita

Shirin Ebadi adalah  muslimah pertama peraih nobel perdamaian. Shirin Ebadi merupakan pengacara sekaligus aktivis hak asasi manusia di Iran yang membela hak-hak perempuan dan anak-anak. Dia juga pernah menjabat sebagai hakim dan merupakan hakim wanita pertama di Iran saat itu. Ia dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian karena usahanya dalam membela hak asasi manusia dan memperjuangkan demokrasi.

Shirin sebelumnya tinggal di Teheran, tetapi kemudian dia diasingkan ke Inggris sejak Juni 2009 karena kritiknya pada rezim yang memimpin saat itu terkait kasus penganiayaan dan karena keberaniannya itu, dia pun masuk dalam daftar 100 Wanita Paling Berpengaruh Sepanjang Masa versi Forbes.


3. Wangari Muta Maathai
(Menerima Nobel Perdamaian pada 2004)
Lahir: 1 April 1940, Tetu, Kenya
Nobel untuk ”Atas kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan, demokrasi dan perdamaian”.

Wangari Muta Maathai Daftar Wanita Peraih Nobel Perdamaian 5berita

Wangari Muta Maathai  Adalah  perempuan kulit hitam pertama di Afrika Tengah dan Afrika Timur yang berhasil memperoleh gelar Doktor. Suatu hal yang luar biasa yang dilakukan oleh perempuan luar biasa. semua itu ia peroleh karena kecerdasannya sehingga berhasil memperoleh beasiswa

Pada tahun 1977, ia mendirikan sebuah organisasinon-pemerintah yang bernama Green Belt Movement (Gerakan Sabuk Hijau). Organisasi ini bertujuan untuk menjamin sumber penyokong kayu bakar dan mencegah erosi tanah. Kampanye organisasi tersebut menggerakkan wanita miskin dan menanam 30 juta pohon hingga saat ini. Selama bertahun-tahun, penebangan liar telah memberikan imbas yang signifikan pada jumlah air segar dan kayu bakar serta penurunan mutu tanah. Wangari mampu memotivasi ibu-ibu dari anak-anak kekurangan gizi untuk melestarikan lingkungan demi mereka dan anak-cucu mereka dengan mengumpulkan bibit tanaman, menggali sumur, dan menjaga semaian dari hewan dan manusia. Berkat semua yang ia lakukan, Wangari diberi gelar “Mama Miti” yang dalam bahasa Swahili berarti “Ibu dari Pepohonan”.

Sejak 1976 sampai 1987, Wangari aktif dalam Dewan Nasional Kenya untuk Wanita yang disebut Maendeleo Ya Wanawake. Ia menjabat sebagai Ketua Dewan untuk periode 1981–1987. Pada saat yang sama, muncullah “Gerakan Sabuk Biru” yang kemudian berkampanye pada isu-isu pendidikan dan gizi. Gebrakan lain yang dilakukan Wangari pada saat itu adaalah dengan menjadi anggota Dewan Penasihat Perlucutan Senjata PBB.

Pada rezim  Daniel Arap Moi, Wangari sempat keluar masuk tahanan beberapa kali dan mengalami penyerangan yang disebabkan tuntutannya untuk pemilihan umum multipartai, pemberantasan korupsi, dan mengakhiri politik kesukuan. Wangari pun berjuang demi penyelamatan Taman Uhuru di Nairobi pada tahun 1989 dari konstruksi kompleks bisnis Kenya Times Media Trust oleh rekanan Moi. Pada 1997, ia berkampanye untuk menduduki jabatan Presiden Kenya namun akhirnya kalah setelah partai tempatnya bernanung menarik pencalonannya

Atas segala kontribusi dan keberaniaannya itu dia menjadi wanita Afrika pertama yang menerima Hadiah Nobel Perdamaian untuk segala kontribusinya di bidang pembangunan berkelanjutan, demokrasi dan perdamaian. Sebelumnya, dia sempat dianugerahi  Woman of the Year Award pada tahun 1983, Right Livelihood Award(1984), Woman of the World Award (1989), Africa Prize (1991),dan masih banyak penghargaan lainnya,Ia juga menerima 3 gelar doktor kehormatan dari Amerika Serikat dan Norwegia.


2.a. Leymah Gbowee
(Menerima Nobel Perdamaian pada 2011)
Lahir: 1 Februari 1972, Liberia
Nobel untuk ”Perjuangan tanpa kekerasan untuk keselamatan perempuan dan hak-hak perempuan untuk berpartisipasi penuh dalam usaha membangun perdamaian”.

