Alasan Kenapa Menantu Wanita & Ibu Mertua Sering Tidak Akur

Alasan Kenapa Menantu Wanita & Ibu Mertua Sering Tidak Akur

5berita.com – Ternyata, hubungan antara menantu wanita dan ibu mertua yang susah akur bukan sekadar mitos. Penelitian membuktikan, konflik memang sering tumbuh di antara keduanya.

Hal
ini terbilang umum dalam kehidupan rumah tangga. Bahkan tiga dari empat
pasangan mengaku bentrok dengan mertua. Menariknya, hanya 15% konflik
terjadi antara menantu pria dengan ibu mertuanya.

Peneliti telah mengkaji balada menantu wanita dan ibu mertua ini sejak tahun 50-an. Saat itu, sebanyak 75% wanita mengaku kurang atau tidak menyukai ibu mertua mereka.

Bagaimana
dengan survei terkini? Disebutkan 60% menantu wanita merasa tidak
bahagia akibat pergesekan ini. Di sisi lain, ibu mertua sering merasa
dikucilkan dari kehidupan anaknya oleh menantu wanita.

Salah satu penyebab konflik adalah ‘perebutan kekuasaan’ antara menantu wanita dan ibu mertua.

Menantu Wanita & Ibu Mertua Sering Tidak Akur

Wanita
dalam keluarga umumnya lebih berperan menentukan kehidupan sosial
keluarga. Saat pria menikah dan membentuk keluarga baru, ibu dan
istrinya bisa berselisih untuk mendapat posisi ini.

Selain
itu, perlu dipahami bahwa setiap manusia memiliki perilaku dan
kebiasaan yang berbeda. Apalagi menantu wanita dan ibu mertua yang
generasinya berbeda jauh. Ini tentunya berpotensi menimbulkan cekcok.

Dalam
keluarga Asia, kehidupan keluarga biasanya sangat erat. Namun, dinamika
keluarga bisa bermasalah jika anak menikah dan mertua menganggap
menantu sebagai ‘orang asing’ yang masuk dalam keluarganya.

Jika
menantu dapat diterima sebagai keluarga sendiri dan tidak dipandang
sebagai orang luar, maka dapat mengurangi kemungkinan konflik. Karena
itu, kedua belah pihak perlu menyadari bahwa masing-masing memiliki
peran penting dan berbeda dalam hidup suami/ anak. Hal ini tidak dapat
tergantikan.

Konflik antara Anda berdua, sebagai menantu wanita dan ibu mertua, malah menempatkan suami/ anak dalam posisi serba salah. Cobalah untuk saling menghargai agar bisa rukun satu sama lain. Tak mau, kan, jika acara kumpul-kumpul selalu diisi dengan peperangan?

By 5berita.com

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of