Leymah Gbowee Daftar Wanita Peraih Nobel Perdamaian 5berita

Leymah merupakan aktivis perdamaian dari Liberia yang sempat menyelesaikan studi di Eastern Mennonite University, Harrisonburg, Virginia, Amerika Serikat. Leymah merupakan tokoh yang berjasa dalam memimpin gerakan perdamaian yang membantu mengakhiri Perang Saudara Liberia II pada 2003. Bersama dengan sahabatnya, Ellen Johnson Sirleaf, mereka mengantar Liberia memasuki gerbang perdamaian. Dia juga ikut mendorong terselenggaranya Pemilu yang bebas pada 2005, yang kemudian memenangkan Sirleaf sebagai Presiden Liberia.

2.b. Ellen Johnson Sirleaf (Menerima Nobel Perdamaian pada 2011)
Lahir: 29 Oktober 1938, Liberia
Nobel untuk ”Perjuangan tanpa kekerasan untuk keselamatan perempuan dan hak-hak perempuan untuk berpartisipasi penuh dalam upaya membangun perdamaian”.

Ellen Johnson Sirleaf Daftar Wanita Peraih Nobel Perdamaian 5berita

Ellen merupakan Presiden Liberia Ke-24 dan masih menjabat saat ini. Sebelum menjabat sebagai presiden, Ellen yang merupakan alumnus Universitas Harvard terpilih sebagai Menteri Keuangan di bawah pimpinan Presiden William Tolbert dari 1979 sampai 1980. Dia maju dalam pemilihan presiden Liberia pada 1997, namun akhirnya kalah dari Charles Taylor dan harus puas di posisi kedua. Ellen kembali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Liberia pada 2005 dan berhasil menang. Dia pun kembali menang dalam pemilihan presiden pada 2011.

2.c. Tawakkol Karman
(Menerima Nobel Perdamaian pada 2011)
Lahir: 7 Februari 1979, Ta’izz, Yaman
Nobel untuk ”Perjuangan tanpa kekerasan untuk keselamatan dan hak-hak perempuan untuk berpartisipasi penuh dalam upaya membangun perdamaian”.

thawakol karma Daftar Wanita Peraih Nobel Perdamaian 5berita

Tawakkol Abdel-Salam Karman merupakan jurnalis terkenal dari Yaman. Tawakkol juga aktivis hak asasi manusia yang sekaligus politisi senior di partai politik Al-Islah. Tawakkol juga pendiri kelompok Women Journalists Without Chains pada 2005. Di Yaman, dia sering dijuluki sebagai Wanita Besi dan Ibu Revolusi.

1. Malala Yousafzai (Menerima Nobel Perdamaian pada 2014)
Lahir: 12 Juli 1997, Mingora, Pakistan
Nobel untuk ”Perjuangannya dalam melawan penindasan anak-anak dan kaum muda, serta memperjuangkan hak semua anak untuk mengenyam pendidikan”.

Malala Yousafzai Daftar Wanita Peraih Nobel Perdamaian 5berita

Malala Yousafzai merupakan siswa yang sekaligus aktivis dari Pakistan yang gigih dalam memperjuangkan hak pendidikan untuk anak dan remaja perempuan. Hadiah Nobel Perdamaian ini sekaligus menjadikan Malala sebagai peraih Nobel termuda dalam sejarah. Menurut data statistik yang dimiliki Pemerintah Pakistan, angka literasi baca-tulis di Pakistan hanya 46%. Porsi wanita yang memenuhi kemampuan itu hanya 26%. Ini artinya, 3 dari 4 wanita di Pakistan tidak pernah mendapat pendidikan akademis secara layak.

Malala tak bisa tinggal diam. Sejak 3 Januari 2009 Malala menulis  keadaannya pada dunia melalui BBC. Untuk melindungi identitasnya, Malala menggunakan nama samaran Gul Makai, yang dalam Bahasa Urdu artinya Bunga Jagung. Keberanian Malala ini didukung penuh ayahnya, Ziauddin Yousafzai. Selama dua bulan tulisan Malala tampil di halaman BBC, sepanjang itu pula keluarga Malala harus berpindah tempat demi menghindari kecurigaan dan serangan Taliban. Tepat 12 Maret 2009, Malala berhenti menulis di BBC. Tak lama setelah tulisan terakhirnya, Malala mendapat tawaran dari Adam B. Ellick, wartawan New York Times, untuk membuat film dokumenter perjuangan dirinya.

Pada 9 Oktober 2012, Malala ditembak pasukan Taliban dan membuatnya koma selama sepuluh hari. Tepat 19 Oktober 2012, Malala yang mendapat perawatan di Rawalpindi dan Queen Elizabeth Hospital Birmingham ini tersadar dari koma dan berangsur membaik. Pada 15 Oktober 2012 atau enam hari setelah penembakan tersebut, Pemerintah Pakistan menganugerahkan ”Pakistan’s Third-Highest civilian Bravery Award” dan Malala layak mendapat Sitara-e-Shujaat award sebagai penghargaan atas keberaniannya.характеристика ноутбука lenovoТипичные ошибки на товарной карточкепрофессиональная чистка зубов это больнолобановский александр игоревич харьков